Video Terakhir Brigadir Nurhadi Terungkap: Terekam Santai Sebelum Tewas Dianiaya Atasan

Tasmalinda

Rabu, 09 Juli 2025 | 16:54 WIB
Video Terakhir Brigadir Nurhadi Terungkap: Terekam Santai Sebelum Tewas Dianiaya Atasan
kematian brigadir Nurhadi

Suara.com - Sebuah video berdurasi singkat mengungkap momen terakhir Brigadir Nurhadi sebelum ditemukan tewas mengenaskan di dasar kolam vila Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam rekaman yang viral sejak awal Juli 2025 itu, Nurhadi tampak berendam santai di kolam, tidak menunjukkan tanda-tanda terancam padahal hanya selang satu jam kemudian, ia diduga menjadi korban kekerasan hingga kehilangan nyawa.

Video itu direkam pada 16 Juni 2025 pukul 19.55 WITA oleh Misri Puspita Sari, yang saat itu berada di lokasi bersama dua perwira polisi yakni Kompol I Made Yogi Purusa Utama dan Ipda Haris Chandra.

Ketiganya disebut menghadiri pesta internal yang berlangsung hingga malam hari.

Menurut pengacara Misri, suasana di vila saat itu dipenuhi alkohol.

Semua yang hadir disebut dalam kondisi mabuk.

Misri sendiri mengaku kepada penyidik bahwa ia tak mengingat apa pun yang terjadi setelah merekam video tersebut, termasuk peristiwa antara pukul 20.00 hingga 21.00 WITA yakni rentang waktu krusial yang diperkirakan menjadi momen penganiayaan terhadap korban.

Tak lama setelah itu, jenazah Nurhadi ditemukan tenggelam di dasar kolam dengan kondisi tubuh penuh luka.

Hasil autopsi menunjukkan fakta yang mengejutkan di mana tulang lidah patah serta mengindikasikan bahwa Nurhadi sempat dicekik.

baca juga

Luka di kepala, punggung, dan kaki, menunjukkan adanya kekerasan fisik.

Air ditemukan di paru-paru dan organ tubuh lainnya, yang berarti korban masih dalam keadaan hidup saat tenggelam, namun kemungkinan sudah tidak sadarkan diri.

Temuan itu memperkuat dugaan bahwa Nurhadi menjadi korban penganiayaan berat sebelum akhirnya kehilangan nyawa di dalam kolam.

Setelah penyelidikan berlangsung hampir dua pekan, Polda NTB menetapkan tiga tersangka, yaitu Kompol Yogi, Ipda Haris, dan Misri Puspita Sari. Ketiganya diduga melakukan penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Namun hingga saat ini, belum satu pun dari ketiganya mengakui sebagai pelaku utama dalam kasus tersebut.

Penyidik turut mengandalkan rekaman video dan uji kebohongan (lie detector) sebagai dua bukti utama dalam membongkar kronologi malam berdarah itu.

Sumber kepolisian menyebut bahwa hasil lie detector mengindikasikan adanya ketidaksesuaian keterangan dari para tersangka dengan fakta lapangan, memperkuat dugaan keterlibatan aktif dalam kematian Brigadir Nurhadi.

Kasus ini menuai perhatian publik luas.

Banyak pihak menyoroti lemahnya pengawasan internal dan lemahnya penegakan etika di lingkungan kepolisian.

Warganet ramai menuntut agar proses hukum berjalan transparan, tanpa tebang pilih—terutama karena para tersangka merupakan anggota aktif kepolisian.

Hingga kini, penyidikan masih berlanjut.

Kepolisian menyatakan sedang mengumpulkan bukti tambahan guna mengungkap siapa pelaku utama yang mengakhiri nyawa Nurhadi malam itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misteri Kematian Diplomat Kemenlu, UGM Desak Polisi Usut Tewasnya Arya Daru yang Dililit Lakban

Misteri Kematian Diplomat Kemenlu, UGM Desak Polisi Usut Tewasnya Arya Daru yang Dililit Lakban

News | Rabu, 09 Juli 2025 | 16:04 WIB

Tak Ada yang Boleh Rundung Anak Ahmad Dhani, Lita Gading Siap Diseret ke Polisi

Tak Ada yang Boleh Rundung Anak Ahmad Dhani, Lita Gading Siap Diseret ke Polisi

Entertainment | Rabu, 09 Juli 2025 | 15:55 WIB

Diplomat Kemlu Tewas Terbungkus Lakban, Polisi Temukan Fakta Baru usai Periksa Pasutri Penjaga Kos?

Diplomat Kemlu Tewas Terbungkus Lakban, Polisi Temukan Fakta Baru usai Periksa Pasutri Penjaga Kos?

News | Rabu, 09 Juli 2025 | 13:06 WIB

Fakta Baru Kasus Kematian Diplomat Kemlu, Polisi Ungkap Isi Komunikasi Terakhir Korban dengan Istri

Fakta Baru Kasus Kematian Diplomat Kemlu, Polisi Ungkap Isi Komunikasi Terakhir Korban dengan Istri

News | Rabu, 09 Juli 2025 | 13:03 WIB

Kepala Terlakban, Apakah Diplomat Kemlu Arya Daru Tewas Dibunuh? Ini Penjelasan Polisi

Kepala Terlakban, Apakah Diplomat Kemlu Arya Daru Tewas Dibunuh? Ini Penjelasan Polisi

News | Rabu, 09 Juli 2025 | 12:06 WIB

Polisi Selidiki Sidik Jari di Lakban yang Membungkus Wajah Diplomat Kemenlu

Polisi Selidiki Sidik Jari di Lakban yang Membungkus Wajah Diplomat Kemenlu

News | Rabu, 09 Juli 2025 | 07:20 WIB

Di Depan Polisi dan Jaksa, Nikita Mirzani Teriak Ingin BAB

Di Depan Polisi dan Jaksa, Nikita Mirzani Teriak Ingin BAB

Entertainment | Selasa, 08 Juli 2025 | 20:08 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×