CEK FAKTA: Benarkah TNI Jemput Pekerja Migran dari Malaysia untuk Perang?

Denada S Putri

Rabu, 26 Maret 2025 | 15:58 WIB
CEK FAKTA: Benarkah TNI Jemput Pekerja Migran dari Malaysia untuk Perang?
Ilustrasi Pekerja Migran Indonesia. [Ist]

Suara.com - Isu menyesatkan soal TNI menjemput pekerja migran Indonesia dari Malaysia untuk melakukan perang. Kabar itu beredar di media sosial (Medsos) Facebook.

Pada Minggu (16/03/2025) akun Facebook “Leon Na” membagikan video [arsip] berisi narasi yang menyebut TNI mempersiapkan 20.000 personel, untuk menjemput pekerja migran Indonesia di Malaysia agar mengantisipasi apabila Malaysia melancarkan serangan.

Berikut narasi lengkapnya :

TNI Siap Jemput TKI Dari Malaysia

Narasi tersebut disertai video dengan narator sebagai berikut : 

Urus TKI pulang dari Malaysia, TNI siapkan 20 ribu personil siap perang lawan Malaysia. Pemerintah sedang mempersiapkan penjemputan buruh migran dari negeri jiran Malaysia ke Indonesia yang kabarnya akan berlangsung dalam waktu dekat. Pemerintah akan kerahkan TNI besar-besaran untuk antisipasi apabila ada serangan dari pihak Malaysia. Saat ini disampaikan bahwa banyak buruh migran dari Malaysia akan kembali ke Indonesia. Sudah dikoordinir untuk pelaksanaan pemulangan. Dari Kemenko, Maritim akan ada 20 ribu personil. Ujar Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan atau Pangkogap Wilhan 1, laksamana media TNI saat konferensi pers di kantor BNPB Jakarta Jumat tadi pagi. Dia mengatakan Pangkodap Wilhan 1 bersama TNI yang kata laut akan menggerakkan kapal Republik Indonesia atau KRI yang sudah bersiap di Batam, wilayah Indonesia yang jaraknya dekat dengan Malaysia. Sehingga jika suatu saat dibutuhkan kapal-kapal tersebut sudah siap, khususnya mengangkut imigran ke Jawa.”

Hingga Minggu (23/03/2025) lalu, unggahan telah mendapatkan 72 tanda suka, 24 komentar dan telah dibagikan ulang 125 kali. 

CEK FAKTA: Benarkah TNI Jemput Pekerja Migran dari Malaysia untuk Perang?
CEK FAKTA: Benarkah TNI Jemput Pekerja Migran dari Malaysia untuk Perang?

Pemeriksaan Fakta

Melansir dari Turnbackhoax.id, setelah dicermati, narasi video tersebut mirip dengan isi pemberitaan cnbcindonesia.com yang tayang April 2020.

baca juga

Artikel itu berjudul “Urus TKI Pulang dari Malaysia, TNI Siapkan 20.000 Personel” dan terbit di Cek Fakta, kompas.com.

Kesamaan ditemukan di bagian kutipan langsung pernyataan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I, Laksamana Madya TNI Yudo Margono.

“Saat ini disampaikan bahwa banyak (buruh) migran dari Malaysia akan kembali ke Indonesia. Sudah dikoordinir untuk pelaksanaan pemulangan. Dari Kemenko Maritim akan ada 20 ribu personil,” kata Yudo dalam pemberitaan CNBC Indonesia.

Pada 2020, TNI memang mempersiapkan 20.000 personel untuk menjemput PMI dari Malaysia. Namun, penjemputan itu bukan untuk mengantisipasi adanya serangan.

Sebagaimana diberitakan antaranews.com pada 3 April 2020, TNI mengerahkan kapal perang untuk menjemput para PMI yang pulang dari Malaysia menyusul kebijakan karantina wilayah Negeri Jiran itu sebagai antisipasi penyebaran Covid-19.

Sedikitnya 35.000 PMI pulang dari Malaysia melalui berbagai pelabuhan di Kepri. Para pekerja migran itu akan dipulangkan ke Pulau Jawa dan Sulawesi menggunakan KRI Semarang.

