“Saya yakin nggak semua instansi mempunyai kemampuan seperti Balai Kota ini. Maka untuk itu, yang paling penting bukan fasilitas fisiknya, tetapi bagaimana program pengajarannya itu dilakukan,” kata Pramono.
Kebutuhan untuk tempat penitipan anak atau daycare kata Pramono, menjadi hal yang penting. Meski terlihat kecil, dia menilai kehadiran daycare di Balai Kota bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi ibu yang bekerja.
Selain itu, daycare seharusnya juga bisa menjadi jaminan agar anak bisa bersekolah dengan baik.
Untuk itu, dia meminta agar kapasitas tampung di daycare Balai Kota bisa ditambah. Dia menjelaskan sampai saat ini baru ada 20 anak yang dititipkan di daycare tersebut.
Pramono menjelaskan pembiayaan fasilitas daycare di Balai Kota sepenuhnya bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).
“Hanya hal yang menyangkut makanan, minuman dan sebagainya, karena ini sifatnya sekolah, maka itu menjadi kewenangan sepenuhnya dari keluarga,” kata Pramono.