Dari Pemulung Sampah jadi Pahlawan Gunung Rinjani, Kisah Inspiratif Agam Mendunia

Muhammad Yunus | Suara.com

Kamis, 26 Juni 2025 | 19:41 WIB
Dari Pemulung Sampah jadi Pahlawan Gunung Rinjani, Kisah Inspiratif Agam Mendunia
Abdul Haris Agam, atau lebih dikenal dengan nama Agam Rinjani [Suara.com/Istimewa]

Suara.com - Di balik dinginnya kabut Gunung Rinjani, terselip kisah hangat tentang keberanian dan kemanusiaan.

Seorang pria sederhana bernama Abdul Haris Agam, atau lebih dikenal dengan nama Agam Rinjani.

Mendadak jadi sorotan nasional. Bahkan internasional. Berkat aksinya mengevakuasi pendaki asal Brasil, Juliana Marins, yang tewas di jurang curam gunung ikonik di Nusa Tenggara Barat tersebut.

Namun siapa sangka, sosok pemberani ini dulunya tumbuh besar di tengah tumpukan sampah?

Tumbuh di TPA Tamangapa Makassar, Dibesarkan oleh Pendidikan dan Mimpi

Agam lahir pada 22 Desember 1988 di Makassar. Masa kecilnya jauh dari gemerlap kota.

Ia dan kakaknya, Naris, menghabiskan hari-hari mereka di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala.

Mereka hidup sebagai pemulung, mencari barang-barang layak jual untuk bertahan hidup.

Namun di tengah kerasnya lingkungan TPA, sebuah cahaya harapan datang.

Mahasiswa dari berbagai kampus datang secara sukarela ke lokasi itu untuk mengajar anak-anak.

Dari sinilah benih pendidikan dan semangat belajar tumbuh dalam diri Agam kecil.

“Walaupun kami memulung, kami masih bisa belajar. Itu luar biasa bagi kami,” ujar Naris kepada Suara.com, mengenang masa kecilnya bersama sang adik.

Beruntung, Agam bisa melanjutkan pendidikan hingga masuk Jurusan Antropologi Universitas Hasanuddin (Unhas) dan bergabung dalam organisasi pencinta alam, Korpala Unhas.

Dari kampus dan alam bebas, Agam menemukan jati dirinya. Ia mantap menapaki jalan sebagai pencinta dan penjaga alam.

"Dulu dia ekpedisi naik perahu ke Australia," ungkap Naris.

Abdul Haris Agam, atau lebih dikenal dengan nama Agam Rinjani [Suara.com/Istimewa]
Abdul Haris Agam, atau lebih dikenal dengan nama Agam Rinjani [Suara.com/Istimewa]

Menjadi Penjaga Rinjani dan Pahlawan Tak Bernama

Kini, Agam tinggal di Lombok dan dikenal sebagai guide profesional di Gunung Rinjani.

Ia juga mendirikan Etno Shop Adventure, usaha travel yang menyediakan open trip dan private trip ke gunung maupun pantai.

Namun yang membuat namanya dikenal luas bukanlah bisnis, melainkan keberanian.

Agam memimpin tim evakuasi untuk membawa turun jenazah Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang jatuh ke jurang sedalam 590 meter.

Aksi ini bukan perkara mudah. Kabut tebal, medan terjal, dan malam yang mencekam memaksa Agam dan tim menginap di tepi jurang bersama jenazah Juliana.

“Kami menginap di pinggir tebing yang curam 590 meter bersama Juliana satu malam. Kami pasang anchor supaya tidak ikut meluncur 300 meter lagi,” tulis Agam di akun Instagram-nya, @agam\_rinjani.

Video Evakuasi Viral, Dunia Beri Penghormatan

Aksi heroik Agam terekam dalam video yang kemudian viral. Di sana, terlihat ia menuruni tebing dengan seutas tali panjang, menarik tubuh Juliana dari dasar jurang.

Saat ia dan jasad Juliana berhasil mencapai puncak, dunia menyambutnya dengan decak kagum.

Media Brasil turut menyoroti kisah ini. Warganet Brasil memenuhi kolom komentar Instagram Agam dengan ucapan terima kasih dan penghormatan:

“Terima kasih Agam Rinjani. Keberanian dan kemanusiaanmu adalah cahaya di tengah kegelapan,” tulis akun @faleiofficial.

“Dia pahlawan tanpa jubah! Harus diberi medali kehormatan,” kata akun @julia\*\*\*.

Relawan Tim SAR bermalam di Jurang Rinjani bersama jasad Juliana Marins. IG (@tyo_survival)
Relawan Tim SAR bermalam di Jurang Rinjani bersama jasad Juliana Marins. IG (@tyo_survival)

Ratusan Kali ke Puncak Rinjani

Apa yang dilakukan Agam bukanlah kebetulan. Ia adalah pendaki senior dengan pengalaman luar biasa.

Dalam wawancara di kanal YouTube Gakkum Kehutanan, Agam menyebut bahwa ia telah mendaki Gunung Rinjani sebanyak 574 kali, dengan 352 kali ke puncaknya.

