Ketua BGN Sarankan Pesantren Wajibkan Santri Tanam Sayur-Buah Sendiri untuk Dukung MBG

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Senin, 26 Mei 2025 | 17:21 WIB
Ketua BGN Sarankan Pesantren Wajibkan Santri Tanam Sayur-Buah Sendiri untuk Dukung MBG
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat memberi keterangan pada wartawan di Sleman, Kamis (8/5/2025). [Hiskia/Suarajogja]

Suara.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengusulkan agar para santri yang menjadi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan bahan baku harian dengan menanam sendiri sayur dan buah secara kolektif.

Usulan itu ia sampaikan saat peluncuran seribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di lingkungan pesantren Jawa Timur.

Dadan mengatakan, kalau kebutuhan bahan baku untuk satu dapur MBG sangat besar dan rutin, sehingga harus disiapkan secara sistematis. Ia memberi contoh bahwa sekali masak, dapur MBG membutuhkan sekitar 300 kilogram sayuran, 350 kilogram buah, dan 450 liter susu.

Untuk itu, Dadan menyarankan pesantren membentuk kelompok-kelompok santri yang bertugas menanam jenis sayur berbeda setiap harinya agar suplai bahan tetap tersedia.

"Bisa saja santri nanti diwajibkan menanam sayur per kelompok. Misalnya Senin tanam bayam, Selasa tanam kangkung, kemudian Rabu tanam caisim, kemudian Kamis tanam terong, Jumat tanam brokoli," saran Dadan saat sambutan acara peluncuran 1.000 dapur MBG di pesantren wilayah Jawa Timur secara virtual, Senin (26/5/2025).

Dadan menyebutkan kalau dari 82,9 juta anak yang ditargetkan menerima MBG, 5 juta di antaranya merupakan santri. Saat ini baru ada 142 SPPG untuk pesantren yang telah dimulai. Sehingga baru melayani sekitar 65 persen jumlah santri yang mendapatkan MBG.

"InsyaAllah, seluruh penerimaan manfaat akan kita kejar di akhir 2025," katanya.

Dadan juga menegaskan bahwa para santri sebenarnya pasar baru yang besar dalam ekosistem pertanian dan pangan lokal. Hanya saja selama ini belum ada program yang mengonsolidasi kebutuhan sebesar MBG secara langsung dan terfokus.

Selain sayuran dan buah, Dadan juga menyoroti kebutuhan susu yang tinggi dalam program MBG. Ia memperkirakan satu dapur MBG butuh 450 liter susu per hari. Artinya dibutuhkan setidaknya 45–50 ekor sapi per lokasi untuk mencukupi kebutuhan susu.

baca juga

Hal itu juga membuka peluang integrasi peternakan dalam lingkungan pesantren dan kerja sama dengan warga sekitar.

"Sekarang satu ekor sapi bisa diperas susunya 10 liter untuk sapi rakyat. Kalau sapi yang dibuat profesional itu 30 liter. Jadi untuk bisa menghasilkan 450 liter susu, maka butuh sapi 45 atau 50. Jadi harus ada sapi di sekitar pesantren itu sampai 50," katanya.

Ia menambahkan bahwa susu tersebut akan langsung diserap oleh dapur MBG, sehingga menciptakan rantai pasok lokal yang berkelanjutan dan memberdayakan komunitas pesantren serta masyarakat di sekitarnya.

Saran itu menurutnya bukan bukan dilakukan. Karena saat perjalanan di Kabupaten Bangkalan, Dadan mengaku kalau dirinya melihat masih banyak lahan kosong yang belum dimanfaatkan.

Ia menyarankan agar seluruh lahan yang ada dapat difungsikan sebagai kebun sayur atau peternakan kecil untuk mendukung dapur MBG di pesantren dan sekolah keagamaan.

Sebagai contoh, Kabupaten Bangkalan ditargetkan memiliki 118 satuan pelayanan pemenuhan gizi, namun saat ini baru dua yang tersedia. Dadan menyebut pembangunan sisanya bisa dilakukan lewat kemitraan dengan berbagai pihak, mulai dari BMT koperasi, Badan Gizi, hingga lembaga negara seperti TNI, Polri, atau Kejaksaan.