Bisa disimpulkan bahwa, unggahan berisi klaim “antisipasi serangan, TNI jemput pekerja migran Indonesia dari Malaysia” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

Pekerja Migran Indonesia di Malaysia: Tantangan dan Kontribusi

Pendahuluan Pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia merupakan bagian penting dari hubungan bilateral kedua negara.

Mereka berkontribusi dalam berbagai sektor, seperti perkebunan, konstruksi, manufaktur, serta jasa rumah tangga.

Namun, di balik kontribusi tersebut, terdapat berbagai tantangan yang dihadapi para pekerja migran, mulai dari status keimigrasian hingga perlindungan hak-hak mereka.

Jumlah dan Sektor Pekerjaan Malaysia menjadi salah satu tujuan utama pekerja migran Indonesia karena faktor geografis dan kesamaan budaya.

Diperkirakan ada sekitar 1,5 juta pekerja migran Indonesia di Malaysia, baik yang memiliki dokumen resmi maupun tidak. Mereka banyak bekerja di sektor:

Perkebunan: Pekerja migran Indonesia mendominasi sektor perkebunan kelapa sawit yang menjadi salah satu industri utama Malaysia.
Konstruksi: Kebutuhan tenaga kerja kasar di industri konstruksi menjadikan pekerja migran Indonesia sebagai tenaga kerja andalan.
Jasa Rumah Tangga: Banyak perempuan Indonesia yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Malaysia.
Manufaktur: Sektor ini juga menyerap banyak pekerja Indonesia, terutama di pabrik elektronik dan tekstil.

Tantangan yang Dihadapi

Meskipun memberikan kontribusi besar, pekerja migran Indonesia di Malaysia menghadapi berbagai tantangan, di antaranya:

Legalitas dan Status Keimigrasian

Banyak PMI yang masuk Malaysia melalui jalur tidak resmi, sehingga mereka rentan mengalami deportasi dan kehilangan hak-haknya.

Pelanggaran Hak Pekerja

Beberapa pekerja mengalami pemotongan gaji yang tidak wajar, jam kerja berlebihan, bahkan kasus pelecehan dan kekerasan.

Kurangnya Akses terhadap Perlindungan Hukum

Banyak pekerja yang tidak memiliki akses terhadap perlindungan hukum akibat keterbatasan informasi dan biaya.

Perubahan Kebijakan Imigrasi

Pemerintah Malaysia kerap mengubah kebijakan terkait pekerja asing, yang terkadang berdampak pada nasib pekerja migran Indonesia.

Peran Pemerintah dan Organisasi

Untuk melindungi pekerja migran Indonesia di Malaysia, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) terus berupaya meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan mereka.

Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain:

  • Meningkatkan sosialisasi mengenai prosedur migrasi yang legal dan aman.
  • Menjalin kerja sama dengan pemerintah Malaysia untuk memastikan hak-hak pekerja dihormati.
  • Menyediakan layanan bantuan hukum bagi pekerja yang mengalami permasalahan di tempat kerja.
  • Mendorong peningkatan keterampilan bagi calon pekerja sebelum diberangkatkan ke luar negeri.

Pekerja migran Indonesia di Malaysia memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian kedua negara. Namun, tantangan yang mereka hadapi memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat.

Dengan perlindungan hukum yang lebih baik dan kebijakan yang mendukung, diharapkan pekerja migran Indonesia dapat bekerja dengan aman, nyaman, dan mendapatkan hak-hak mereka secara penuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cek Fakta: Pertamina Bagi-bagi BBM Gratis Jelang Lebaran

Cek Fakta: Pertamina Bagi-bagi BBM Gratis Jelang Lebaran

News | Rabu, 26 Maret 2025 | 15:47 WIB

Bhima Yudhistira Jelaskan Pengaruh UU TNI Terhadap Anjloknya Ekonomi Indonesia

Bhima Yudhistira Jelaskan Pengaruh UU TNI Terhadap Anjloknya Ekonomi Indonesia

News | Rabu, 26 Maret 2025 | 15:38 WIB

Viral Aparat Diduga Jebak Massa Tolak UU TNI Pakai Mobil Ambulance

Viral Aparat Diduga Jebak Massa Tolak UU TNI Pakai Mobil Ambulance

News | Rabu, 26 Maret 2025 | 15:38 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×