UMKM Disabilitas Melampaui Batas Menembus Dunia Lewat Platform Digital

Chyntia Sami Bhayangkara

Sabtu, 31 Mei 2025 | 17:22 WIB
UMKM Disabilitas Melampaui Batas Menembus Dunia Lewat Platform Digital
Perajin batik tulis disabilitas dari Difabel Zone (Suara.com/Chyntia Sami)

Lewat bisnis go digital yang dijalani, Rita bisa menghidupi para pekerja disabilitas dan memberikan kesejahteraan untuk mereka. Mereka yang kerap dipandang sebelah mata oleh masyarakat, kini bisa hidup mandiri dari penghasilan sendiri.

Rita mengaku sangat terbantu dengan berbagai fitur atau layanan yang disediakan oleh Shopee. Dengan fitur push yang disediakan oleh Shopee, Rita bisa mendorong pemasaran lima produk sekaligus dalam waktu empat jam. Ia juga gencar memasang iklan dan juga mengikuti promo tanggal kembar seperti 3.3 yang baru saja dihelat pada 3 Maret 2025 kemarin.

Selain bantuan berbagai fitur yang disediakan Shopee, Rita juga memiliki standar tinggi yang diberlakukan terhadap semua produk mainan edukasi yang dihasilkannya. Rita dan tim memastikan produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang sama tanpa penurunan sedikitpun, produk yang dihasilkan aman dan nyaman digunakan khususnya untuk anak-anak.

“Ini sangat membantu menaikkan penjualan produk kami," kata Rita.

Rita berharap, keberhasilan ABC Woodentoys menciptakan lapangan kerja untuk disabilitas bisa menyadarkan pengusaha lain dalam melihat potensi para penyandang disabilitas. Produk mainan yang dihasilkan menjadi bukti bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk berkualitas hingga menembus pasar global.

Ruang Aman Bagi Disabilitas Berkarya

Bagi penyandang disabilitas, UMKM bukan hanya sekadar media untuk mendapatkan penghasilan. Lebih dari itu, UMKM menjadi ruang aman bagi mereka untuk berekspresi, berkarya, dan tumbuh mandiri. Hal inilah yang dirasakan Mulyani atau yang kerap disapa Mbak Yani, penyandang disabilitas fisik yang tumbuh bersama Difabel Zone.

Awalnya Difabel Zone adalah komunitas yang memberdayakan perajin batik disabilitas yang didirikan oleh Lidwina Wuri pada tahun 2017. Kini Difabel Zone menjadi jenama yang menembus pasar internasional melalui pemasaran yang dilakukan secara luring dan daring dengan bantuan platform digital.

Difabel Zone memproduksi berbagai macam kerajinan batik tulis, mulai dari kain, kaos, tote bag hingga tempat tisu. Selain kerajinan batik, mereka juga memproduksi berbagai jenis kerajinan tangan untuk aksesoris seperti gelang dan cincin. Masing-masing dibanderol dengan harga mulai Rp50.000 untuk tempat tisu hingga mencapai jutaan untuk kain batik tulis dengan pewarna alami. Semua dikerjakan oleh para perajin disabilitas.

Perajin batik tulis disabilitas dari Difabel Zone, Yogyakarta (Suara.com/Chyntia Sami)
Perajin batik tulis disabilitas dari Difabel Zone, Yogyakarta (Suara.com/Chyntia Sami)

Saat ditemui Suara.com di Workshop Difabel Zone di Dusun Nglarang, Kelurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul pada akhir Maret 2025, Mbak Yani bercerita, mulanya ia mengikuti pelatihan membatik untuk penyandang disabilitas dari Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM). Setelah program pelatihan berakhir, ia diajak bergabung dalam Difabel Zone untuk melanjutkan berkarya.

Kini ia mengaku sangat bangga bisa menghasilkan karya seni batik tulis yang memiliki nilai jual. Ia tak menyangka, keterbatasan fisik yang dimilikinya ternyata bukan hambatan untuk berkarya dan memiliki penghasilan sendiri.

“Di sini punya banyak teman sesama disabilitas, kami bisa saling menguatkan dan membantu satu sama lain. Jadi lebih percaya diri,” kata Mbak Yani.

Di Workshop Difabel Zone, ia tinggal bersama dengan sembilan penyandang disabilitas lainnya. Mereka memiliki pembagian tugas yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Mulai dari proses membuat desain motif batik, pencantingan, pewarnaan hingga penjahitan dan pengecekan dilakukan oleh para perajin disabilitas. Semua proses pembuatan dilakukan secara gotong royong.

