Tragedi Selat Bali: KMP Tunu Disebut Karam dalam 3 Menit, Overload atau Dihantam Ombak Ganas?

Bangun Santoso | Suara.com

Kamis, 03 Juli 2025 | 18:43 WIB
Tragedi Selat Bali: KMP Tunu Disebut Karam dalam 3 Menit, Overload atau Dihantam Ombak Ganas?
Ilustrasi kapal tenggelam dihantam ombal. [Istimewa]

Suara.com - Tragedi tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Rabu (2/7/2025) malam menyisakan satu pertanyaan besar di tengah duka: mengapa kapal itu karam begitu cepat?

Dari penuturan para korban selamat melukiskan detik-detik horor yang terjadi hanya dalam hitungan menit, memunculkan dua dugaan kuat sebagai penyebab utama: hantaman ombak ganas dan potensi kelebihan muatan yang fatal.

Faktor alam menjadi sorotan pertama. Saat insiden terjadi, perairan Selat Bali sedang tidak bersahabat. Koordinator Pos SAR Banyuwangi, Wahyu Setiabudi, mengonfirmasi bahwa kondisi cuaca menjadi kendala serius bagi tim penyelamat. Keterangan ini memberikan gambaran betapa berbahayanya kondisi laut saat itu.

"Di titik lokasi ombak mencapai 2,5 meter," ujar Wahyu sebagaimana dilansir Antara, Kamis (3/7/2025).

Ombak setinggi itu lebih dari cukup untuk menggoyahkan stabilitas kapal feri. Kesaksian korban selamat, Imron, menguatkan dugaan ini. Ia menggambarkan bagaimana kapal oleng dengan hebat sebelum akhirnya menyerah pada amukan laut.

"Sekitar tiga kali kapal itu miring. Yang ketiga air laut sudah masuk ke ruang penumpang," kata Imron, Kamis (3/7/2025).

Goyangan hebat akibat ombak tinggi bisa menjadi pemicu awal dari sebuah bencana. Namun, faktor cuaca buruk seringkali berinteraksi dengan faktor internal kapal, dan di sinilah dugaan kedua muncul: masalah muatan dan stabilitas.

Data resmi dari Polda Bali yang dirilis pada Kamis (3/7/2025) merinci muatan yang diangkut KMP Tunu Pratama Jaya. Kapal tersebut membawa 66 orang (53 penumpang dan 13 ABK) serta 22 unit kendaraan. Yang menjadi perhatian khusus adalah komposisi kendaraan berat di dalamnya, yaitu 3 truk sedang, 3 truk besar, dan 8 unit truk tronton.

Kehadiran delapan truk tronton di atas dek kapal memunculkan pertanyaan serius mengenai distribusi berat dan titik pusat gravitasi (center of gravity) kapal. Truk tronton yang sarat muatan memiliki bobot yang sangat signifikan.

Penempatan kendaraan berat yang tidak tepat, terutama di dek bagian atas, dapat menaikkan titik pusat gravitasi kapal. Semakin tinggi titik pusat gravitasi, semakin rentan sebuah kapal untuk terbalik saat dihantam ombak dari samping.

Kombinasi maut antara ombak tinggi yang menghantam sisi kapal dan titik pusat gravitasi yang sudah tinggi akibat muatan berat bisa menjelaskan mengapa kapal terbalik dengan kecepatan luar biasa.

Fenomena itu dikenal sebagai synchronous rolling, di mana frekuensi gulungan kapal menjadi selaras dengan frekuensi ombak, menyebabkan kapal miring dengan sudut yang semakin ekstrem hingga akhirnya terbalik.

Kesaksian Bejo Santoso, korban selamat lainnya, menjadi bukti paling mengerikan betapa cepatnya tragedi itu berlangsung.

"Sekitar tiga menit setelah oleng kapal sudah terbalik. Saya masih sempat meloncat," kata Bejo Santoso, Kamis (3/7/2025).

