UMKM Disabilitas Melampaui Batas Menembus Dunia Lewat Platform Digital

Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Sabtu, 31 Mei 2025 | 17:22 WIB
UMKM Disabilitas Melampaui Batas Menembus Dunia Lewat Platform Digital
Perajin batik tulis disabilitas dari Difabel Zone (Suara.com/Chyntia Sami)

Suara.com - Dulu diremehkan, kini produknya hadir di luar negeri. UMKM disabilitas mampu bertahan hingga menembus pasar internasional dengan kekuatan platform digital. Inilah kisah perjuangan, transformasi, dan keberhasilan sebuah UMKM inklusif dari Yogyakarta.

-

Penyandang disabilitas seringkali mendapatkan stigma buruk di masyarakat. Mereka kerap dianggap memiliki keterbatasan yang menghalangi produktivitas, tetapi kenyataannya dengan dukungan yang tepat, mereka mampu melampaui batas yang diciptakan oleh masyarakat. Hal ini yang dibuktikan oleh ABC Woodentoys, sebuah usaha mainan kayu edukatif asal Yogyakarta yang berhasil menembus pasar internasional berkat tangan-tangan bertalenta penyandang disabilitas serta pemanfaatan platform digital.

ABC Woodentoys berdiri bukan hanya sebagai bisnis, tetapi sebagai gerakan inklusif yang membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan mandiri. Pendiri ABC Woodentoys, Rita Indriana mengatakan, sejak awal ABC Woodentoys memiliki visi yang jelas, yakni menciptakan lapangan kerja bagi mereka yang kerap terpinggirkan.

Saat berbincang dengan Suara.com pada akhir Maret 2025, Rita mengaku sempat mengabdikan diri menjadi guru PAUD di Yogyakarta sebelum mulai mengembangkan bisnis mainan edukasi. Sementara itu, suaminya adalah seorang guru di sebuah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Bantul. Ia prihatin dengan temuan di lapangan banyak penyandang disabilitas lulusan SLB tidak bisa mendapatkan kesempatan kerja karena keterbatasan yang dimiliki.

Kondisi yang ditemui Rita sejalan dengan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2020, terdapat 17,95 juta penduduk penyandang disabilitas berusia kerja (15 tahun ke atas), atau sekitar 8,8 persen dari total penduduk usia kerja. Namun, hanya 7,68 juta orang atau 5,98 persen dari total penduduk yang bekerja. Ironisnya, angka ini justru mengalami penurunan mencapai 20,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Mereka terdiri atas pekerja laki-laki sebanyak 57,73 persen dan pekerja perempuan sebanyak 42,27 persen. Dilihat dari tempat tinggal, pekerja disabilitas lebih banyak tinggal di pedesaan, yakni sebesar 55,74 persen, sementara pekerja yang tinggal di kota hanya 44,26 persen.

Angka pengangguran disabilitas menurut tingkat pendidikan (ILO/Suara.com)
Angka pengangguran disabilitas menurut tingkat pendidikan (ILO/Suara.com)

Padahal, saat ini Indonesia berada di fase puncak bonus demografi, sebuah fase ketika penduduk usia produktif mendominasi populasi sehingga dapat memberikan keuntungan ekonomi. Tidak hanya penduduk non disabilitas usia produktif saja yang mendominasi populasi, penyandang disabilitas usia produktif juga menjadi bagian penting dari kelompok tersebut.

Merujuk data dari ‘Buku Penduduk Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045’ yang dikeluarkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Kementerian PPN/Bappenas), diperkirakan ada 50 ribu bayi penyandang disabilitas dari total 4,56 juta bayi yang lahir tahun 2024. Mereka akan tumbuh menjadi individu yang berpotensi besar di masa depan jika diberikan akses dan peluang yang setara.

Keresahan ini yang membuat hati Rita tergerak. Pada tahun 2003, ia dan suami sepakat membangun bisnis untuk memberdayakan para penyandang disabilitas khususnya usia produktif. Rita memilih mainan sebagai objek bisnisnya karena ia melihat masih sedikit UMKM lokal yang memproduksi mainan.

Berawal dari produksi mainan puzzle ketangkasan, ABC Woodentoys kini terus berkembang menjual berbagai jenis mainan edukatif yang telah mengantongi sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Tidak hanya itu, bahan baku kayu yang digunakan juga dipilih secara ketat melalui Sistem Verifikasi Legalitas Kayu untuk memastikan legalitas dan kualitas kayu. Semua produk unggulan ABC Woodentoys dikerjakan oleh pekerja penyandang disabilitas.

“Penyandang disabilitas bisa dan mampu. Walaupun punya keterbatasan, mereka memiliki kelebihan yang bisa dikembangkan mungkin dari sisi kriya, boga atau desain grafis, pasti mereka punya skill yang dimiliki dan bisa dikembangkan talentanya,” ujar Rita.

Melesat ke Pasar Internasional dengan Platform Digital

Sudah 22 tahun berlalu, ABC Woodentoys kini telah menguasai pasar domestik hingga merambah ke pasar internasional. Saat ini ABC Woodentoys memiliki lebih dari 100 reseller dan 10 titik konsinyasi di Yogyakarta. Titik balik bisnis ini terjadi ketika memasuki dunia digital.