Perajin batik tulis disabilitas dari Difabel Zone (suara.com/Chyntia Sami)
Perajin batik tulis disabilitas dari Difabel Zone (suara.com/Chyntia Sami)

Selain di workshop, ada pula yang mengerjakan kerajinan dari rumah masing-masing, setelah produknya jadi diantar ke workshop untuk dipasarkan. Kini, total perajin disabilitas yang bergabung di Difabel Zone sudah lebih dari 50 orang yang tersebar di Pulau Jawa hingga Luar Pulau Jawa.

Pendiri Difabel Zone, Lidwina Wuri mengatakan, penjualan produk kerajinan Difabel Zone lebih banyak dilakukan secara luring, yakni melalui pameran maupun paket kegiatan membatik di workshop.

Untuk memperluas pemasaran, Difabel Zone dibantu oleh beberapa volunteer yang sebagian besar merupakan akademisi dari berbagai kampus di Yogyakarta. Mereka pula yang membantu menjalankan penjualan digital menggunakan berbagai platform digital. Berkat pemasaran digital ini, Difabel Zone bisa menjangkau konsumen luar negeri, seperti Australia dan Jerman.

“Kami sangat terbantu menjadi lebih melek menjalankan bisnis digital. Harapannya pemerintah bisa lebih ‘aware’ khususnya terhadap UMKM disabilitas supaya bisa dilibatkan,” kata Lidwina.

Perajin batik tulis disabilitas dari Difabel Zone (Suara.com/Chyntia Sami)
Perajin batik tulis disabilitas dari Difabel Zone (Suara.com/Chyntia Sami)

Dukungan Pemerintah untuk UMKM Disabilitas

Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas, Maliki mengatakan, penyandang disabilitas bukanlah orang yang tidak mampu, melainkan memiliki kemampuan yang berbeda. Dengan program pemberdayaan yang tepat, penyandang disabilitas dapat memberikan keuntungan dalam konteks bonus demografi.

"Kalau kita memberikan bantuan-bantuan yang bersifat memberdayakan, mereka relatif akan bisa melakukan hal yang positif dan menjadi bonus demografi," kata Maliki saat dihubungi Suara.com.

Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen serius dalam mewujudkan ekonomi yang inklusif, khususnya dengan melibatkan penyandang disabilitas dalam agenda pembangunan nasional. Salah satu bentuk konkret dari komitmen ini adalah penerapan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang kemudian dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Inklusif Disabilitas 2020–2045.

Program RIPD disabilitas (Bappenas/Suara.com)
Program RIPD disabilitas (Bappenas/Suara.com)

Rencana ini mencakup Rencana Induk Penyandang Disabilitas (RIPD) yang terdiri atas tujuh tujuan strategis utama, antara lain pendataan dan perencanaan yang ramah disabilitas, penyediaan lingkungan yang bebas hambatan, perlindungan hak serta akses politik dan keadilan, pemberdayaan dan peningkatan kemandirian, penguatan ekonomi inklusif, akses terhadap pendidikan dan pelatihan, serta pemerataan layanan kesehatan.

Untuk mengimplementasikan RIPD, pemerintah menyusun Rencana Aksi Nasional Penyandang Disabilitas (RAN PD) jangka menengah atau lima tahunan sebagai panduan operasional di tingkat kementerian dan lembaga. Masing-masing instansi kemudian menerjemahkan rencana ini ke dalam program-program konkret sesuai dengan mandat dan bidang kerja mereka.

Salah satu kementerian yang aktif mendukung ekonomi inklusif ini adalah Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Kementerian UMKM terus mengembangkan berbagai inisiatif pemberdayaan wirausaha bagi penyandang disabilitas agar mereka dapat berkontribusi secara mandiri dan produktif dalam perekonomian nasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 menunjukkan, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia sebanyak 8,5 persen dari total populasi. Dari angka persentase tersebut, 52,65 persen diantaranya bekerja sebagai wirausaha. Hal ini diperkuat dengan data lain yang menunjukkan Indonesia menduduki posisi ke-4 dari 36 negara dengan jumlah usaha terbanyak yang bergabung dalam Jaringan Bisnis dan Disabilitas Global (GDBN) dengan jumlah total 133 usaha.

"Untuk itu, Kementerian UMKM memastikan penyandang disabilitas menjadi perhatian yang diwujudkan dalam berbagai program untuk mendukung inklusivitas," kata Wakil Menteri UMKM Helvi Y. Moraza dalam keterangannya pada 12 Desember 2024.

Untuk memperluas akses pasar bagi UMKM disabilitas, Kementerian UMKM mendorong edukasi teknologi digital yang mampu membantu UMKM disabilitas mengembangkan usahanya. Selain itu, Kementerian UMKM juga memastikan adanya kemudahan akses pembiayaan formal untuk penyandang disabilitas melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga program pembiayaan lainnya yang disediakan oleh bank himbara.

