Mentawai di Ujung Tanduk: Izin Konsesi Kayu Ancam Bencana Ekologis Lebih Dahsyat

Chandra Iswinarno | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 24 Juni 2025 | 21:39 WIB
Mentawai di Ujung Tanduk: Izin Konsesi Kayu Ancam Bencana Ekologis Lebih Dahsyat
Penerbitan izin konsesi kayu di Pulau Sipora, Kepulauan Mentawai mengancam hutan yang berada di wilayah tersebut dan berpotensi memicu bencana ekologis. [Tangkapan layar GoogleMaps]

Suara.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Barat mengingatkan pemerintah soal risiko besar di balik penerbitan izin konsesi kayu di Pulau Sipora, Kepulauan Mentawai.

Tindakan eksploitasi hutan dengan skala yang besar, disebut berisiko sebabkan Pulau Sipora terjadi bencana ekologis lebih parah.

Walhi menyoroti adanya potensi peningkatan bencana ekologis yang dapat melumpuhkan Kabupaten Mentawai.

Direktur Eksekutif Daerah Walhi Sumatera Barat, Wengky Purwanto menyebut, dalam 7 tahun terakhir, mayoritas bencana yang melanda Sumatera Barat, termasuk Kepulauan Mentawai, merupakan bencana ekologis seperti banjir, longsor, dan cuaca ekstrem.

"Analisis Walhi, melihat dalam tujuh tahun ke belakang, bencana yang sering terjadi di Sumatera Barat, termasuk di Kepulauan Mentawai, itu adalah bencana ekologis, berupa banjir dan longsor, termasuk cuaca ekstrim," kata Wengky dalam diskusi virtual, Selasa 24 Juni 2025.

Bahkan dibandingkan dengan intensitas bencana alam, seperti gempa bumi, wilayah Mentawai lebih sering terjadi bencana ekologis seperti banjir dan longsor.

Wengky menyebut bahwa kondisi tersebut konsisten terjadi selama tujuh tahun.

Ia mengungkapkan bahwa Pulau Sipora sendiri belum lama ini ditetapkan dalam status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari.

Menurutnya, apabila pemerintah tetap membiarkan 20 ribu hektare hutan di pulau tersebut dieksploitasi, maka risiko bencana ekologis akan meningkat secara signifikan.

Wengky menekankan bahwa kawasan hutan yang akan dibuka tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan 18 daerah aliran sungai (DAS).

Kerusakan tutupan hutan akan menyebabkan terganggunya fungsi hidrologis wilayah, yang ujungnya akan memperbesar peluang banjir dan longsor, terutama saat musim hujan dan cuaca ekstrem.

"Bayangkan kemudian kalau 20 ribu hektare hutan di Pulau Sipora ini dieksploitasi sedemikian rupa, yang di dalamnya terhubung dengan delapan belas daerah aliran sungai. Maka hampir bisa kita pastikan bencana ekologis banjir dan longsor itu akan makin meningkat di Pulau Sipora," jelasnya.

[BeritaBali.com].
Ilustrasi pembalakan hutan yang mengakibatkan bencana ekologis.

Dampaknya tidak hanya akan merusak lingkungan secara fisik, namun juga menghancurkan struktur kehidupan masyarakat lokal, serta berisiko melumpuhkan fungsi pemerintahan daerah.

Sebab, Pulau Sipora merupakan pusat administrasi dan kendali utama pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

"Yang akan rusak tidak hanya lingkungan, tapi dia juga akan menghancurkan pranata kehidupan dan sekaligus melempuhkan Kepulauan Mentawai. Karena mengingat Pulau Sipora ini adalah pusat administrasi dan pengaturan pemerintah Kepulauan Mentawai," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hutan Adat Terancam: Izin Konsesi Kayu Menggerogoti Identitas Masyarakat Mentawai

Hutan Adat Terancam: Izin Konsesi Kayu Menggerogoti Identitas Masyarakat Mentawai

News | Selasa, 24 Juni 2025 | 19:58 WIB

WALHI Kritik Cara Pemprov DKI soal Masalah RDF Rorotan: Salah Sasaran jika Cuma Hilangkan Bau

WALHI Kritik Cara Pemprov DKI soal Masalah RDF Rorotan: Salah Sasaran jika Cuma Hilangkan Bau

News | Rabu, 26 Maret 2025 | 15:32 WIB

Banjir Jabodetabek: Tata Ruang Rusak Parah, Sungai Kehilangan Daya Tampung!

Banjir Jabodetabek: Tata Ruang Rusak Parah, Sungai Kehilangan Daya Tampung!

Video | Selasa, 11 Maret 2025 | 13:05 WIB

Terkini

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB

Gerak Cepat TNI Pasca-Gempa Sulut: Ratusan Prajurit Evakuasi Korban hingga Sisir Dampak Tsunami

Gerak Cepat TNI Pasca-Gempa Sulut: Ratusan Prajurit Evakuasi Korban hingga Sisir Dampak Tsunami

News | Kamis, 02 April 2026 | 19:53 WIB

WFH Bukan Long Weekend! Pemerintah Pakai Teknologi Pantau Lokasi ASN

WFH Bukan Long Weekend! Pemerintah Pakai Teknologi Pantau Lokasi ASN

News | Kamis, 02 April 2026 | 19:39 WIB

KDM dan Ahmad Luthfi Ketawa Bareng di Jakarta, Netizen Kena Prank Medsos?

KDM dan Ahmad Luthfi Ketawa Bareng di Jakarta, Netizen Kena Prank Medsos?

News | Kamis, 02 April 2026 | 19:36 WIB

BGN Klarifikasi Konten Viral Susu 'Makan Bergizi Gratis' Dijual di Minimarket

BGN Klarifikasi Konten Viral Susu 'Makan Bergizi Gratis' Dijual di Minimarket

News | Kamis, 02 April 2026 | 19:35 WIB

Buntut Kasus Amsal, Kajari Karo Terancam Pidana! Safaruddin DPR: Abaikan Perintah Hakim

Buntut Kasus Amsal, Kajari Karo Terancam Pidana! Safaruddin DPR: Abaikan Perintah Hakim

News | Kamis, 02 April 2026 | 19:35 WIB

Dana BOS SMAN 2 Prabumulih Hampir Rp1 Miliar Dikuras Hacker, Pelaku Pesta Sabu Saat Ditangkap!

Dana BOS SMAN 2 Prabumulih Hampir Rp1 Miliar Dikuras Hacker, Pelaku Pesta Sabu Saat Ditangkap!

News | Kamis, 02 April 2026 | 19:17 WIB