Ratusan Guru Besar FKUI Ingin Bertemu Presiden Prabowo: Bukan untuk Meminta Menkes Mundur

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Jum'at, 13 Juni 2025 | 13:39 WIB
Ratusan Guru Besar FKUI Ingin Bertemu Presiden Prabowo: Bukan untuk Meminta Menkes Mundur
Guru Besar UI kritik Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Ist)

Suara.com - Para Guru Besar Fakultas Kedoktetan Universitas Indonesia (FKUI) menyatakan ingin lakukan audiensi dengan Presiden Prabowo Subianto untuk membahas soal kinerja serta berbagai kebijakan kontroversial dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Dekan FKUI prof. Ari Fahrial Syam mengatakan bahwa ada ratusan guru besar FKUI yang sebenarnya ingin bertemu dengan presiden.

"Kami sangat berterima kasih kalau Bapak Presiden mau bertemu dengan 372 guru besar, kami mengidamkan bertemu dengan Bapak Presiden langsung," kata Ari dalam konferensi pers seruan keprihatinan dari Guru Besar FKUI di Salemba, Jakarta, pada Kamis (12/6/2025).

Sebelumnya pada 20 Mei 2025, para guru besar itu telah mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo yang berisi catatan kritis soal kinerja Kemenkes.

Salah satu yang mereka kritisi ialah sikap pemerintah yang semakin jarang melibatkan akademisi dan ahli dalam membuat kebijakan, terurama terkait dengan kesehatan.

Namun hingga saat ini, Kemenkes dinilai belum ada perbaikan bahkan nampak tidak mengubris seruan para guru besar tersebut.

Guru besar FKUI prof. Budi Wiweko menegaskan bahwa tujuan mereka ingin bertemu Presiden bukan untuk mendesak agar Menteri Kesehatan diganti. Dia menekankan bahwa para guru besar sebenarnya telah memberikan waktu bagi Kemenkes untuk lakukan perubahan. Namun hal itu nampak tidak dilakukan Kemenkes.

"Kami tidak mendesak (menkes) mundur, tapi kami menyampaikan bahwa sudah beri ruang untuk bisa melihat ruang perubahan yang terjadi. Dalam perjalannya kami belum melihat ada perubahan. Jadi sulit bagi kami beri kepercayaan dalan kemajuan kesehatan negeri ini," ujar Wiweko.

Guru Besar FKUI prof. Sandra Widaty menambahkan kalau ratusan rekan sejawatnya kini menaruh harap agar Presiden bisa menyempatkan bertemu mereka.

baca juga

"Tentu saja kami menghargai juga memahami bahwa Bapak Presiden itu menghargai kami para guru besar sebagaimana yang disampaikan dalam pidato-pidato sebelumnya. Sehingga besar harapan kami bisa didengar oleh Bapak Presiden," tuturnya.

Dalam aksi sebelumnya pada pertengah Mei lalu itu ratusan Guru Besar FKUI menyampaikan seruan keprihatian atas berbagai kebijakan kesehatan dan pendidikan kesehatan yang belakangan dilakukan pemerintah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, kekinian tengah menghadapi protes dari akademisi maupun dokter-dokter. Sebab, kebijakan-kebijakan yang dibuatkan dinilai tidak pro-rakyat dan melampaui kewenangannya. [Suara.com]
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. [Suara.com/Lilis]

Berbagai kebijakan dari Kementerian Kesehatan itu dinilai berpotensi menurunkan mutu pendidikan dokter dan dokter spesialis, sehingga berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Respons Menkes

Sebelumnya Menkes Budi Gunadi Sadikin angkat bicara menanggapi adanya sejumlah Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) meluapkan kekecewaan atas berbagai kebijakan kesehatan dan pendidikan kesehatan yang digaungkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Budi menegaskan, kalau transformasi sektor kesehatan yang dijalankan Kementerian Kesehatan kekinian basisnya adalah kepentingan masyatakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngobrol Lewat Telepon 15 Menit, Seskab Teddy Ungkap Isi Pembicaraan Prabowo dan Donald Trump

Ngobrol Lewat Telepon 15 Menit, Seskab Teddy Ungkap Isi Pembicaraan Prabowo dan Donald Trump

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 13:26 WIB

Kementerian Bidang Ekonomi dan Hukum Dinilai Paling Layak Direshuffle Sekarang

Kementerian Bidang Ekonomi dan Hukum Dinilai Paling Layak Direshuffle Sekarang

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 11:51 WIB

Prabowo Angkat Telepon dari Donald Trump, Ngobrol Soal Apa?

Prabowo Angkat Telepon dari Donald Trump, Ngobrol Soal Apa?

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 07:43 WIB

Jam Rolex untuk Pemain Timnas Indonesia Jadi Polemik, Menpora Pasang Badan

Jam Rolex untuk Pemain Timnas Indonesia Jadi Polemik, Menpora Pasang Badan

Bola | Jum'at, 13 Juni 2025 | 00:54 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×