Rocky Gerung Kritik Cara Berpikir Gibran: Kasihan, Dipaksa Naik Kelas

Lintang Siltya Utami

Selasa, 29 April 2025 | 14:29 WIB
Rocky Gerung Kritik Cara Berpikir Gibran: Kasihan, Dipaksa Naik Kelas
Kolase Rocky Gerung dan Gibran Rakabuming. [Suara/Faqih & YouTube]

Suara.com - Akademikus Rocky Gerung kembali menyoroti sikap Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming. Kali ini, perhatiannya tertuju pada salah satu video monolog Gibran Rakabuming yang belakangan ini viral di dunia maya.

Sebagaimana diketahui, Gibran Rakabuming mengunggah video di kanal YouTube pribadinya yang berjudul Generasi Muda, Bonus Demografi dan Masa Depan Indonesia. Namun, tampaknya mayoritas publik memberikan tanggapan negatif perihal konten tersebut.

Dalam video itu sendiri, putra sulung Joko Widodo tersebut berbicara tentang bonus demografi yang akan menguntungkan bangsa Indonesia kelak. Tetapi, publik ramai-ramai mencemooh video tersebut dengan memberikan dislike pada konten tersebut.

Aksi bully warganet terhadap konten video Wakil Presiden Gibran Rakabuming itu turut menyita perhatian Rocky Gerung yang kemudan menyinggung cara berpikir Wapres.

Melalui akun X @V3g3L yang mengunggah ulang cuplikan sebuah video, Rocky Gerung terlihat berbicara sebagai salah satu narasumber di stasiun televisi.

Ia menyinggung ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh Gibran Rakabuming dan mempertanyakan tim di balik pembuatan konten video tersebut. Rocky Gerung juga menyoroti cara membaca Gibran Rakabuming yang terbata-bata.

Sebelumnya, Gibran Rakabuming juga sempat dicemooh publik karena caranya memberikan sambutan. Publik menilai jika Gibran Rakabuming terlihat tidak mempersiapkan sambutannya dengan baik karena terpantau selalu membaca teks.

"Itu pentingnya punya pengetahuan, coba belajar sedikit lah ekonomi one on one, public policy, supaya nggak bicara sesuatu yang keluh kesah kayak surat pembaca. Kan ini memperlihatkan, tim ini harusnya brief Gibran itu. Bayangkan Gibran (sebagai) Wakil Presiden bicara, setelah dia bicara, netizen bully dia dan nggak bisa dijawab. Kenapa? Gugup. Baca teleteks, baca prompter pun terbata-bata," ucap Rocky Gerung.

Lebih lanjut, Rocky Gerung menilai jika Gibran Rakabuming sebenarnya tidak memahami konsep yang ingin disampaikannya, sehingga seolah-olah membuat Gibran Rakabuming terlihat dipaksa untuk berbicara di depan kamera.

baca juga

"Artinya, konsepnya nggak ada di kepala. Kalau konsep ada di kepala, pakai fasilitas apa pun itu akan lancar aja bicara. Seperti yang saya bilang tadi, sayang sekali Pak Wapres ini dipaksa untuk naik kelas yang nggak dia mampu. Itu disuruh ngomong, lama-lama disuruh ngomong human security, disuruh ngomong environment etik, macam-macam, yang akhirnya bolong itu. Kasihan," tambahnya.

Disaksikan pula oleh tim Wapres, Rocky Gerung memberikan saran agar tim Istana membenahi cara berpikir Gibran Rakabuming, sehingga hal itu juga akan memberikan hasil yang bagus pada cara berbicaranya.

"Jadi, saya juga mau membantu, kalian back up betul-betul Pak Gibran itu dengan cara berpikir. Cara berpikirnya dulu, baru cara mengucap. Kalau cara berpikir bagus, cara mengucap itu dengan sendirinya mewakili cara berpikir," sambungnya.

Cuitan itu pun sontak menuai beragam respons dari pengguna X lainnya. Tak sedikit warganet yang setuju dengan pendapat Rocky Gerung.

