Bukan Sekadar Tempat Rekreasi, Hutan Kota Juga Bisa Jadi Solusi Cerdas Atasi Banjir

M. Reza Sulaiman

Selasa, 27 Mei 2025 | 11:09 WIB
Bukan Sekadar Tempat Rekreasi, Hutan Kota Juga Bisa Jadi Solusi Cerdas Atasi Banjir
Ilustrasi hutan kota dan ruang terbuka hijau (RTH). (Photo by Polina Tankilevitch/Pexels)

Suara.com - Ruang terbuka hijau (RTH) dan hutan kota bisa jadi solusi mengatasi banjir perkotaan yang terjadi, berdasarkan riset terbaru dari Jerman.

Hal ini membuka ruang untuk solusi baru terkait banjir perkotaan di Indonesia, yang baru-baru ini terjadi di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Kali ini, luapan Sungai Kali Jombang yang melintasi Jalan Trunojoyo kembali merendam rumah-rumah warga di Kelurahan Patemon dan Desa Laden, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah utara kota.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan pun bergerak cepat dengan menggandeng Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk mengatasi permasalahan tersebut secara menyeluruh.

"Ini sebagai bentuk kepedulian Pemprov Jatim dalam berupaya menekan risiko banjir perkotaan yang selama ini menjadi persoalan di kabupaten ini," kata Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto, melansir ANTARA, Selasa (27/5/2025).

Pengerukan Sungai Kali Jombang menjadi langkah awal. Menurut Sukriyanto, permintaan bantuan dari Pemkab disambut cepat oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang bahkan turun langsung meninjau proses pengerukan. Ia menyatakan kesiapan membantu menyelesaikan masalah banjir yang kerap terjadi. Tak hanya soal pengerukan, setidaknya 14 item perbaikan diajukan, termasuk pembangunan pintu air dan perbaikan drainase.

Hutan Kota Bisa Jadi Solusi Mencegah Banjir

Meski respons pemerintah patut diapresiasi, penanganan banjir sejatinya tak cukup hanya bersandar pada rekayasa infrastruktur. Perlu pendekatan yang lebih berkelanjutan dan berpandangan ke depan. Dalam konteks ini, hasil riset dari Jerman dapat menjadi referensi berharga.

Melalui proyek FutureBioCity dan GrüneLunge, tim peneliti dari Karlsruhe Institute of Technology (KIT), Jerman, menemukan bahwa ruang terbuka hijau (RTH) dan hutan kota bukan hanya berfungsi estetis atau sebagai tempat rekreasi, tetapi juga memainkan peran krusial dalam mengatasi tantangan lingkungan kota, termasuk banjir dan gelombang panas.

"Kami meneliti seberapa banyak pohon tambahan di kota dapat membantu mengurangi banjir dalam peristiwa hujan ekstrem dengan memperlambat aliran air yang mengalir," jelas Dr. Somidh Saha, pemimpin proyek penelitian tersebut, melansir EurekAlert!.

baca juga

Dengan menggunakan simulasi lima tahun di kota Karlsruhe, tim menemukan bahwa menambah pohon hingga 30 persen mampu mengurangi limpasan air hujan sebesar 58 persen dan menurunkan jumlah jam paparan panas ekstrem hingga 64 persen.

Ini membuktikan bahwa hutan kota dan taman bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari sistem mitigasi iklim dan manajemen bencana yang efektif.

Lebih jauh, penelitian ini juga menunjukkan bahwa keragaman spesies pohon dalam RTH meningkatkan kenyamanan dan kesehatan masyarakat.

"Ini menunjukkan bahwa taman-taman masa depan sebaiknya dirancang seberagam dan sealami mungkin agar menarik bagi masyarakat," kata Saha.

Bila dikaitkan dengan kasus banjir di Pamekasan, hasil riset ini membuka cakrawala baru. Pengerukan dan perbaikan drainase memang langkah krusial dalam jangka pendek.

Namun, untuk jangka panjang, Pemkab Pamekasan dapat mempertimbangkan pembangunan dan revitalisasi ruang terbuka hijau yang beragam dan padat pepohonan sebagai bagian dari strategi adaptasi iklim.

Langkah tersebut bisa dimulai dengan meninjau kembali tata ruang kota dan memperluas zona hijau, terutama di wilayah padat permukiman yang rentan banjir.

Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah, masyarakat, dan dukungan riset ilmiah, pembangunan ruang hijau bukan hanya mempercantik kota, tetapi juga memperkuat ketahanan terhadap bencana.

Upaya konstruktif seperti ini memberi harapan bahwa krisis rutin seperti banjir bisa diubah menjadi momentum perbaikan tata kota yang lebih sehat, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Kota yang resilien bukan hanya yang mampu pulih dari bencana, tetapi yang mampu mencegahnya sejak awal—dengan bantuan pohon, air hujan, dan ilmu pengetahuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resmikan Rumah Pompa Sunter Senilai Rp80 M, Pramono Janji Tambah Lagi di 13 Titik: Di Mana Saja?

Resmikan Rumah Pompa Sunter Senilai Rp80 M, Pramono Janji Tambah Lagi di 13 Titik: Di Mana Saja?

News | Senin, 26 Mei 2025 | 18:30 WIB

Dramatis! Begini Kondisi Pelabuhan Tanjung Emas Usai Tembok Penahan Laut Jebol Diterjang Air Pasang

Dramatis! Begini Kondisi Pelabuhan Tanjung Emas Usai Tembok Penahan Laut Jebol Diterjang Air Pasang

Video | Minggu, 25 Mei 2025 | 11:34 WIB

Bencana Hidrometeorologi Mengintai: Ini 4 Ancaman yang Wajib Anda Ketahui dan Cara Menghadapinya

Bencana Hidrometeorologi Mengintai: Ini 4 Ancaman yang Wajib Anda Ketahui dan Cara Menghadapinya

News | Jum'at, 23 Mei 2025 | 18:16 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×