Waktu tiga menit adalah durasi yang sangat singkat bagi penumpang untuk bereaksi, terutama bagi mereka yang berada di dalam ruangan atau dek kendaraan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, Basarnas Diminta Optimalkan Pencarian Korban Hilang

Soal Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, Basarnas Diminta Optimalkan Pencarian Korban Hilang

News | Kamis, 03 Juli 2025 | 15:09 WIB

Tewaskan 4 Orang, Penumpang Selamat Ungkap Detik-detik maut KMP Tunu, Apa yang Terjadi Sebenarnya?

Tewaskan 4 Orang, Penumpang Selamat Ungkap Detik-detik maut KMP Tunu, Apa yang Terjadi Sebenarnya?

News | Kamis, 03 Juli 2025 | 14:23 WIB

Kesaksian Bejo, Penumpang Beruntung Selamat di Insiden KMP Tunu Tenggelam: 3 Menit Langsung Terbalik

Kesaksian Bejo, Penumpang Beruntung Selamat di Insiden KMP Tunu Tenggelam: 3 Menit Langsung Terbalik

News | Kamis, 03 Juli 2025 | 13:03 WIB

Tragedi Selat Bali: KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam, Ombak 2,5 Meter Hambat Evakuasi

Tragedi Selat Bali: KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam, Ombak 2,5 Meter Hambat Evakuasi

News | Kamis, 03 Juli 2025 | 10:51 WIB

Kemenhub: 29 Orang Selamat dari Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali

Kemenhub: 29 Orang Selamat dari Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali

Bisnis | Kamis, 03 Juli 2025 | 10:34 WIB

KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Jumlah Korban Belum Dipastikan

KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Jumlah Korban Belum Dipastikan

Bisnis | Kamis, 03 Juli 2025 | 10:12 WIB

Dari Tanah Suci, Prabowo Instruksikan Tindakan Penyelamatan Penumpang dan Kru KMP Tunu Pratama Jaya

Dari Tanah Suci, Prabowo Instruksikan Tindakan Penyelamatan Penumpang dan Kru KMP Tunu Pratama Jaya

News | Kamis, 03 Juli 2025 | 09:36 WIB

Terkini

Saat AS dan Iran Negosiasi, Donald Trump Justru Asyik Nonton UFC di Miami

Saat AS dan Iran Negosiasi, Donald Trump Justru Asyik Nonton UFC di Miami

News | Minggu, 12 April 2026 | 14:28 WIB

Merusak Tanggul dan Ikan Lokal, Pramono Instruksikan Operasi Pembersihan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta!

Merusak Tanggul dan Ikan Lokal, Pramono Instruksikan Operasi Pembersihan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta!

News | Minggu, 12 April 2026 | 14:06 WIB

21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan

21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan

News | Minggu, 12 April 2026 | 13:46 WIB

Tukang Bajaj Dipalak Preman di Tanah Abang, Pramono Anung: Tidak Ada Kompromi, Ambil Tindakan Tegas

Tukang Bajaj Dipalak Preman di Tanah Abang, Pramono Anung: Tidak Ada Kompromi, Ambil Tindakan Tegas

News | Minggu, 12 April 2026 | 13:38 WIB

Dua Dekade Tebar Maut di Bawah Radar, 'Ki Bedil' Maestro Senpi Ilegal Akhirnya Diciduk Bareskrim!

Dua Dekade Tebar Maut di Bawah Radar, 'Ki Bedil' Maestro Senpi Ilegal Akhirnya Diciduk Bareskrim!

News | Minggu, 12 April 2026 | 13:30 WIB

Geger Beda Data Sawit RI-Singapura: Indikasi Manipulasi Ekspor hingga 'Penyunatan' Harga Terkuak!

Geger Beda Data Sawit RI-Singapura: Indikasi Manipulasi Ekspor hingga 'Penyunatan' Harga Terkuak!

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:55 WIB

3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan

3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:54 WIB

Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan

Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:30 WIB

Bahlil Peringatkan Kader Golkar Sulut: Jangan Ada Kubu Sana-Sini Kalau Mau Menang 2029!

Bahlil Peringatkan Kader Golkar Sulut: Jangan Ada Kubu Sana-Sini Kalau Mau Menang 2029!

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:28 WIB

Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:55 WIB