Sebut Menhut Raja Juli 'Mumpungisme' Rekrut Kader PSI, Rocky Gerung: Indonesia Makin Gelap, Efisiensi Cuma Omon-omon

Agung Sandy Lesmana

Jum'at, 07 Maret 2025 | 08:48 WIB
Sebut Menhut Raja Juli 'Mumpungisme' Rekrut Kader PSI, Rocky Gerung: Indonesia Makin Gelap, Efisiensi Cuma Omon-omon
Raja Juli Antoni dan Kaesang. (X @RajaJuliAntoni)

Suara.com - Menteri Kehutanan (Menhut) sekaligus Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI, Raja Juli Antoni kedapatan merekrut banyak kader partainya ke dalam organisasi Operation Management Office (OMO) Indonesia Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. Sejak mencuat ke publik, Pengamat politik Rocky Gerung ikut memberikan kritik keras atas banyak PSI yang direkrut oleh Raja Juli Antoni bekerja di internal Kemenhut.

Lewat siniar yang tayang di akun Youtube pribadinya, Rocky pun menyebut jika bocornya belasan nama kader PSI yang masuk OMI FOLU Net Sink 2030 adalah fenomena "mumpungisme." Saking curiganya atas nama-nama kader PSI di Kemenhut, Rocky pun menganggap kondisi Indonesia makin gelap.

"Iya sepertinya "mumpungisme" apa namanya moral hazard (bahaya moral) tidak terbendung tuh. Mumpung ada kekuasaan pastikan bahwa relasi-relasi politik ditumpuk di Kementerian. Kan itu yang akhirnya membuat rakyat merasa memang Indonesia makin lama makin gelap," ujar Rocky Gerung dikutip Suara.com, Jumat (7/3/2025).

Terkait banyak kader PSI yang diboyong ke kementerian yang dipimpin oleh Raja Juli Antoni, Rocky Gerung pun menyindir soal efisiensi anggaran hanya omon-omon dari Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi bocoran-bocoran ini (nama 11 kader PSI masuk Kemenhut) yang pasti menuntun kembali kita untuk menyimpulkan bahwa efisiensi itu memang sekedar omon-omon," sindir Rocky.

Pengamat Politik Rocky Gerung sesuai mengunjungi rumah Cagub Jakarta Pramono Anung di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. (Suara.com/Faqih)
Pengamat Politik Rocky Gerung sesuai mengunjungi rumah Cagub Jakarta Pramono Anung di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. (Suara.com/Faqih)

Namun, Rocky masih berharap Prabowo bisa membersihkan adanya praktik nepotisme di dalam kabinetnya.

"Kan itu yang sebetulnya harus dikejar oleh Presiden Prabowo karena membersihkan dari dalam itu penanda pertama bahwa dia bisa membersihkan yang ada di luar," ujarnya.

Sejak bocoran nama 11 kader PSI masuk OMO FOLU Net Sink 2030 viral di media sosial, Menhut Raja Juli Antoni yang juga Sekjen PSI akhirnya buka suara.

Menhut Raja Juli Antoni juga mengakui beredarnya nama-nama kader PSI yang masuk dalam OMO FOLU Net Sink 2030.

baca juga
Hasil tangkapan layar yang menampilkan sederet kader PSI masuk struktur organisasi Operation Management Office (OMO) Indonesia Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. (tangkapan layar/X)
Hasil tangkapan layar yang menampilkan sederet kader PSI masuk struktur organisasi Operation Management Office (OMO) Indonesia Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. (tangkapan layar/X)

“Dokumen Keputusan Menteri tersebut merupakan dokumen publik yang dapat diakses oleh masyarakat,” kata Antoni pada Kamis (6/3/2025).

Terkait viralnya sederet nama kader PSI itu, Raja Juli mengeklaim jika kegiatan tim OMO FOLU tidak memakan angggaran negara.

”Pembiayaan kegiatan OMO yang baru dibentuk berdasarkan SK 32 tahun 2025 tersebut, sama dengan pembiayaan kegiatan OMO sebelumnya, yaitu pendanaan dari donor dan/atau negara mitra, dan yang pasti saya pastikan itu tidak bersumber dari APBN,” klaimnya.

Diketahui, sejumlah nama yang disebut sebagai kader PSI yang masuk dalam struktur organisasi. Berikut daftar namanya:

  1. Raja Juli Antoni sebagai Penanggung Jawab
  2. Andy Budiman sebagai Dewan Penasehat
  3. Kokok Dirgantoro sebagai Anggota Bidang Pengelolaan Hutan Lestari
  4. Endika Fitra Wijaya sebagai Staf Kesekretariatan bidang Pengelolaan Hutan Lestari.
  5. Sigit Widodo sebagai Anggota Bidang Peningkatan Cadangan Karbon
  6. Rama Hadi Prasetya sebagai Staf Kesekretariatan Peningkatan Cadangan Karbon
  7. Furgan Amini Chaniago sebagai Anggota Bidang Konservasi
  8. Nandya Maharani Irawan sebagai Staf Kesekretariatan Bidang Konservasi.
  9. Andi Syaiful Oeding sebagai Anggota Bidang Pengelolaan Ekosistem Gambut
  10. Yus Ariyanto sebagai Anggota Bidang Pengelolaan Ekosistem Gambut.
  11. Nurtanti sebagai Anggota Bidang Penegakan Hukum dan Peningkatan Kapasitas,
  12. Suci Mayang Sari sebagai Anggota Bidang Penegakan Hukum dan Peningkatan Kapasitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menhut Raja Juli Antoni Pasang Badan soal Banyak Kader PSI Isi Struktur FOLU Net Sink 2030, Apa Katanya?

Menhut Raja Juli Antoni Pasang Badan soal Banyak Kader PSI Isi Struktur FOLU Net Sink 2030, Apa Katanya?

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 15:16 WIB

Usai Dipeluk Istri, Tom Lembong dan Anies Kepergok Bisik-bisik saat Tunggu Hakim di Sidang

Usai Dipeluk Istri, Tom Lembong dan Anies Kepergok Bisik-bisik saat Tunggu Hakim di Sidang

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 10:41 WIB

Pelototi Langsung Sidang Kasus Tom Lembong, Begini Pesan Anies ke Hakim

Pelototi Langsung Sidang Kasus Tom Lembong, Begini Pesan Anies ke Hakim

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 10:12 WIB

Sebut Ucapan 'Ndasmu' Perbuatan Tercela, Fedi Nuril: Berarti Prabowo Bisa Kena Pasal 7A UUD 1945

Sebut Ucapan 'Ndasmu' Perbuatan Tercela, Fedi Nuril: Berarti Prabowo Bisa Kena Pasal 7A UUD 1945

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 16:01 WIB

Terkini

Juminten Edan: Suguhkan Kisah Duka dan Trauma dalam Balutan Misteri Gaib!

Juminten Edan: Suguhkan Kisah Duka dan Trauma dalam Balutan Misteri Gaib!

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:30 WIB

Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard

Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:27 WIB

Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani

Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:25 WIB

Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat

Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:17 WIB

Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini

Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:16 WIB

Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:15 WIB

Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas

Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas

Jatim | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:10 WIB

Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100

Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?

Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

Jangan Bandel! SPPG Makan Bergizi Gratis yang Tak Sesuai Standar Siap-siap Ditutup

Jangan Bandel! SPPG Makan Bergizi Gratis yang Tak Sesuai Standar Siap-siap Ditutup

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

×