Aksi Ruwatan Kepala Daerah di Akmil Magelang Berujung Represi Aparat, Sejumlah Mahasiswa Luka-luka

Bangun Santoso, Faqih Fathurrahman

Minggu, 02 Maret 2025 | 17:44 WIB
Aksi Ruwatan Kepala Daerah di Akmil Magelang Berujung Represi Aparat, Sejumlah Mahasiswa Luka-luka
Foto sebagai ILUSTRASI: Personel kepolisian berupaya membubarkan mahasiswa yang menerobos pagar saat berunjuk rasa menolak pengesahan Revisi UU Pilkada di depan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (22/8/2024). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta).

Suara.com - Sejumlah mahasiswa yang menggelar aksi ‘Ruwatan Kepala Daerah’ mendapat tindakan represif dari aparat keamanan. Adapun aksi ini dilakukan pada Jumat (28/2/2025) lalu bertepatan dengan saat penutupan retret kepala daerah di depan Kompleks Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

Mahasiswa yang saat itu tergabung dengan organisasi masyarakat sipil membentangkan spanduk sebagai tanda keresahan mereka.

Koordinator aksi, Enrille Geniosa mengatakan, usai para aparat yang merupakan TNI maupun polisi menarik keluar para wartawan, mereka langsung membubarkan aksi secara paksa.

“Dalam proses pembubaran, masa aksi yang sudah mencoba berdiskusi dan bertindak kooperatif sesuai arahan justru mendapat tindak represi dari TNI dan polisi selaku aparat pengamanan,” kata Enrille, kepada Suara.com melalui pesan Whatsapp, Minggu (2/3/2025).

Akibat pembubaran paksa itu, sejumlah massa aksi mengalami cidera. Mereka disinyalir mendapat represif dengan cara dicekik, diinjak bahkan disikut oleh petugas.

“Tidak hanya itu, selama aksi berjalan terdapat perlakuan yang kami duga sebagai pembatasan pers, berpendapat, kekerasan verbal, perampasan, perusakan alat aksi dan perlakuan yang kami duga adalah pelanggaran hukum lainya,” katanya.

Sebelum melakukan aksi, Enrille menyebut, pihaknya telah melakukan pemberitahuan. Pihaknya juga mengaku telah berkoordinaasi dengan pihak Polres, Polda, Kodim, Kirem, bahkan Kodam.

Massa yang saat itu ingin berpakaian serba hitam juga diminta untuk menggunakan batik. Lokasinya pun telah bergeser, yang semula mimbar bebas bakal dilakukan di deoan gerbang Akmil, digeser ke trotoar yang berada di seberang gerbang.

Namun sehari sebelum berlangsung, lokasi aksi kembali digeser di perempatan yang berjarak cukup lumayan dari pintu keluar-masuk Akmil Magelang dan mengarahkan massa untuk bertemu dengan pihak DPRD Magelang.

baca juga

“Kami tidak setuju karena tujuan aksi adalah untuk menunjukkan suara-suara kepada kepala daerah se-Indonesia, peserta retreat,” katanya.

Perwakilan dari massa kemudian memcoba melakukan negosiasi kembali. Namun massa malah mendapat makian dan bentakan.

“Intel gabungan menyampaikan informasi baru bahwa radius 1.000 meter dari tamu VVIP harus steril dari bahaya,” ujarnya.

Bahkan massa ditempatkan di dalam kuburan, tempat di mana mereka digiring agar bisa melakukan negoisasi. Negoisasi terus dicoba dilakukan namun tetap tidak ada hasil. Mereka sama sekali tidak diperbolehkan menggelar aksi di depan gerbang Akmil Magelang.

Usai melakukan salat Jumat, massa tetap ngotot melakukan aksi di seberang gerbang Akmil Magelang. Akibat penjagaan mulai kendur udai salat Jumat, massa bisa menduduki lokasi aksi di seberang gerbang Akmil.

Hingga akhirnya petugas keamanan kembali melakukan aksi represif. Bahkan, kata Enrille, beberapa massa aksi semoat mengalami luka akibat hal tersebut.

“Aksi tetap dilaksanakan dengan menyiram bendera menggunakan air kembang dengan doa, kemudian diakhiri dengan Indonesia Raya,” ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Bupati Brebes Dipecat Megawati Karena Ikuti Retret di Magelang? Begini Faktanya

Benarkah Bupati Brebes Dipecat Megawati Karena Ikuti Retret di Magelang? Begini Faktanya

Video | Sabtu, 01 Maret 2025 | 09:00 WIB

Endus Banyak Kejanggalan Termasuk PT Lembah Tidar, Koalisi Sipil Laporkan Retret Kepala Daerah ke KPK

Endus Banyak Kejanggalan Termasuk PT Lembah Tidar, Koalisi Sipil Laporkan Retret Kepala Daerah ke KPK

News | Jum'at, 28 Februari 2025 | 15:57 WIB

Dihadiri SBY-Jokowi, Begini Pesan Megawati usai Absen Undangan Prabowo di Parade Senja Magelang

Dihadiri SBY-Jokowi, Begini Pesan Megawati usai Absen Undangan Prabowo di Parade Senja Magelang

News | Jum'at, 28 Februari 2025 | 13:43 WIB

Muncul di Retret Kepala Daerah, Puan Bongkar Isi Obrolannya Bareng Jokowi, SBY dan Prabowo

Muncul di Retret Kepala Daerah, Puan Bongkar Isi Obrolannya Bareng Jokowi, SBY dan Prabowo

News | Jum'at, 28 Februari 2025 | 13:29 WIB

Potret Prabowo Ditemani SBY dan Jokowi Pimpin Langsung Upacara Parade Senja di Retreat Kepala Daerah

Potret Prabowo Ditemani SBY dan Jokowi Pimpin Langsung Upacara Parade Senja di Retreat Kepala Daerah

Foto | Jum'at, 28 Februari 2025 | 06:20 WIB

Didampingi SBY dan Jokowi, Prabowo Hujan-hujanan Pimpin Upacara Parade Senja

Didampingi SBY dan Jokowi, Prabowo Hujan-hujanan Pimpin Upacara Parade Senja

News | Kamis, 27 Februari 2025 | 18:56 WIB

Tiba di Akmil Magelang, Prabowo Ikut Gembleng Kepala Daerah pada Jumat Besok, Ini Materinya!

Tiba di Akmil Magelang, Prabowo Ikut Gembleng Kepala Daerah pada Jumat Besok, Ini Materinya!

News | Kamis, 27 Februari 2025 | 14:06 WIB

Terkini

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:45 WIB

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Jawa Tengah | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:43 WIB

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Health | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:35 WIB

Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter

Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:25 WIB

Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?

Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:22 WIB

Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang

Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang

Jawa Tengah | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:12 WIB

Anggaran Dipotong Pusat, Renovasi 11 Sekolah di Jakarta Terpaksa Mundur ke 2027

Anggaran Dipotong Pusat, Renovasi 11 Sekolah di Jakarta Terpaksa Mundur ke 2027

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:09 WIB

Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang

Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:07 WIB

×