Benarkah Botol Kaca Lebih Aman dari Plastik? Studi Ini Temukan Fakta Mengejutkan soal Mikroplastik

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Sabtu, 21 Juni 2025 | 11:53 WIB
Benarkah Botol Kaca Lebih Aman dari Plastik? Studi Ini Temukan Fakta Mengejutkan soal Mikroplastik
ilustrasi air minum (Pexels.com)

Suara.com - Botol kaca selama ini dianggap sebagai pilihan yang lebih ramah lingkungan dibanding botol plastik. Namun, hasil studi terbaru dari badan keamanan pangan Prancis (ANSES) menunjukkan fakta mengejutkan: minuman dalam botol kaca justru mengandung lebih banyak mikroplastik dibandingkan botol plastik atau kaleng logam.

Penelitian ini memberikan perspektif baru dalam perdebatan panjang soal kemasan yang aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Food Composition and Analysis itu meneliti berbagai jenis minuman yang dijual di Prancis, mulai dari air, soda, hingga bir dan wine.

Dalam botol kaca, peneliti menemukan rata-rata sekitar 100 partikel mikroplastik per liter. Jumlah ini lima hingga lima puluh kali lebih banyak dibandingkan botol plastik dan kaleng logam.

Sebaliknya, air dalam botol plastik hanya mengandung sekitar 1,6 partikel per liter, dan dalam botol kaca sekitar 4,5 partikel.

Ilustrasi mikroplastik. (Dok. Pexels)
Studi yang dipublikasikan di Journal of Food Composition and Analysis itu meneliti berbagai jenis minuman yang dijual di Prancis, mulai dari air, soda, hingga bir dan wine. (Dok. Pexels)

Guillaume Duflos, Direktur Riset ANSES, menjelaskan bahwa penelitian ini dilakukan untuk memahami kandungan mikroplastik dalam minuman dan pengaruh jenis kemasan terhadap kontaminasi tersebut. Hasilnya justru di luar dugaan para peneliti.

“Kami mengharapkan hasil yang sebaliknya,” ujar Iseline Chaib, mahasiswa doktoral yang memimpin penelitian tersebut. Ia menyebutkan bahwa partikel yang ditemukan berasal dari cat yang menutupi bagian luar dan dalam tutup botol kaca. Goresan-goresan kecil dari cat itu, akibat gesekan selama penyimpanan, bisa lepas dan jatuh ke dalam minuman, meski tidak terlihat oleh mata telanjang.

Meski sejauh ini belum ada standar internasional yang menentukan ambang batas aman kandungan mikroplastik dalam makanan atau minuman, temuan ini tetap memicu kekhawatiran.

Mikroplastik telah ditemukan dalam berbagai elemen kehidupan manusia, di udara, tanah, air laut, bahkan di jaringan tubuh manusia. Ilmuwan masih berusaha mencari tahu seberapa besar dampaknya terhadap kesehatan manusia dalam jangka panjang.

Meskipun demikian, ANSES menekankan bahwa solusi untuk mengurangi kontaminasi mikroplastik sebenarnya tersedia dan dapat dilakukan dengan relatif mudah. Salah satu metode yang telah mereka uji adalah membersihkan tutup botol menggunakan udara bertekanan, air, dan alkohol sebelum proses penyegelan. Cara ini mampu menurunkan jumlah mikroplastik hingga 60 persen.

Wine dalam botol kaca, meski menggunakan tutup yang serupa, justru mengandung sedikit mikroplastik. Ini menjadi anomali yang belum sepenuhnya dipahami oleh para peneliti, dan menandakan perlunya studi lebih lanjut mengenai proses produksi dan pengemasan yang spesifik.

Temuan ini menggarisbawahi bahwa transisi menuju konsumsi berkelanjutan tidak cukup hanya dengan mengganti jenis kemasan. Botol kaca, meski dapat digunakan ulang dan lebih mudah didaur ulang dibanding plastik, tetap menyimpan risiko jika tidak diawasi proses produksi dan kebersihannya secara ketat.

Dalam konteks ini, peran industri menjadi sangat penting. Dengan menerapkan standar produksi yang lebih bersih dan mengadopsi teknologi penyegelan yang aman, produsen minuman dapat membantu menurunkan risiko kontaminasi sekaligus mempertahankan kepercayaan publik terhadap produk mereka.

Guillaume Duflos menegaskan pentingnya edukasi dan transparansi kepada konsumen. Meski dampak kesehatan mikroplastik belum terbukti secara langsung, langkah antisipatif tetap dibutuhkan. Penelitian ini bukanlah akhir dari diskusi, melainkan awal dari upaya bersama untuk memastikan bahwa pilihan yang kita anggap ramah lingkungan benar-benar aman, bukan hanya untuk bumi, tapi juga untuk tubuh manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Musik yang Menyelamatkan Bumi, Coldplay Ubah Botol Plastik Jadi Album

Musik yang Menyelamatkan Bumi, Coldplay Ubah Botol Plastik Jadi Album

Lifestyle | Sabtu, 21 Juni 2025 | 07:56 WIB

Peneliti Sebut Okra Bisa Jadi Senjata Baru Lawan Mikroplastik, Bagaaimana Caranya?

Peneliti Sebut Okra Bisa Jadi Senjata Baru Lawan Mikroplastik, Bagaaimana Caranya?

Lifestyle | Jum'at, 20 Juni 2025 | 11:41 WIB

Denada: Al Ghazali Kelaparan di Acara Ngunduh Mantu

Denada: Al Ghazali Kelaparan di Acara Ngunduh Mantu

Entertainment | Jum'at, 20 Juni 2025 | 11:07 WIB

Terkini

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:36 WIB

Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga

Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:29 WIB

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:21 WIB

Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu

Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:06 WIB

Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!

Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:00 WIB

Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel

Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:58 WIB

Ekonom UGM: Pemindahan Ibu Kota ke IKN Masuk Fase Ketidakpastian, Berisiko jika Dipaksakan Pindah

Ekonom UGM: Pemindahan Ibu Kota ke IKN Masuk Fase Ketidakpastian, Berisiko jika Dipaksakan Pindah

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:36 WIB

Singgung Nasib Bambang Tri hingga Jonan, Sobary Beberkan Cara Jokowi Matikan Karier Politik Lawan

Singgung Nasib Bambang Tri hingga Jonan, Sobary Beberkan Cara Jokowi Matikan Karier Politik Lawan

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:14 WIB

Imigrasi Dalami Dugaan Tindak Pidana Keimigrasian 320 WNA Terduga Sindikat Judi Online Internasional

Imigrasi Dalami Dugaan Tindak Pidana Keimigrasian 320 WNA Terduga Sindikat Judi Online Internasional

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:02 WIB

Pakar Militer Minta Kemenhan RI Tak Asal Beli Kapal Tanpa Rudal, Sindir Tren Alutsista Ompong

Pakar Militer Minta Kemenhan RI Tak Asal Beli Kapal Tanpa Rudal, Sindir Tren Alutsista Ompong

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:02 WIB