Kadang ia naik tiga kali seminggu, bahkan pernah one day trip bolak-balik. Pengalaman ini membuatnya sangat memahami setiap jalur dan risiko pendakian.

Salah satu momen paling membekas baginya adalah ketika harus mengevakuasi pendaki asal Israel yang jatuh 160 meter dari pucuk Rinjani karena selfie.

Penghargaan dan Pengabdian

Pada 2024 lalu, Agam mendapat penghargaan atas dedikasinya dalam vertical rescue—penyelamatan vertikal bagi korban pendakian.

Di unggahan Instagram-nya, terlihat piagam yang diberikan atas nama Abdul Haris Agam, sebagai bentuk apresiasi atas kerja kemanusiaan yang luar biasa.

Namun lebih dari sekadar penghargaan, Agam mengajak kita semua untuk lebih peduli terhadap keamanan saat mendaki.

“Perhatikan savety (keamanan). Karena relawan seperti kami juga punya keterbatasan,” tegasnya.

Dari Jurang Sampah ke Tebing Rinjani

Kisah Agam adalah cerita tentang harapan, pendidikan, dan ketekunan. Dari anak pemulung yang tumbuh di TPA, ia menjelma jadi penjaga gunung, pemandu profesional, dan pahlawan yang dikenang dunia.

Bukan karena dia punya segalanya, tapi karena dia tidak menyerah. Tidak pada keadaan, tidak pada keterbatasan.

Agam Rinjani mengingatkan kita, bahwa keberanian tak selalu lahir dari seragam atau pangkat.

Kadang, ia datang dari seseorang yang rela tidur di pinggir tebing, menggenggam jenazah seorang asing, demi satu hal. Kemanusiaan.

Sosok yang Patut Diteladani

Kisah Agam Rinjani bukan sekadar viral. Ia adalah panggilan bagi kita semua untuk lebih manusiawi, lebih peduli, dan lebih berani.

Di tengah dunia yang penuh hiruk-pikuk, masih ada orang yang memilih memberi tanpa pamrih.

Agam membuktikan, dari tempat paling gelap pun, seseorang bisa tumbuh jadi cahaya. Dan dari dasar jurang sekalipun, kemanusiaan bisa terangkat tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Juliana Dibiarkan Mati': Keluarga Tuntut Keadilan, Kuak Borok Sistem Penyelamatan Rinjani?

'Juliana Dibiarkan Mati': Keluarga Tuntut Keadilan, Kuak Borok Sistem Penyelamatan Rinjani?

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 19:14 WIB

'Neraka' di Rinjani: Pakar Ungkap Kombinasi Maut Gas Beracun-Suhu Ekstrem Tewaskan Pendaki Brasil

'Neraka' di Rinjani: Pakar Ungkap Kombinasi Maut Gas Beracun-Suhu Ekstrem Tewaskan Pendaki Brasil

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 18:41 WIB

Warganet Brasil Geram! Gunung Rinjani Dihujani Review Bintang 1 Imbas Tewasnya Juliana Marins

Warganet Brasil Geram! Gunung Rinjani Dihujani Review Bintang 1 Imbas Tewasnya Juliana Marins

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 18:08 WIB

Terkini

Mutasi Kabais Tak Transparan, Imparsial Cium Upaya Putus Rantai Komando di Kasus Andrie Yunus

Mutasi Kabais Tak Transparan, Imparsial Cium Upaya Putus Rantai Komando di Kasus Andrie Yunus

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:17 WIB

Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat

Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16 WIB

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:10 WIB

Arus Balik Masih Tinggi, 52 Ribu Penumpang Kereta Api Tiba di Jakarta Hari Ini

Arus Balik Masih Tinggi, 52 Ribu Penumpang Kereta Api Tiba di Jakarta Hari Ini

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:05 WIB

Trump Jadi Pinokio di Karikatur Media Iran: Klaim Negosiasi Damai Hanya Kebohongan Besar

Trump Jadi Pinokio di Karikatur Media Iran: Klaim Negosiasi Damai Hanya Kebohongan Besar

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01 WIB

Misteri Pria Hilang di Jaktim Berujung Tragis: Jasad Ditemukan Terkubur di Cikeas

Misteri Pria Hilang di Jaktim Berujung Tragis: Jasad Ditemukan Terkubur di Cikeas

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:54 WIB

Benarkah Naik Transportasi Umum Bisa Efektif Kurangi Emisi?

Benarkah Naik Transportasi Umum Bisa Efektif Kurangi Emisi?

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:47 WIB

Alih-alih Hemat BBM, DPR Ingatkan Risiko 'Long Weekend'

Alih-alih Hemat BBM, DPR Ingatkan Risiko 'Long Weekend'

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:42 WIB

Makna Kunjungan 'Tanpa Undangan' Anies ke Cikeas: Hanya Lebaran ke SBY atau Mau CLBK dengan AHY?

Makna Kunjungan 'Tanpa Undangan' Anies ke Cikeas: Hanya Lebaran ke SBY atau Mau CLBK dengan AHY?

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:41 WIB

Konflik di Timur Tengah, Sekjen PBB: Perang Sudah di Luar Kendali

Konflik di Timur Tengah, Sekjen PBB: Perang Sudah di Luar Kendali

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:34 WIB