"Pohon beringin ini bukan hanya pohon, tapi simbol naungan, perlindungan, dan keseimbangan. Kita ingin Kemendukbangga/BKKBN menjadi naungan yang teduh bagi keluarga-keluarga Indonesia," tuturnya.
Menurutnya, jika persoalan dalam keluarga bisa diselesaikan, sebagian besar masalah sosial dan ekonomi juga dapat terurai.
"Menjadi pekerjaan rumah kita untuk memastikan bagaimana keluarga berencana itu berjalan, di mana terdapat tiga indikator yaitu mandiri, tenteram, dan bahagia," paparnya.
Ia optimis dengan pendekatan yang lebih segar dan menyentuh akar permasalahan keluarga, program-program kementerian akan lebih berdampak nyata.
"Mari kita bangun budaya baru, yang lebih adaptif, partisipatif, dan fokus pada dampak. Kualitas hidup masyarakat adalah tujuan utama kita," demikian Wihaji.