"Bener banget itu, Bang Rocky Gerung. Cara berpikir kita akan mengalir lewat cara berucap. Lha kalau pikirannya kosong, gimana tuh mengucapkannya. Berkomunikasi bukanlah sekadar baca teks," tulis @mari*******_

"Wapresnya kapasitasnya cuma segitu nggak punya kemampuan, nggak punya latar belakang pendidikan yang jelas," komentar @v4nc*_****

"Tepat sekali seperti anak kecil yang udah bisa baca disuruh baca tentang perekonomian pasti bisa tapi nggak bisa mikir karena anak kecil nggak mampu mikir sampai ke sana," tambah @wong*********

"Sangat relevan apa yang disampaikan Rocky Gerung," sahut @dedy*******

"Materinya saja tidak paham, tidak mengusai dari yang memberikan konsep," timpal @ite*_*******

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Mayjen Komaruddin Simanjuntak? Pertegas Sikap PPAD Soal Desakan Pencopotan Wapres Gibran!

Siapa Mayjen Komaruddin Simanjuntak? Pertegas Sikap PPAD Soal Desakan Pencopotan Wapres Gibran!

News | Selasa, 29 April 2025 | 13:45 WIB

Beda dari Gibran, Ini Kata Anies Baswedan Soal Bonus Demografi: Ada Tekanan Luar Biasa

Beda dari Gibran, Ini Kata Anies Baswedan Soal Bonus Demografi: Ada Tekanan Luar Biasa

News | Selasa, 29 April 2025 | 12:30 WIB

Rocky Gerung Sebut Desakan Pemakzulan Gibran Legal: Yang Tidak Boleh Itu Cawe-Cawe

Rocky Gerung Sebut Desakan Pemakzulan Gibran Legal: Yang Tidak Boleh Itu Cawe-Cawe

News | Selasa, 29 April 2025 | 12:10 WIB

Terkini

Anti Lengket! 5 Lip Matte Ringan yang Nggak Menggumpal dan Bebas Pecah

Anti Lengket! 5 Lip Matte Ringan yang Nggak Menggumpal dan Bebas Pecah

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 17:00 WIB

Sea & OpenAI Hadirkan Regional Codex Hackathon Series di Indonesia untuk Berdayakan Developer Lokal

Sea & OpenAI Hadirkan Regional Codex Hackathon Series di Indonesia untuk Berdayakan Developer Lokal

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:56 WIB

Duo Legenda Timnas Jepang Turun Gunung Latih Srikandi Indonesia di Jakarta

Duo Legenda Timnas Jepang Turun Gunung Latih Srikandi Indonesia di Jakarta

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 16:55 WIB

Jadi Magnet Studi Tiru Kanwil Babel dan Bengkulu, Imigrasi Sumut Beberkan Pesan Penting

Jadi Magnet Studi Tiru Kanwil Babel dan Bengkulu, Imigrasi Sumut Beberkan Pesan Penting

Sumut | Kamis, 17 September 2026 | 16:50 WIB

Cegah Pori Tersumbat! 4 Cleanser Tea Tree Korea untuk Wajah Bebas Bruntusan

Cegah Pori Tersumbat! 4 Cleanser Tea Tree Korea untuk Wajah Bebas Bruntusan

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 16:50 WIB

Apes! Bawa 1 Kg Ganja di Jok Motor, Buronan Pembunuhan di Lampung Akhirnya Dibekuk

Apes! Bawa 1 Kg Ganja di Jok Motor, Buronan Pembunuhan di Lampung Akhirnya Dibekuk

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 16:49 WIB

Eks Kakanwil BPN Bali Resmi Ditahan Polda Bali

Eks Kakanwil BPN Bali Resmi Ditahan Polda Bali

Bali | Kamis, 17 September 2026 | 16:46 WIB

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:45 WIB

Perkuat Ekosistem Transportasi Nasional, Isuzu Tegaskan Komitmen Dukung Sektor Logistik

Perkuat Ekosistem Transportasi Nasional, Isuzu Tegaskan Komitmen Dukung Sektor Logistik

Otomotif | Kamis, 17 September 2026 | 16:45 WIB

Prabowo Ungkap Alasan Bentuk URI, Kumpulkan Lulusan Ber-IQ Tertinggi Jadi Birokrat

Prabowo Ungkap Alasan Bentuk URI, Kumpulkan Lulusan Ber-IQ Tertinggi Jadi Birokrat

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:44 WIB

×