Menuju Industri Hijau: Peluang Indonesia Pimpin Produksi Semen dan Amonia Ramah Lingkungan

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Sabtu, 21 Juni 2025 | 11:35 WIB
Menuju Industri Hijau: Peluang Indonesia Pimpin Produksi Semen dan Amonia Ramah Lingkungan
Ilustrasi semen terbaik yang di jual di Indonesia. [Freepik]

Suara.com - Industri berat di Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam menurunkan emisi karbon. Sektor seperti semen dan pupuk dikenal sebagai penyumbang emisi gas rumah kaca tertinggi dalam kategori industri nasional.

Tak hanya itu, industri ini juga merupakan konsumen terbesar energi fosil, khususnya batu bara. Namun, di tengah tantangan tersebut, muncul peluang strategis yang bisa menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam transisi industri hijau di kawasan Asia Tenggara.

Dalam laporan Perdagangan dan Investasi Berkelanjutan Indonesia 2025 yang diluncurkan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) di Jakarta, Jumat (20/6), Indonesia disebut memiliki peluang besar untuk menjadi pionir dalam produksi semen hijau dan green ammonia.

“Sebagai produsen regional utama, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pionir dalam pengembangan semen hijau (green cement) yang kompetitif, sekaligus mendorong transisi industri secara berkelanjutan dan inklusif,” demikian laporan CSIS.

Ilustrasi ramah lingkungan (pixabay.com)
Ilustrasi ramah lingkungan (pixabay.com)

Research Associate dari Climate Policy Research Unit CSIS Indonesia, Via Azlia, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan kapasitas produksi semen terbesar di Asia Tenggara, yaitu lebih dari 100 juta ton per tahun.

Namun, sektor ini juga menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar, bersama dengan pupuk dan baja, yang menurutnya menyumbang hampir 82 persen dari total emisi sektor industri serta mengonsumsi hingga 85 persen batu bara.

“Potensi ini dapat dioptimalkan sebagai upaya dekarbonisasi industri nasional sekaligus membuka peluang besar di pasar global yang kian menuntut produk berkelanjutan,” ujar Via.

Di tengah kebutuhan pasar dunia akan produk rendah emisi, industri semen hijau di Indonesia mulai menunjukkan arah positif. PT Semen Indonesia, misalnya, telah menjadi pelopor dalam produksi semen yang lebih ramah lingkungan.

Strategi yang diadopsi mencakup berbagai pendekatan, mulai dari pengurangan klinker, penggunaan bahan bakar alternatif, peningkatan efisiensi energi, hingga adopsi teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS).

CSIS juga mendorong adanya pengembangan label dan sertifikasi untuk semen hijau agar transparansi emisi produk dapat ditingkatkan dan daya saing produk Indonesia di pasar global semakin kuat.

Sementara itu, industri pupuk juga tidak kalah penting dalam peta jalan transisi energi. Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen pupuk urea terbesar di kawasan, walau masih bergantung pada impor jenis pupuk lainnya. Tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana menurunkan intensitas emisi tanpa mengganggu produktivitas dan ketahanan pangan nasional.

Di sektor ini, inovasi juga mulai bermunculan. CSIS menyoroti produksi green ammonia oleh PT Pupuk Indonesia sebagai contoh konkret transformasi industri pupuk menuju sistem yang lebih berkelanjutan.

Green ammonia, selain dapat digunakan sebagai pupuk ramah lingkungan, juga mulai dipertimbangkan sebagai bahan bakar alternatif, terutama untuk sektor kelistrikan dan maritim. Tren global menunjukkan bahwa komoditas ini semakin diperhitungkan dalam strategi dekarbonisasi di negara-negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, dan Uni Eropa.

Tak berhenti di situ, Indonesia kini juga mulai membangun posisi strategis dalam rantai pasok global green ammonia. Hal ini didukung oleh cadangan energi terbarukan yang besar dan pengalaman panjang dalam produksi pupuk urea.

Dalam ajang COP29 tahun 2024 lalu, Indonesia meluncurkan inisiatif GAIA (Green Ammonia Initiative from Aceh) yang digagas oleh PT Pupuk Indonesia. Fasilitas ini menjadi yang pertama di dunia yang memadukan energi terbarukan dan konvensional dalam proses produksi amonia hijau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Harga Semen 40 dan 50 Kg Juni 2025: Renovasi dan Bangun Rumah Murah di Bulan Ini!

Update Harga Semen 40 dan 50 Kg Juni 2025: Renovasi dan Bangun Rumah Murah di Bulan Ini!

Lifestyle | Jum'at, 20 Juni 2025 | 19:47 WIB

Daftar Harga Semen 40 Kg Juni 2025: Panduan Lengkap sebelum Beli

Daftar Harga Semen 40 Kg Juni 2025: Panduan Lengkap sebelum Beli

Lifestyle | Jum'at, 20 Juni 2025 | 18:23 WIB

Tren Pernikahan Masa Depan: Generasi Muda Pilih Undangan Digital Demi Bumi yang Lebih Baik

Tren Pernikahan Masa Depan: Generasi Muda Pilih Undangan Digital Demi Bumi yang Lebih Baik

Lifestyle | Jum'at, 20 Juni 2025 | 14:13 WIB

Terkini

Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit

Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:46 WIB

Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter

Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:43 WIB

Pakar Ungkap Alasan Iran Tak Terkalahkan: AS Ingin 'Total Surrender', Iran Balas dengan 'Total War'!

Pakar Ungkap Alasan Iran Tak Terkalahkan: AS Ingin 'Total Surrender', Iran Balas dengan 'Total War'!

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:30 WIB

Demi Hemat Anggaran, Nyala Lampu dan AC di Gedung DPR Dibatasi hingga Jam 8 Malam

Demi Hemat Anggaran, Nyala Lampu dan AC di Gedung DPR Dibatasi hingga Jam 8 Malam

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:28 WIB

Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini

Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:22 WIB

Donald Trump Blokade Minyak Kuba, Raul Castro Turun Gunung

Donald Trump Blokade Minyak Kuba, Raul Castro Turun Gunung

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:19 WIB

Mendagri-Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Humbahas, Target Perbaikan Rumah di Sumut Naik Drastis

Mendagri-Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Humbahas, Target Perbaikan Rumah di Sumut Naik Drastis

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:19 WIB

Beda Versi TNI dan Polri, Penanganan Kasus Andrie Yunus Dianggap Kental Bernuansa Politis

Beda Versi TNI dan Polri, Penanganan Kasus Andrie Yunus Dianggap Kental Bernuansa Politis

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:01 WIB

Modus Black Dollar Terbongkar! 2 WNA Liberia Tak Berkutik Diciduk di Meja Makan Apartemen Meruya

Modus Black Dollar Terbongkar! 2 WNA Liberia Tak Berkutik Diciduk di Meja Makan Apartemen Meruya

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:58 WIB

4 Ucapan Kontroversial Trump di Depan Donatur Partai Republik: Serang Media AS hingga Obama

4 Ucapan Kontroversial Trump di Depan Donatur Partai Republik: Serang Media AS hingga Obama

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:41 WIB