Sekolah Rakyat Beroperasi 24 Jam, Fokus Bangun Karakter Anak dari Keluarga Miskin

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Jum'at, 20 Juni 2025 | 13:45 WIB
Sekolah Rakyat Beroperasi 24 Jam, Fokus Bangun Karakter Anak dari Keluarga Miskin
Sekolah Rakyat yang digagas oleh Kementerian Sosial dirancang sebagai sistem pendidikan berbasis asrama (boarding) bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. (Foto dok. Suara.com)

Suara.com - Sekolah Rakyat yang digagas oleh Kementerian Sosial dirancang sebagai sistem pendidikan berbasis asrama (boarding) bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sekolah itu tidak hanya fokus terhadap pendidikan formal, tetapi juga pembangunan karakter, pemulihan gizi, hingga pendampingan sosial secara intensif selama 24 jam.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo menekankan bahwa Sekolah Rakyat memang dirancang untuk menjawab kebutuhan pendidikan dan pemulihan mental anak-anak dari kelompok rentan yang selama ini kerap terpinggirkan.

Sistemnya bersifat penuh waktu dengan pengawasan dan pendampingan dari pamong serta wali asuh. Setiap kegiatan itu harus selalu dalam pengawasan kepala sekolah.

"Jadi nanti kepala sekolah harus betul-betul memiliki empati, mengakomodasi setiap persoalan-persoalan yang dihadapi oleh sekolah, jadi ini 24 jam. Nanti ada pamongnya, ada wali asuhnya. Jadi betul-betul akan terjadi interaksi, tidak hanya keilmuan, tapi interaksi sosial," kata Agus usai penutup acara retret Kepala Sekolah Rakyat di barak militer Jakarta, Jumat (20/6/2025).

Dia menuturkan kalau skema pembelajaran Sekolah Rakyat nantinya akan dibagi dalam dua sesi. Pagi hingga siang hari para siswa akan mendapatkan pendidikan formal, kemudian siang hingga sore untuk kegiatan ekstrakurikuler dan penguatan karakter.

"Disitulah kemudian peran kepala sekolah itu penting untuk mendengarkan apa yang menjadi persoalan-persoalan yang mereka (siswa) hadapi. Karena sekolah ini siswanya itu dari keluarga yang kurang mampu dengan latar belakang banyak masalah-masalah yang dihadapi," tutur Agus.

Ia menekankan pentingnya kehadiran para pendidik yang mampu membangun kepercayaan diri anak-anak yang sebelumnya minder karena kemiskinan. Bahkan, aspek kesehatan juga menjadi perhatian.

"Jadi betul-betul sekolah ini interaktif, makanya kemudian kepala sekolahnya, guru-gurunya harus punya basic, mereka harus berempati, berinteraksi dengan para siswa-siswanya," tegas Agus.

baca juga

Sejauh ini, Kementerian Sosial sudah menyelesaikan proses retret dan pembekalan untuk 53 kepala Sekolah Rakyat. Sementara proses pelatihan guru-guru masih berjalan dan ditargetkan rampung pada awal Juli 2025.

Konsep retret yang sama nantinya akan dilakukan juga kepada para guru dan tenaga pendidikan lainnya. Nantinya, seleksi 47 Kepala Sekolah Rakyat serta sekitar 1.554 formasi jabatan fungsional guru ahli pertama akan selesai pada bulan Juni ini. Sehingga, retret kepala sekolah tahap kedua bisa dilaksanakan akhir Juni. Sementara retret khusus guru dilakukan pada Juli 2025.

Sekolah Rakyat sendiri dijadwalkan akan mulai beroperasi pada 14 Juli 2025, sebanyak 63 titik lokasi pada tahap pertama. Kemudian dilanjutkan tahap kedua pada sekitar Agustus-September 2025 sebanyak 37 titik lokasi.

Calon Kepala Sekolah Rakyat mengikuti retret di Gedung Pusdiklat Kesejahteraan Sosial Marga Guna, Jakarta Selatan, Selasa 17 Juni 2025. Retret tersebut diisi materi dari TNI-Polisi. [Suara.com/Lilis]
Calon Kepala Sekolah Rakyat mengikuti retret di Gedung Pusdiklat Kesejahteraan Sosial Marga Guna, Jakarta Selatan, Selasa 17 Juni 2025. Retret tersebut diisi materi dari TNI-Polisi. [Suara.com/Lilis]

Wajib Punya Empati Tinggi

Kemampuan empati yang tinggi bagi setiap Kepala Sekolah Rakyat itu telah sejak awal juga disampaikan oleh Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Prof. M. Nuh. Kemampuan empati bahkan menjadi salah satu poin penilaian dalam seleksi Kepala Sekolah Rakyat.

Nuh menjelaskan bahwa setiap kepala sekolah di Sekolah Rakyat itu harus memiliki tambahan kompetensi sosial. Seperti kemampuan empati sosial dan bisa memberikan motivasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1,3 Juta Rekening Gagal Terima Bansos, Kemensos Libatkan PPATK Telusuri Dana Mencurigakan

1,3 Juta Rekening Gagal Terima Bansos, Kemensos Libatkan PPATK Telusuri Dana Mencurigakan

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 21:28 WIB

Kemensos Gagal Transfer 1,3 Juta Penerima Bansos PKH, Gus Ipul: Rekeningnya Bermasalah

Kemensos Gagal Transfer 1,3 Juta Penerima Bansos PKH, Gus Ipul: Rekeningnya Bermasalah

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 21:14 WIB

Gus Ipul Harap Prabowo Beri Arahan Khusus kepada 4 Ribu Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat

Gus Ipul Harap Prabowo Beri Arahan Khusus kepada 4 Ribu Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 20:30 WIB

Berapa Biaya Operasional Sekolah Rakyat di 100 Titik yang Menampung 10 Ribu Siswa?

Berapa Biaya Operasional Sekolah Rakyat di 100 Titik yang Menampung 10 Ribu Siswa?

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 19:07 WIB

Orientasi Siswa Sekolah Rakyat di Kupang Mulai, Uji Anak Didik Hidup Terpisah dari Orang Tua

Orientasi Siswa Sekolah Rakyat di Kupang Mulai, Uji Anak Didik Hidup Terpisah dari Orang Tua

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 14:17 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB