Gencatan Senjata Rusak? Rusia Tuding Ukraina Sabotase Kesepakatan Putin-Trump!

Aprilo Ade Wismoyo | Suara.com

Kamis, 20 Maret 2025 | 12:34 WIB
Gencatan Senjata Rusak? Rusia Tuding Ukraina Sabotase Kesepakatan Putin-Trump!
Potret Bendera Rusia dan Ukraina. (Allkpop)

Suara.com - Rusia pada hari Rabu menuduh Ukraina telah "menyabotase" gencatan senjata selama 30 hari dengan melakukan serangan terhadap fasilitas energi, di tengah saling tuduh antara Moskow dan Kyiv mengenai serangan yang terjadi semalam.

Sebelumnya, kedua otoritas, Rusia dan Ukraina, melaporkan adanya serangan terhadap infrastruktur setempat pada Selasa malam waktu setempat.

Bendera Rusia berkibar di atas kantor pusat Bank Sentral Rusia di Moskow, Rusia. [Dok.Antara]
Bendera Rusia berkibar di atas kantor pusat Bank Sentral Rusia di Moskow, Rusia. [Dok.Antara]

Serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah percakapan telepon antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump, di mana Putin menyetujui gencatan senjata terbatas yang bertujuan menghentikan serangan terhadap semua fasilitas energi dan infrastruktur.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini pada malam yang sama.

"Tentu saja," kata Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada wartawan di Moskow saat ditanya apakah Moskow menganggap serangan Ukraina sebagai "sabotase" untuk menggagalkan kesepakatan yang telah dibicarakan Putin dan Trump.

Peskov berpendapat bahwa informasi mengenai gencatan senjata sudah cukup luas ketika serangan terjadi dan menyatakan bahwa keputusan Ukraina untuk melanjutkan serangan "bertentangan dengan upaya bersama ini."

Menjelaskan bahwa kesepakatan untuk menghentikan serangan hanya berlaku untuk fasilitas energi, Peskov menambahkan bahwa Kremlin akan secara ketat memantau tindakan Kyiv untuk melihat apakah mereka akan menghormati "niat tegas" Putin dan Trump dalam mencapai penyelesaian damai.

Peskov juga menyebutkan bahwa Putin belum mencabut perintah untuk menghentikan serangan Rusia terhadap fasilitas energi Ukraina.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump tengah berupaya untuk mempekerjakan kembali hampir 25.000 pekerja federal yang dipecat.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump tengah berupaya untuk mempekerjakan kembali hampir 25.000 pekerja federal yang dipecat.

Ia menyatakan bahwa "keinginan kuat" Putin dan Trump adalah "jaminan terbaik" bahwa Moskow dan Washington akan terus berupaya memperbaiki hubungan bilateral.

Selama percakapan telepon mereka pada hari Selasa, Putin dan Trump membahas kemungkinan penghentian bantuan militer untuk Ukraina, menurut Peskov, yang menyatakan bahwa Moskow akan terus mengangkat isu ini karena dianggap penting, tetapi tidak di forum publik.

Presiden AS Donald Trump dan mitranya dari Ukraina Volodymyr Zelensky melakukan panggilan telepon selama satu jam beberapa minggu setelah perdebatan sengit di Gedung Putih memupus harapan Washington untuk berperan sebagai perantara perdamaian antara Rusia dan Kyiv.

Dalam panggilan telepon hari Rabu, yang digambarkan oleh kedua pemimpin sebagai "sangat baik" dan "positif", Zelensky mengatakan perdamaian abadi dapat dicapai "bersama-sama dengan Amerika, dengan Presiden Trump, dan di bawah kepemimpinan Amerika".

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat terlibat cekcok dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval. (tangkapan layar/x)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat terlibat cekcok dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval. (tangkapan layar/x)

Ia juga mengatakan bahwa salah satu langkah pertama untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina adalah dengan mengakhiri serangan terhadap energi dan infrastruktur sipil lainnya. Ia berterima kasih kepada AS atas dukungan militernya, terutama rudal Javelin, sambil meminta lebih banyak sumber daya pertahanan udara.

Trump juga menyarankan kepemilikan AS atas infrastruktur energi Ukraina, khususnya pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia, untuk menghindari serangan. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tammy Bruce mengatakan, "Mungkin agak bermanfaat untuk memiliki hubungan ekonomi dengan negara yang memiliki sejarah mampu melindungi dirinya sendiri dan melindungi teman-temannya."

Pernyataan dari Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan kepemilikan Amerika atas pabrik-pabrik itu akan menjadi "perlindungan terbaik".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertemuan Rahasia Trump-Putin Ungkap Titik Temu untuk Ukraina? Zelensky Bakal Bertemu di Arab Saudi

Pertemuan Rahasia Trump-Putin Ungkap Titik Temu untuk Ukraina? Zelensky Bakal Bertemu di Arab Saudi

News | Kamis, 20 Maret 2025 | 10:41 WIB

Trump Putuskan 25 Ribu PNS yang Kena PHK Kembali Bekerja, Ini Syaratnya

Trump Putuskan 25 Ribu PNS yang Kena PHK Kembali Bekerja, Ini Syaratnya

Bisnis | Kamis, 20 Maret 2025 | 11:47 WIB

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Rusia dan Ukraina Saling Serang Usai Kesepakatan Awal!

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Rusia dan Ukraina Saling Serang Usai Kesepakatan Awal!

News | Rabu, 19 Maret 2025 | 14:51 WIB

Gegara Kebijakan Trump, Prancis Minta AS Kembalikan Patung Liberty

Gegara Kebijakan Trump, Prancis Minta AS Kembalikan Patung Liberty

News | Rabu, 19 Maret 2025 | 14:51 WIB

Trump Deportasi 238 Gangster Venezuela ke El Salvador, Hakim AS: Langgar Hukum!

Trump Deportasi 238 Gangster Venezuela ke El Salvador, Hakim AS: Langgar Hukum!

News | Rabu, 19 Maret 2025 | 14:27 WIB

IHSG Anjlok, Bos BEI Salahkan Donald Trump

IHSG Anjlok, Bos BEI Salahkan Donald Trump

Bisnis | Selasa, 18 Maret 2025 | 15:42 WIB

Terkini

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 23:40 WIB

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:18 WIB

Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun

Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:05 WIB

Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI

Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 21:36 WIB

Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang

Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang

News | Jum'at, 03 April 2026 | 21:02 WIB

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

News | Jum'at, 03 April 2026 | 20:04 WIB

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

News | Jum'at, 03 April 2026 | 19:47 WIB

'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina

'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina

News | Jum'at, 03 April 2026 | 19:08 WIB

Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras

Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras

News | Jum'at, 03 April 2026 | 18:44 WIB

Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya

Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 18:19 WIB