Penutupan Selat Hormuz Jadi Alarm, Mengapa Indonesia Perlu Percepat Transisi ke Energi Terbarukan?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 24 Juni 2025 | 11:23 WIB
Penutupan Selat Hormuz Jadi Alarm, Mengapa Indonesia Perlu Percepat Transisi ke Energi Terbarukan?
Ilustrasi - Pemandangan di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Fatemeh Bahrami - Anadolu Agency/py

Suara.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menimbulkan kekhawatiran global. Parlemen Iran resmi menyetujui penutupan Selat Hormuz sebagai respons atas serangan militer Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklirnya.

Jalur pelayaran ini bukan jalur biasa, sekitar 20-30 persen pasokan minyak mentah dunia melintas setiap hari melalui perairan ini.

Dampaknya bisa dirasakan jauh hingga Indonesia. Sebagai negara pengimpor utama minyak dari kawasan tersebut, keputusan ini memunculkan risiko serius terhadap pasokan energi nasional, harga bahan bakar, hingga daya beli masyarakat.

Menurut ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto, krisis ini harus menjadi momentum penting bagi Indonesia. Bukan untuk panik, tapi untuk bergerak cepat menuju kemandirian energi melalui akselerasi pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dan energi alternatif.

Pembangkit listrik Tenaga angin. (Pexels/Kervin Edward Lara)
Pembangkit listrik Tenaga angin. (Pexels/Kervin Edward Lara)

"Saatnya kita memulai untuk menjalankan rencana implementasi EBT, terlepas dari dinamika konflik yang terjadi di Timur Tengah mengingat kawasan ini selalu rawan akan konflik, sementara pasokan energi kita saat ini masih bertumpu dari Timur Tengah salah satunya," ujar Eko saat seperti dikutip dari ANTARA, 24/06/2025. 

Eko menyebut penutupan Selat Hormuz sebagai wake up call, peringatan keras agar Indonesia tak lagi menunda implementasi EBT dan biodiesel. Terlebih, Presiden terpilih Prabowo Subianto telah menjadikan ketahanan energi sebagai salah satu fokus utama pemerintahannya.

"Cara terbaiknya kita harus lebih banyak melakukan upaya percepatan EBT dan energi alternatif. Riset dan pengembangan menjadi kunci utama untuk penerapan EBT dan energi alternatif ini. Kalau hal ini bisa dilakukan maka ke depannya Indonesia bisa lebih survive karena tidak lagi bergantung pada energi migas," kata Eko.

Indonesia memiliki potensi EBT dan biodiesel yang melimpah. Namun, tantangan terletak pada harga keekonomian yang masih tinggi. Meski begitu, jika penggunaan meluas, harga bisa ditekan dan lebih kompetitif dalam jangka panjang.

Perlu langkah kongkret

Dari sisi politik dan pertahanan, anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, mendorong pemerintah agar segera mengambil langkah konkret. Menurutnya, gangguan di Selat Hormuz akan berimbas pada stabilitas harga energi dan rantai pasok internasional, termasuk ke Indonesia.

"Indonesia harus menunjukkan kesiapan dan ketanggapan dalam menghadapi dampak lanjutan dari dinamika kawasan Timur Tengah," tegas Amelia di Jakarta.

Amelia menyebut bahwa kementerian strategis seperti Kemlu, Kemenhan, Kemendag, dan Kementerian ESDM perlu berkoordinasi intensif. Beberapa langkah yang dia usulkan antara lain: pengamanan jalur distribusi alternatif, peningkatan cadangan energi nasional, dan memperkuat kerja sama energi dengan negara-negara ASEAN dan mitra global lainnya.

"Keputusan Parlemen Iran untuk menyetujui penutupan Selat Hormuz merupakan perkembangan geopolitik yang sangat serius dan patut menjadi perhatian dunia, termasuk Indonesia," katanya.

Senada, anggota Komisi I DPR lainnya, TB Hasanuddin, menyebut bahwa krisis ini bisa berdampak pada kenaikan harga minyak dunia secara drastis. Ia mencatat bahwa harga Brent sudah naik dari 65 dolar AS per barel di awal Juni menjadi 73 dolar AS di pertengahan Juni 2025.

"Jika Iran menutup selat tersebut, ada yang berspekulasi bahwa harga minyak mentah bisa naik di atas 90 dolar AS per barrel," ujar purnawirawan Mayor Jenderal TNI itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hendropriyono Bongkar Peran AS di Perang Iran-Israel: Skenario Proksi Terungkap!

Hendropriyono Bongkar Peran AS di Perang Iran-Israel: Skenario Proksi Terungkap!

News | Selasa, 24 Juni 2025 | 11:16 WIB

Perang Iran-Israel Mengancam PHK? Menaker Bicara soal Tindakan yang Akan Dilakukan Pemerintah

Perang Iran-Israel Mengancam PHK? Menaker Bicara soal Tindakan yang Akan Dilakukan Pemerintah

News | Selasa, 24 Juni 2025 | 11:08 WIB

Pengamat Minta Semua Waspada Harga BBM Pertalite Bisa Naik Imbas Konflik Iran-Israel

Pengamat Minta Semua Waspada Harga BBM Pertalite Bisa Naik Imbas Konflik Iran-Israel

Bisnis | Selasa, 24 Juni 2025 | 10:40 WIB

Terkini

Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga

Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:35 WIB

Krisis PPPK di NTT: 9.000 Pegawai Terancam Putus Kontrak Masal

Krisis PPPK di NTT: 9.000 Pegawai Terancam Putus Kontrak Masal

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:30 WIB

Di Balik Cloud Storage, Ada Biaya Lingkungan yang Harus Kita Bayar

Di Balik Cloud Storage, Ada Biaya Lingkungan yang Harus Kita Bayar

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:30 WIB

Jerman 'Impor' Tenaga Kerja India: Solusi di Tengah Tsunami Pensiun

Jerman 'Impor' Tenaga Kerja India: Solusi di Tengah Tsunami Pensiun

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:25 WIB

Tak Masalah Dilaporkan ke Dewas KPK, Deputi Penindakan dan Eksekusi: Bentuk Kepedulian Masyarakat

Tak Masalah Dilaporkan ke Dewas KPK, Deputi Penindakan dan Eksekusi: Bentuk Kepedulian Masyarakat

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:24 WIB

Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Begini Sejarahnya!

Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Begini Sejarahnya!

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:21 WIB

Mutasi Kabais Tak Transparan, Imparsial Cium Upaya Putus Rantai Komando di Kasus Andrie Yunus

Mutasi Kabais Tak Transparan, Imparsial Cium Upaya Putus Rantai Komando di Kasus Andrie Yunus

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:17 WIB

Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat

Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16 WIB

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:10 WIB

Arus Balik Masih Tinggi, 52 Ribu Penumpang Kereta Api Tiba di Jakarta Hari Ini

Arus Balik Masih Tinggi, 52 Ribu Penumpang Kereta Api Tiba di Jakarta Hari Ini

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:05 WIB