"118 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Bangkalan harus ada tahun ini. Dan itu akan membutuhkan bahan baku yang cukup besar. Segala lahan yang kiri, kanan kosong itu bisa diakalin untuk bisa tanam sayur, melihara ternak, dan lain-lain. Dan saya yakin sekarang sangat mudah," ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Putus, Fadi Alaydrus Akui Sakitin Naura Ayu Hingga Bikin Keluarga Kecewa

Putus, Fadi Alaydrus Akui Sakitin Naura Ayu Hingga Bikin Keluarga Kecewa

Entertainment | Senin, 26 Mei 2025 | 16:46 WIB

Klaim Siswa Penerima MBG Bisa Tumbuh Tinggi 180 cm, Kepala BGN: Sudah Terbukti 2 Anak Saya di Rumah

Klaim Siswa Penerima MBG Bisa Tumbuh Tinggi 180 cm, Kepala BGN: Sudah Terbukti 2 Anak Saya di Rumah

News | Senin, 26 Mei 2025 | 16:32 WIB

Sepanjang Mei, Anggaran MBG Sudah Sedot Anggaran Rp631 Miliar

Sepanjang Mei, Anggaran MBG Sudah Sedot Anggaran Rp631 Miliar

Bisnis | Jum'at, 23 Mei 2025 | 17:42 WIB

Pengamat Sebut Program MBG Kurangi Pengganguran dan Genjot Ekonomi RI

Pengamat Sebut Program MBG Kurangi Pengganguran dan Genjot Ekonomi RI

Bisnis | Jum'at, 23 Mei 2025 | 13:14 WIB

Kepala BGN Buka Suara Soal Kabar Raffi Ahmad Terlibat Dapur Makan Bergizi Gratis

Kepala BGN Buka Suara Soal Kabar Raffi Ahmad Terlibat Dapur Makan Bergizi Gratis

Video | Sabtu, 24 Mei 2025 | 13:18 WIB

Hashim Bilang Tak Ada Paksaan Ikut Program MBG, BGN Sediakan Alternatif Lain Sebagai Ganti?

Hashim Bilang Tak Ada Paksaan Ikut Program MBG, BGN Sediakan Alternatif Lain Sebagai Ganti?

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 11:29 WIB

Raffi Ahmad Terlibat Dapur Makan Bergizi Gratis? Kepala BGN Pastikan Hal Ini

Raffi Ahmad Terlibat Dapur Makan Bergizi Gratis? Kepala BGN Pastikan Hal Ini

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 08:33 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Dapat BSU 2026 Rp900 Ribu? Begini Penjelasannya

Bagaimana Cara Dapat BSU 2026 Rp900 Ribu? Begini Penjelasannya

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:14 WIB

Tips agar Kuku Tidak Mudah Patah, Lakukan 7 Kebiasaan Ini

Tips agar Kuku Tidak Mudah Patah, Lakukan 7 Kebiasaan Ini

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:09 WIB

Restoran Thailand Lebih Populer di Luar Negeri Dibanding Indonesia, Apa Sebabnya?

Restoran Thailand Lebih Populer di Luar Negeri Dibanding Indonesia, Apa Sebabnya?

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Viral Alasan Tolak Karaoke Demak Ditutup, Bos: Neraka Siapa yang Isi?

Viral Alasan Tolak Karaoke Demak Ditutup, Bos: Neraka Siapa yang Isi?

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Ada Arahan Penting? Prabowo Kumpulkan 800 Jenderal TNI dan Polri di Istana Pagi Ini

Ada Arahan Penting? Prabowo Kumpulkan 800 Jenderal TNI dan Polri di Istana Pagi Ini

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:04 WIB

Post-Graduation Slump: Hilang Arah karena Rutinitas Berubah setelah Kuliah

Post-Graduation Slump: Hilang Arah karena Rutinitas Berubah setelah Kuliah

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Dampak Putusan MK: Peluang Gibran Maju Pilpres 2029 Terkunci, Kecuali Ikut Paket C

Dampak Putusan MK: Peluang Gibran Maju Pilpres 2029 Terkunci, Kecuali Ikut Paket C

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:51 WIB

Rupiah Dibuka Berotot, Mayoritas Mata Uang Asia Melemah

Rupiah Dibuka Berotot, Mayoritas Mata Uang Asia Melemah

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Seskab Klaim 18 Stadion Dibangun dan Direnovasi di Pemerintahan Prabowo, Benarkah? Cek Faktanya

Seskab Klaim 18 Stadion Dibangun dan Direnovasi di Pemerintahan Prabowo, Benarkah? Cek Faktanya

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:46 WIB

Kenapa Anggun C Sasmi Tak Lagi Jadi WNI? Ini Alasannya Pindah Warga Negara

Kenapa Anggun C Sasmi Tak Lagi Jadi WNI? Ini Alasannya Pindah Warga Negara

Entertainment | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:37 WIB

×