Sementara itu, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) juga turun tangan mendorong UMKM disabilitas menjalin kerja kemitraan dengan perusahaan besar untuk meningkatkan peran UMKM disabilitas.

"Kita akan dorong UMKM disabilitas mendapat porsi lebih besar dalam kemitraan yang akan kita canangkan," kata Menteri BKPM Rosan Roeslani pada 12 Desember 2024.

Merujuk data BKPM, selama Rosan menjabat sebagai Menteri BKPM, tercatat BKPM telah menjembatani 579 kesepakatan kemitraan antara UMKM dengan perusahaan besar dengan nilai investasi sebesar Rp3,9 triliun. Kesepakatan kemitraan ini melibatkan sebanyak 158 perusahaan besar dan 389 UMKM di seluruh Indonesia. Lebih jauh lagi, dalam periode 2022-2024 tercatat total kemitraan antara UMKM dan perusahaan besar mencapai Rp15,9 triliun.

Sementara itu, penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui Online Single Submission (OSS) tercatat ada sebanyak 11.370.330 sepanjang periode tahun 2021 hingga 2024.

UMKM Terus Tumbuh dengan Dukungan Platform Digital

Dalam riset yang dilakukan oleh Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) tahun 2024 terkait Peran Platform Digital Terhadap UMKM di Indonesia, 100 persen pelaku UMKM sepakat bahwa platform digital meningkatkan penjualan, baik dari penguatan hubungan dan loyalitas pelanggan lama maupun memperluas peningkatan jumlah pelanggan baru.

Riset yang dilakukan terhadap 254 responden UMKM di Jabodetabek, non-Kabodetabek Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa ini menunjukkan, dalam setahun terakhir mayoritas UMKM telah menggunakan aplikasi Shopee untuk menjalankan usahanya secara online. Mereka mengalami kenaikan omzet rata-rata tahunan yang signifikan berkat penjualan digital. Hal ini menunjukkan Shopee sebagai platform e-commerce yang paling dikenal dan ramah untuk UMKM.

Direktur Eksekutif Shopee Indonesia, Christin Djuarto mengatakan, Shopee memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung brand lokal dan UMKM terus tumbuh. Shopee terus berusaha melahirkan berbagai inovasi baru untuk mendukung UMKM di Indonesia.

"Tahun 2024 kami senang bisa melihat Penjual, Pembeli, dan Kreator bisa bertumbuh, tidak hanya di dalam tapi juga di luar negeri," kata Christin dalam keterangannya yang diterima Suara.com.

Sepanjang tahun 2024, program Ekspor Shopee mencatat penjualan produk UMKM Indonesia yang diekspor ke Asia Tenggara, Asia Timur dan Amerika Latin meningkat hampir 50 persen lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Adapun kategori produk ekspor terlaris di tahun 2024 antara lain fesyen muslim, fesyen wanita serta fesyen bayi dan anak.

Sementara itu, penjualan produk lokal di kanal Shopee Pilih Lokal juga mengalami lonjakan lebih dari 200 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat UMKM dari Aceh Besar, Sinjai, Pohuwato, Pakpak Bharat, dan Pekalongan menjadi wilayah dengan peningkatan penjualan tertinggi sepanjang 2024.

Shopee juga mengembangkan kampanye tematik yang terus menjadi andalan bagi penjual untuk memperluas pasar. Dalam kampanye 12.12 Birthday Sale 2024, Shopee berhasil membantu meningkatkan penjualan produk lokal dan UMKM mencapai tujuh kali lipat di hari puncak kampanye dibandingkan hari biasa.

Untuk membantu meningkatkan keterampilan bisnis digital pelaku UMKM, Shopee juga turun tangan membentuk Kampus UMKM Shopee secara gratis sejak tahun 2021. Program ini telah hadir di 10 kota di Indonesia dan juga bisa diikuti secara daring oleh para pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Program Kampus UMKM Shopee Kelas Online dirancang untuk mempermudah pelaku UMKM di 514 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia dalam mengakses pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kelas-kelas online ini digelar secara rutin setiap hari Senin hingga Jumat dengan materi yang beragam dan disampaikan oleh trainer-trainer berpengalaman. Setiap sesi dirancang agar relevan dan aplikatif untuk membantu UMKM meningkatkan kapasitas dan daya saing mereka di era digital.

Tak hanya itu, Shopee juga berkomitmen untuk mendukung UMKM disabilitas melek digital. Pada 2021, Shopee menggandeng Komunitas Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kota Solo menggelar pelatihan bisnis digital untuk teman tuli di Kampus UMKM Solo. Dalam pelatihan tersebut, Shopee menghadirkan trainer andal untuk melatih UMKM disabilitas tuli lebih menguasai penjualan digital.