Pada tahun 2018, Rita mulai memanfaatkan platform digital Shopee untuk memasarkan produknya. Langkah ini terbukti membawa perubahan signifikan. Saat pagebluk COVID-19 melumpuhkan banyak usaha, ABC Woodentoys justru mengalami lonjakan permintaan berkat bantuan Shopee dan strategi pemasaran digital yang efektif. Produk-produk mereka sukses menembus pasar luar negeri, seperti Singapura dan Australia.

Pemilik ABC Woodentoys, Rita Indriana, menunjukkan produk mainan anak di showroom ABC Woodentoys yang berlokasi di Gendeng GK IV / 598 A, Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta, Selasa (17/9/2024). (Suara.com/Rima Sekarani I.N.)
Pemilik ABC Woodentoys, Rita Indriana, menunjukkan produk mainan anak di showroom ABC Woodentoys yang berlokasi di Gendeng GK IV / 598 A, Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta (Suara.com/Rima Sekarani I.N.)

Tidak hanya bertahan, ABC Woodentoys semakin berkembang pesat. Dalam waktu singkat mereka berhasil meraih status star seller dengan pendapatan mencapai ratusan juta rupiah. Pencapaian ini semakin memperkuat misi sosial mereka dalam menciptakan lapangan kerja bagi penyandang disabilitas.

Untuk memenuhi produksi mainan berkualitas, Rita dibantu oleh 10 pekerja, tiga pekerja di antaranya memiliki berbagai latar belakang disabilitas, mulai dari grahita, tuli hingga wicara. Mereka mendapatkan hak yang sama seperti pekerja lainnya, termasuk jaminan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Mereka memiliki perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, hingga Jaminan Pensiun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRI Optimistis Perkuat Ekonomi UMKM di Tahun 2026, Ini Strateginya

BRI Optimistis Perkuat Ekonomi UMKM di Tahun 2026, Ini Strateginya

Bri | Jum'at, 24 April 2026 | 19:39 WIB

BRI Bina Lebih dari 43 Ribu Klaster Usaha hingga Lewat 'Klasterku Hidupku'

BRI Bina Lebih dari 43 Ribu Klaster Usaha hingga Lewat 'Klasterku Hidupku'

Bri | Jum'at, 24 April 2026 | 19:15 WIB

Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar

Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:42 WIB

GrabModal Kucurkan Rp6 Triliun untuk 445 Ribu UMKM dan Driver

GrabModal Kucurkan Rp6 Triliun untuk 445 Ribu UMKM dan Driver

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 08:30 WIB

BRI Kudus Perkuat Ekosistem UMKM, Pastikan Debitur KUR Terlindungi Jaminan

BRI Kudus Perkuat Ekosistem UMKM, Pastikan Debitur KUR Terlindungi Jaminan

Bri | Kamis, 23 April 2026 | 21:21 WIB

Kisah Inspiratif Perempuan Desa Pelapis, Ubah Musim Paceklik Jadi Cuan Lewat UMKM Ikan

Kisah Inspiratif Perempuan Desa Pelapis, Ubah Musim Paceklik Jadi Cuan Lewat UMKM Ikan

News | Rabu, 22 April 2026 | 20:58 WIB

TikTok Shop dan Tokopedia Latih UMKM Perempuan, Rahasia Jualan Online Laris di Era Digital

TikTok Shop dan Tokopedia Latih UMKM Perempuan, Rahasia Jualan Online Laris di Era Digital

Tekno | Rabu, 22 April 2026 | 18:26 WIB

Pelindo Group Buka Jalan UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital

Pelindo Group Buka Jalan UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Bahan Baku Plastik Selangit, Wamendag Minta UMKM Putar Otak Cari Alternatif

Harga Bahan Baku Plastik Selangit, Wamendag Minta UMKM Putar Otak Cari Alternatif

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 13:36 WIB

PPN Naik, UMKM Diuji: Disuruh Kuat atau Dibiarkan Sekarat?

PPN Naik, UMKM Diuji: Disuruh Kuat atau Dibiarkan Sekarat?

Your Say | Rabu, 22 April 2026 | 10:36 WIB

Terkini

Cara Mudah Membuat Nama dari Your Name In Landsat NASA Secara Gratis

Cara Mudah Membuat Nama dari Your Name In Landsat NASA Secara Gratis

News | Sabtu, 25 April 2026 | 07:29 WIB

Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran

Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran

News | Sabtu, 25 April 2026 | 07:16 WIB

Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai

Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai

News | Sabtu, 25 April 2026 | 07:06 WIB

Italia Ganti Patung Yesus yang Dirusak Tentara Israel di Lebanon

Italia Ganti Patung Yesus yang Dirusak Tentara Israel di Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 06:57 WIB

Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina

Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina

News | Sabtu, 25 April 2026 | 06:34 WIB

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

News | Sabtu, 25 April 2026 | 00:02 WIB

Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti

Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:59 WIB

YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil

YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:55 WIB

UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial

UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:00 WIB

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

News | Jum'at, 24 April 2026 | 22:10 WIB