Sri Mulyani Kritik SDM Indonesia Rendah, Pendidikan dan Budaya Kerja Jadi Biangkerok?

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Selasa, 20 Mei 2025 | 18:51 WIB
Sri Mulyani Kritik SDM Indonesia Rendah, Pendidikan dan Budaya Kerja Jadi Biangkerok?
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Ia mengungkapkan kekecewaannya mengenai sumber daya manusia Indonesia yang masih lemah (Suara.com/Lilis Varwati)

Suara.com - Pernyataan Menteri Keuangan (Menkkeu) Sri Mulyani tentang lemahnya daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia di industri global bukan sekadar kritik kosong.

Konsultan karir sekaligus pengamat pendidikan Ina Liem menilai bahwa pernyataan Sri Mulyani memang menunjukan persoalan mendasar.

Ia mengemukakan bahwa pendidikan Indonesia belum sungguh-sungguh mempersiapkan generasi yang siap bersaing di dunia internasional.

Meskipun saat ini sudah ada orang Indonesia yang berkarir di luar negeri, menurut Ina, jumlahnya masih kalah dari negara-negara tetangga. Ia kemudian mengidentifikasi bahwa kondisi itu berkaitan dengan kualitas pendidikan dalam negeri.

"Hubungan dengan pendidikan ya pasti. Karena pendidikan itu mengarahkan, menyiapkan SDM unggul. Unggul itu zaman sekarang sudah global, jadi nggak bisa hanya bersaing secara lokal," kata Ina kepada Suara.com dihubungi Selasa 20 Mei 2025.

Lantaran itu, ia menilai wajar apabila daya saing sumber daya manusia Indonesia di kancah internasional tidak menonjol.

"Jadi kalau dibandingkan dengan dunia internasional, menurut saya sih kita memang lemah di masalah teknis, tapi juga masalah soft skills," ujarnya.

Kemudian, Ina menyoroti dua aspek utama yang membuat SDM Indonesia kalah bersaing, yakni kompetensi teknis dan kemampuan soft skills.

Secara teknis, menurutnya, SDM Indonesia dinilai masih tertinggal dalam penguasaan teknologi.

baca juga

Selain itu juga tertinggal dalam jurusan pendidikan, terutama di bidang sains.

Sementara negara-negara lain di dunia sudah berbicara tentang isu-isu besar seperti Sustainable Development Goals (SDGs).

Ironinya, Indonesia hingga kini belum memiliki program S1 Sustainability Studies, yang baru tersedia justru di jenjang S2.

Hal lain yang juga ditekankan oleh Ina juga terkait dengan profesionalisme kerja yang sebenarnya turut disorot secara global.

"Yang pertama profesionalisme, wah ini kita masih lemah. Budaya kerja kita itu masih belum berbasis output ya. Sama-sama kerja 8 jam itu dianggap sudah kerja keras, padahal dalam waktu yang sama 8 jam, mungkin orang India bisa melakukan hal yang lebih dibandingkan kita," tuturnya.

Lebih jauh, menurut Ina, persoalan mengenai masalah integritas juga disebut sebagai hambatan besar.

Ina menilai masih banyak toleransi terhadap pelanggaran etika di tempat kerja, yang pada akhirnya memengaruhi kepercayaan dunia internasional terhadap tenaga kerja Indonesia.

“Masalah trust itu penting. Jangan bicara soal kerja di luar negeri dulu deh. Untuk dipercaya saja masih susah kalau etikanya belum kuat,” ujarnya.

Menutup pandangannya, Ina Liem menekankan bahwa membangun SDM unggul bukan perkara individu semata, melainkan butuh reformasi sistem pendidikan dan budaya kerja secara lintas lembaga pemerintah juga masyarakat.

Sebelumnya diberitakan, Sri Mulyani mengungkapkan keprihatinannya atas minimnya representasi SDM Indonesia di panggung kerja internasional, khususnya dalam institusi keuangan Islam global.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara Sarasehan Ekonom Islam Indonesia 'Refleksi Peran IAEI dalam Pembangunan Ekonomi Nasional 'yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Kamis 15 Mei 2025.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani memberikan contoh konkret, yaitu minimnya warga negara Indonesia yang menduduki posisi penting di Islamic Development Bank (IsDB), sebuah lembaga keuangan Islam internasional terkemuka.

Padahal, Indonesia merupakan salah satu pemegang saham terbesar di IsDB, menduduki posisi ketiga tertinggi.

Ilustrasi sekolah swasta- Pemprov DKI Jakarta mengkaji agar sekolah swasta gratis. [Istimewa]
Ilustrasi sekolah. Persoalan sumber daya manusia masih menjadi sorotan. [Istimewa]

"SDM-nya tidak ada satupun Vice President dari Islamic Development Bank dari Indonesia yang merupakan negara muslim terbesar di dunia tidak ada di dalam senior management professional," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani menekankan bahwa permasalahan ini bukan sekadar soal kurangnya kesempatan, tetapi lebih kepada kualitas SDM Indonesia yang belum mampu bersaing secara global.

Ia juga menyoroti beberapa faktor krusial yang menjadi penghambat, antara lain kompetensi teknis yang belum memadai, kemampuan berbahasa Arab yang minim, dan jaringan (networking) internasional yang lemah.

"Banyak tantangan kita dan ini harus menjadi PR bagi kita apakah kompetensi, apakah kemampuan berbahasa Arab, apakah kemampuan networking," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Ungkap Program Efisiensi Anggaran Prabowo Berlanjut Hingga 2026

Sri Mulyani Ungkap Program Efisiensi Anggaran Prabowo Berlanjut Hingga 2026

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 14:07 WIB

Bikin Tidur Tak Nyenyak, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Makin Suram

Bikin Tidur Tak Nyenyak, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Makin Suram

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 12:57 WIB

Menkeu Sri Mulyani Ungkapkan Rasa Kecewa

Menkeu Sri Mulyani Ungkapkan Rasa Kecewa

Bisnis | Kamis, 15 Mei 2025 | 16:23 WIB

Terkini

Polusi Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk Dunia Pagi Ini

Polusi Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk Dunia Pagi Ini

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:21 WIB

Innalillahi, Guruh Soekarnoputra Berpulang

Innalillahi, Guruh Soekarnoputra Berpulang

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:18 WIB

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia Pagi Ini

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia Pagi Ini

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 07:13 WIB

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:04 WIB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:57 WIB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:48 WIB

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 06:40 WIB

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:31 WIB

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

×