Selain mendukung pertumbuhan UMKM, Shopee juga terus berinovasi meningkatkan pengalaman belanja yang lebih baik untuk para pembeli melalui program Garansi Tepat Waktu yang didukung oleh mitra jasa kirim, pemberian voucher pengganti jika pesanan tiba melebihi waktu estimasi dan menghadirkan fitur Rangkuman Penilaian berbasis AI untuk memudahkan pembeli membaca seluruh review pelanggan terhadap produk.

Shopee juga menghadirkan fitur Shopee Live yang dapat digunakan penjual dan kreator untuk live streaming. Sepanjang 2024, Shopee Live mencatat kenaikan jumlah konten kreator mencapai 50 persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini berdampak terhadap penjualan produk UMKM di Shopee Live mencapai lebih dari satu miliar produk UMKM.

“Kami senang bisa menjadi platform inklusif yang dapat mendorong inovasi serta menemani pengguna dalam keseharian mereka,” ujar Christin.

Sementara itu, Mbak Yani sebagai salah satu pelaku UMKM disabilitas mengharapkan dukungan dari berbagai pihak agar UMKM disabilitas mampu bersaing di tengah persaingan pasar. Ia meyakini penjualan digital menjadi kunci membuka pintu pasar lebih luas, sehingga bisa memberdayakan lebih banyak lagi penyandang disabilitas di Indonesia agar bisa terus berkarya dan mandiri.

“UMKM ini tempat kami bisa berkarya. Kami berharap pemerintah bisa memberikan dukungan lebih dan membantu kami supaya bisa menjadi individu yang mandiri di tengah keterbatasan,” kata mbak Yani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Salurkan Pinjaman Rp 65 Triliun ke 14,9 Juta UMKM

Purbaya Salurkan Pinjaman Rp 65 Triliun ke 14,9 Juta UMKM

Bisnis | Minggu, 19 Juli 2026 | 18:52 WIB

Purbaya Turunkan Bunga Pinjaman Usaha Mikro dari 22% ke 8%

Purbaya Turunkan Bunga Pinjaman Usaha Mikro dari 22% ke 8%

Bisnis | Minggu, 19 Juli 2026 | 18:44 WIB

Dukung UMKM Riau Mendunia, Ini Langkah Strategis Pemprov Riau Bersama BRI

Dukung UMKM Riau Mendunia, Ini Langkah Strategis Pemprov Riau Bersama BRI

Bri | Minggu, 19 Juli 2026 | 16:43 WIB

ASDP Percepat Digitalisasi 6 Pelabuhan Strategis, Face Recognition hingga One Gate System

ASDP Percepat Digitalisasi 6 Pelabuhan Strategis, Face Recognition hingga One Gate System

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:15 WIB

Kisah Jalian Setiarsa Kembangkan UMKM Tembus Pasar Internasional Didukung Ekosistem BRI

Kisah Jalian Setiarsa Kembangkan UMKM Tembus Pasar Internasional Didukung Ekosistem BRI

Bri | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:51 WIB

Transformasi Bisnis Rumahan Jadi Brand Dunia Hingga Raih Penghargaan BRI

Transformasi Bisnis Rumahan Jadi Brand Dunia Hingga Raih Penghargaan BRI

Bri | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:32 WIB

Transformasi Digital Sukses, Bisnis Madu Asal Lampung Manfaatkan QRIS dan Pembiayaan BRI

Transformasi Digital Sukses, Bisnis Madu Asal Lampung Manfaatkan QRIS dan Pembiayaan BRI

Bri | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:15 WIB

Tembus Pasar Besar dengan Konservasi, BRI Berikan Dukungan Penuh Suhita Lebah

Tembus Pasar Besar dengan Konservasi, BRI Berikan Dukungan Penuh Suhita Lebah

Bri | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:56 WIB

Mengubah Hidup Keluarga, Misi Mulia Mantri BRI di Pelosok Sumatera Utara

Mengubah Hidup Keluarga, Misi Mulia Mantri BRI di Pelosok Sumatera Utara

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:26 WIB

Maksimalkan QRIS dan BRImo, Strategi UMKM Pemalang Ini Sukses Perluas Jangkauan Pasar

Maksimalkan QRIS dan BRImo, Strategi UMKM Pemalang Ini Sukses Perluas Jangkauan Pasar

Bri | Rabu, 15 Juli 2026 | 20:37 WIB

Terkini

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:45 WIB

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Jawa Tengah | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:43 WIB

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Health | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:35 WIB

Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter

Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:25 WIB

Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?

Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:22 WIB

Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang

Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang

Jawa Tengah | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:12 WIB

×