Video Lama Jokowi dan Kasmudjo Soal Pembimbing Skripsi Viral, Rismon Sianipar: Menipu Publik!

Dinda Rachmawati

Minggu, 18 Mei 2025 | 12:23 WIB
Video Lama Jokowi dan Kasmudjo Soal Pembimbing Skripsi Viral, Rismon Sianipar: Menipu Publik!
Jokowi bersama Kasmudjo, Dosen yang Disebut Pembimbing Skripsinya di UGM (instagram)

Suara.com - Sebuah potongan video lama Presiden Joko Widodo yang mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbingnya, Kasmudjo, pada sebuah momen di tahun 2017, kembali menjadi sorotan publik setelah diangkat ulang oleh ahli forensik Rismon Sianipar melalui akun X miliknya. 

Unggahan tersebut kembali menyulut diskusi seputar validitas ijazah Jokowi, yang sebelumnya sempat menjadi polemik nasional.

Dalam video yang beredar, Jokowi tampak berdiri di samping Kasmudjo dan menyampaikan ucapan terima kasihnya dengan hangat, sembari mengenang proses penyusunan skripsinya di jurusan Teknologi Kayu, Fakultas Kehutanan UGM.

"Makasih karena bimbingan bapak di jurusan teknologi kayu, saya bisa menyelesaikan skripsi saya meskipun saya lupa juga bolak baliknya berapa kali. Mana begitu maju, dibentak, balik, lho galak sekali. Tapi sekarang alhamdulillah atas bimbingan pak Kasmudjo," ujar Jokowi saat itu.

Namun, pernyataan itu tampaknya bertentangan dengan pengakuan Kasmudjo sendiri yang belakangan justru menyatakan bahwa dirinya bukanlah dosen pembimbing skripsi Jokowi, melainkan hanya pembimbing akademik.

"Saya tidak membimbing (skripsi), tidak mengetahui, tidak ada prosesnya, karena pembimbingnya itu Prof. Sumitro," tegas Kasmudjo saat diwawancarai media di kediamannya di Sleman, Yogyakarta, pada 14 Mei lalu. 

Ia menambahkan bahwa dirinya bahkan belum pernah melihat ijazah Jokowi secara langsung, sehingga merasa tidak bisa memberikan komentar lebih jauh mengenai keasliannya.

Pernyataan ini pun diperkuat oleh Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta. Menurutnya, Kasmudjo saat itu memang masih berstatus sebagai asisten ahli (golongan IIIb) dan belum memiliki wewenang penuh untuk membimbing skripsi mahasiswa. 

"Nama jabatan pertama masuk dosen setelah CPNS dan memenuhi syarat, itu asisten ahli," jelasnya.

baca juga

Melalui unggahan videonya, Rismon Sianipar menyindir keras pernyataan Jokowi di tahun 2017 yang dianggapnya sebagai bentuk kebohongan publik. Ia menulis:

"Kasmudjo mengungkap saat Jokowi kuliah tahun 1980-1985, dia masih menjadi dosen golongan IIIb atau asisten dosen, sehingga belum boleh mengajar langsung dan hanya diperkenankan memberikan pendampingan kepada mahasiswa. BERARTI, di 2017 JOKOWI TELAH MENIPU PUBLIK!," tulisnya.

Unggahan ini pun dengan cepat viral dan memicu beragam reaksi netizen. Ada yang menyayangkan pernyataan Jokowi di masa lalu, sementara yang lain mencoba memberi sudut pandang alternatif.

Pengguna @tuk**** menulis, "Bukankah ini kontradiktif bang: dahulu @jokowi memperkenalkan beliau sebagai dospemnya dan beliau meng iya kan, tetapi mengapa saat ini pak Kasmudjo mengaku hanya sbg asdos. Jadi siapa yg bohong dlm hal ini?."

Namun, tidak semua melihatnya sebagai bentuk kebohongan. Akun @sin**** mencoba memberi penjelasan lebih lunak, "Lebih tepatnya Bapak Kasmudjo adalah mentor nya Pak Jokowi, seseorang yang meninggalkan kesan yang mendalam saat pak Jokowi sedang berproses di UGM."

Komentar serupa juga datang dari @agn**** yang mempertanyakan kemungkinan pembohongan publik.

"Dengan adanya pengakuan terbaru bapak Kasmudjo bahwa beliau saat itu hanya sebagai asisten dosen, apakah @jokowi bisa disebut melakukan pembohongan publik pada tahun 2017 ketika dia memperkenalkan ke khalayak umum bahwa pak Kasmudjo sebagai dosen pembimbingnya?," kata akun itu.

Namun, sebagian netizen justru melihat hal ini sebagai pengalihan isu semata dan membela Presiden Jokowi.

Pengguna @oki**** menuliskan, "Kasmudjo bilang Jokowi masuk tahun 80 dan lulus tahun 85. Artinya apa, ya Jokowi pernah kuliah dan lulus dari UGM. Masak sih lu maksa orang harus percaya elu, dari pada percaya dosen dan kampus yg mengeluarkan ijazah?"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Kans Jokowi Jadi Ketum PSI, Golkar Ogah Kecewa: Kita Sudah Belajar Realitas Politik yang Ada

Soal Kans Jokowi Jadi Ketum PSI, Golkar Ogah Kecewa: Kita Sudah Belajar Realitas Politik yang Ada

News | Sabtu, 17 Mei 2025 | 19:04 WIB

Megawati Sarankan Jokowi Tunjukkan Ijazah, Idrus Golkar: yang Mudah Jangan Dipersulit

Megawati Sarankan Jokowi Tunjukkan Ijazah, Idrus Golkar: yang Mudah Jangan Dipersulit

News | Sabtu, 17 Mei 2025 | 18:48 WIB

Jokowi Disebut Punya Kans Pimpin PSI, Djarot PDIP: Kita Nggak Ngurus, Kan Sudah Dipecat

Jokowi Disebut Punya Kans Pimpin PSI, Djarot PDIP: Kita Nggak Ngurus, Kan Sudah Dipecat

News | Jum'at, 16 Mei 2025 | 21:45 WIB

Terkini

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Teroris di Enam Provinsi, Termasuk Riau

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Teroris di Enam Provinsi, Termasuk Riau

Riau | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:49 WIB

×