Ajak Orang Kaya Penyintas Kanker Berobat ke RSK Dharmais, Menkes: Bisa Subsidi Pasien Tak Mampu

Agung Sandy Lesmana | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 20 Februari 2025 | 21:30 WIB
Ajak Orang Kaya Penyintas Kanker Berobat ke RSK Dharmais, Menkes: Bisa Subsidi Pasien Tak Mampu
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Suara.com/Lilis Varwati)

Suara.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengajak para pasien kanker dari kalangan ekonomi menengah ke atas dan tidak menggunakan BPJS agar berobat di Rumah Sakit Kanker (RSK) Dharmais, tidak ke luar negeri. Tujuannya, untuk membantu pemasukan RSK Dharmais yang merupakan rumah sakit pemerintah. 

Budi mengharapkan, pembayaran pasien non BPJS itu bisa membantu RSK Dharmais dalam pembiayaan pengobatan pasien kanker dari kelompok tidak mampu. Upaya subsidi silang itu perlu dilakukan karena keuangan RSK Dharmais dari pemerintah juga terbatas. Di sisi lain, pengobatan kanker butuh biaya besar.

Itu sebabnya, Budi juga meminta kepada Dirut RSK Dharmais Soeko W Nindito agar bisa membawa pulang dokter-dokter Indonesia yang ada di luar negeri.

"Kalau Pak Soeko bisa meyakinkan dokter-dokternya kita supaya praktik di sini, supaya yang kaya-kaya juga ke sini (RSK Dharmais). Jadi yang kaya, bayaran lebih, bisa mensubsidi anak-anak (pasien kanker) kita yang tidak mampu. Maksudnya tidak akan ambil deviden, gak akan tarik untung," kata Budi saat hadir dalam acara peluncuran Rencana Aksi Nasional Kanker Anak 2025-2029 di RSK Dharmais, Jakarta, Kamis (20/2/2025).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Dok: Sekretariat Presiden)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Dok: Sekretariat Presiden)

Budi menyampaikan kalau pembayaran BPJS banyak menanggung pasien dengan penyakit berat dan rumit, seperti kanker. Dia mengakui kalau anggaran BPJS terbatas sehingga belum mampu berikan pembayaran secara penuh.

"Yang kejadian itu kalau di rumah sakit swasta pasti tidak dilayani. Sehingga dikirim ke rumah sakit pemerintah. Kalau rumah sakit pemerintahnya gak punya uang, yang bisa dilayani cuma dua atau tiga (pasien). Makanya saya bilang sama Pak Soeko, itu orang-orang kaya yang sering ke luar negeri, ditarik sama dokter-dokter suruh datang ke gedung ini (RSK Dharmais)," ucapnya.

Kanker menjadi penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia dan dianggap sebagai penyakit tidak menular katastropik. Selain mengancam nyawa, kanker juga memerlukan biaya pengobatan yang tinggi dan proses perawatan yang panjang.

Berdasarkan data Pusat observasi global atau Globocan, terdapat lebih dari 408.661 kasus baru dan hampir 242.099 kematian di Indonesia pada tahun 2022.

Sementara, kanker pada anak di Indonesia menjadi perhatian serius karena pada tahun 2020, terdapat sekitar 11.156 kasus baru kanker pada anak usia 0-19 tahun di Indonesia, Leukemia menjadi jenis kanker yang paling banyak ditemui, dengan 3.880 kasus (34,8%), diikuti oleh kanker getah bening (limfoma) dan kanker otak, masing-masing sekitar 640 kasus (5,7%).

Rencana Aksi Nasional Kanker Anak itu  difokuskan terhadap penyusunan kebijakan khusus untuk menangani pasien kanker anak dan meningkatkan layanan kesehatan untuk anak-anak dengan kanker. Disamping itu, Rencana Aksi Nasional Kanker Anak juga bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini, penyediaan fasilitas kesehatan yang lebih memadai, serta dukungan psikososial bagi keluarga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesan 'Keramat' Megawati usai Hasto Kristiyanto Ditahan KPK, Begini Isinya!

Pesan 'Keramat' Megawati usai Hasto Kristiyanto Ditahan KPK, Begini Isinya!

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 20:31 WIB

Resmi Ditahan, Hasto PDIP Ungkit Nama Jokowi: Semoga jadi Momentum KPK Tegakkan Hukum

Resmi Ditahan, Hasto PDIP Ungkit Nama Jokowi: Semoga jadi Momentum KPK Tegakkan Hukum

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 19:41 WIB

Sukses Kabur ke Jerman, Guru TK Skakmat Bahlil usai Ngoceh Nasionalisme: Bapak Udah Bisa Kasih Makan Rakyat?

Sukses Kabur ke Jerman, Guru TK Skakmat Bahlil usai Ngoceh Nasionalisme: Bapak Udah Bisa Kasih Makan Rakyat?

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 15:08 WIB

Nunduk Baca Teks, Public Speaking Widiyanti Menteri Terkaya di Kabinet Prabowo Ramai Dicibir: Kayak Bocah SMP Presentasi

Nunduk Baca Teks, Public Speaking Widiyanti Menteri Terkaya di Kabinet Prabowo Ramai Dicibir: Kayak Bocah SMP Presentasi

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 13:35 WIB

Polisi Pastikan Cristiano Ronaldo ke Indonesia Hoaks: Semua Kena Prank!

Polisi Pastikan Cristiano Ronaldo ke Indonesia Hoaks: Semua Kena Prank!

News | Rabu, 19 Februari 2025 | 20:05 WIB

Terkini

Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati

Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:35 WIB

Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya

Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:58 WIB

Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak

Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:47 WIB

Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita

Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:38 WIB

Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733

Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:30 WIB

DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!

DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:30 WIB

Erupsi Gunung Dukono: 3 Pendaki Masih Hilang, Tim SAR Berpacu dengan Waktu

Erupsi Gunung Dukono: 3 Pendaki Masih Hilang, Tim SAR Berpacu dengan Waktu

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:20 WIB

ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan

ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:01 WIB

Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi

Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:52 WIB

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:49 WIB