Jambo, Papa Indo! Kisah Pelatihan Intensif Pasukan Garuda Sebelum Berangkat ke Medan Konflik Kongo

Bangun Santoso, Faqih Fathurrahman

Jum'at, 16 Mei 2025 | 17:57 WIB
Jambo, Papa Indo! Kisah Pelatihan Intensif Pasukan Garuda Sebelum Berangkat ke Medan Konflik Kongo
Suasana latihan berbasis skenario yang dilakukan oleh para prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Indo RDB 39G Monusco di area latihan Pusat Misi Pemeliharan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Jawa Barat, Kamis (15/5/2025). (Suara.com/Faqih)

Suara.com - “Keluar, keluar kamu,” kata sekelompok milisi mengadang laju Pasukan Garuda yang sedang melakukan patroli. Kelompok milisi ini melengkapi diri dengan persenjataan lengkap, termasuk granat peluncur roket (RPG) yang mampu merusak kendaraan lapis baja.

“Tiarap kamu, tiarap. Kami tidak perduli meski kamu jurnalis,” imbuh salah seorang dari kelompok milisi, sembari mengokang senjata laras panjang.

Beredel suara senapan juga terdengar, saat mereka melakukan ancaman saat meminta tebusan, atas sejumlah tentara dan dua orang jurnalis yang disandera.

Hal itu merupakan salah satu bagian dari latihan berbasis skenario yang dilakukan oleh para prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Indo RDB 39G Monusco. Di mana satgas itu bakal diberangkatkan ke Kongo, di area latihan Pusat Misi Pemeliharan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Jawa Barat, Kamis (15/5/2025).

Simulasi ini sengaja dibuat untuk melatih kesiapan prajurit meski harus mendapatkan situasi paling buruk yang bisa saja dihadapi oleh mereka saat misi perdamaian, di wilayah yang sedang berkonflik.

Dalam simulasi ini, ada dua orang jurnalis yang sedang ikut bertugas dalam meliput kondisi di wilayah yang sedang berkonflik bersama pasukan perdamaian.

Dalam skenario itu, mereka semua dijadikan sandera, hingga akhirnya komandan pasukan melakukan negosiasi untuk melepaskan para tawanan.

Biasanya, pasukan milisi meminta tebusan berupa makanan, minuman hingga uang. Uang tersebut digunakan guna pembelian senjata dan amunisi untuk memperkuat kekuatan milisi mereka.

Usai terbebas, tim pun kembali ke barak. Saat perjalan kembali ke barak, pasukan selalu bersiaga, mata mereka pun menatap tajam tiap jengkal wilayah yang dilewati, khawatir kembali terjadi penyergapan.

“Jambo, papa Indo,” sapaan itu selalu terdengar dari warga saat Pasukan Garuda melintas.

Jambo sendiri merupakan kata yang sering digunakan di Republik Demokratik Kongo. Kata tersebut berasal dari bahasa Swali yang memiliki arti hai atau halo.

Sementara, Papa Indo merupakan sebutan warga bagi tentara pria asal Indonesia. Sedangkan tentara wanita yang ikut dikirim biasanya disapa dengan kata Mama Indo.

Di tengah lemparan senyum kepada warga Pasukan Garuda kembali dihadapkan dengan situasi mencekam. Saat pasukan hendak masuk ke markas, ada kelompok separatis lain yang melakukan penyanderaan.

Komandan pasukan kembali harus membuka ruang diskusi kepada pihak milisi, guna mencegah terjadinya korban dari pasukan. Sementara, pasukan lainnya ikut berjaga memantau situasi dengan cara bertiarap di balik gundukan tanah.

Dalam skenario ini, komandan pasukan bersepakat memberikan sejumlah uang agar para sandera terbebas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wabah Misterius Tewaskan 50 Orang di Kongo, Gara-gara Kelelawar?

Wabah Misterius Tewaskan 50 Orang di Kongo, Gara-gara Kelelawar?

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 08:44 WIB

Gejala Mirip Flu, Penyakit Misterius Tewaskan Puluhan Anak di Kongo

Gejala Mirip Flu, Penyakit Misterius Tewaskan Puluhan Anak di Kongo

News | Rabu, 11 Desember 2024 | 11:09 WIB

Timnas Indonesia, Kualifikasi Piala Dunia 2026, dan Satu Poin Sakral yang Tak Kunjung Didapatkan

Timnas Indonesia, Kualifikasi Piala Dunia 2026, dan Satu Poin Sakral yang Tak Kunjung Didapatkan

Your Say | Senin, 18 November 2024 | 15:55 WIB

Tragedi Feri Kongo: 78 Nyawa Melayang, Pemakaman Massal Digelar di Tengah Duka dan Amarah

Tragedi Feri Kongo: 78 Nyawa Melayang, Pemakaman Massal Digelar di Tengah Duka dan Amarah

News | Kamis, 10 Oktober 2024 | 14:29 WIB

Mengenal Pesawat N-219 Nurtanio Buatan Indonesia yang Diborong Kongo

Mengenal Pesawat N-219 Nurtanio Buatan Indonesia yang Diborong Kongo

Lifestyle | Sabtu, 28 September 2024 | 21:58 WIB

Pilu! Ternyata Ini Penyebab Ratusan Narapidana Tewas di Penjara Makala

Pilu! Ternyata Ini Penyebab Ratusan Narapidana Tewas di Penjara Makala

News | Rabu, 04 September 2024 | 19:26 WIB

Hendak Kabur Berjamaah dari Penjara, Ratusan Narapidana Tewas di Kongo

Hendak Kabur Berjamaah dari Penjara, Ratusan Narapidana Tewas di Kongo

News | Rabu, 04 September 2024 | 01:05 WIB

Terkini

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:19 WIB

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:53 WIB

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:04 WIB

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:45 WIB

Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus

Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:34 WIB