Geger Ijazah Jokowi: Roy Suryo vs Pengamat Kepolisian, Arah dan Manfaat Kasus Bikin Bingung?

Budi Arista Romadhoni

Jum'at, 11 Juli 2025 | 08:40 WIB
Geger Ijazah Jokowi: Roy Suryo vs Pengamat Kepolisian, Arah dan Manfaat Kasus Bikin Bingung?
Kolase Roy Suryo dan ijazah Jokowi. (dok. Suara.com)

Suara.com - Polemik seputar keaslian ijazah Presiden Joko Widodo terus menghangat, memicu perdebatan sengit di berbagai platform, termasuk dalam sebuah podcast Forum Keadilan di YouTube.

Diskusi yang menghadirkan pakar telematika Roy Suryo, pengamat kepolisian Alfons Loe Mau, dan dipandu oleh Reza Indragiri Amriel, justru mengungkap lapisan kebingungan yang semakin tebal di tengah masyarakat.

Pertanyaan mendasar mengenai arah dan manfaat kasus ini, seperti yang diutarakan Reza Indragiri, menjadi benang merah dari perbincangan tersebut.

"Saya bingung mengenai arah dan manfaat kasus ini," kata Reza Indragiri Amriel di awal diskusi.

Pernyataan ini mencerminkan kegelisahan publik yang kian merasa terjebak dalam pusaran informasi simpang siur dan perbedaan pandangan para ahli. Alih-alih mendapatkan pencerahan, perdebatan ini justru menimbulkan lebih banyak tanya.

Adu Argumen: Antara Dugaan Pemalsuan dan Prosedur Hukum

Di satu sisi, Roy Suryo dengan tegas memaparkan hasil analisis ilmiahnya yang mengarah pada dugaan kuat pemalsuan.

Ia mengklaim bahwa ijazah Joko Widodo "99,9% palsu" berdasarkan analisis telematika, perbedaan font, ketidaksesuaian foto, dan kejanggalan pada skripsi yang diduga milik Presiden.

Mantan Menpora, Roy Suryo saat di podcast Forum Keadilan. [YouTube]
Mantan Menpora, Roy Suryo saat di podcast Forum Keadilan. [YouTube]

Roy Suryo bahkan menyoroti absennya ijazah asli dalam gelar perkara khusus di Bareskrim Polri.

baca juga

"Dalam gelar perkara khusus itu, ijazah aslinya tidak dihadirkan, itu sangat lucu dan mengecewakan," ungkap Roy Suryo.

Ia juga mempermasalahkan kualitas fotokopi ijazah yang diperlihatkan sebelumnya, yang menurutnya buruk, terlipat, bahkan ada tetesan kopi.

Bagi Roy, gelar perkara itu juga tidak mempertandingkan metode ilmiah secara imbang. Kritik Roy Suryo tidak berhenti di situ; ia bahkan menyebut ahli yang dihadirkan pihak Joko Widodo, Josua Sinambela, sebagai "lebih ke ahli sastra" karena tidak mampu menyangkal secara teknis.

Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh Alfons Loemau. Sebagai pengamat kepolisian, Alfons melihat persoalan ini dari kacamata prosedur hukum dan pembuktian.

Ia berpendapat bahwa penyelidikan kasus ini seharusnya sudah berhenti sejak awal karena alat bukti yang dibawa pelapor hanyalah fotokopi ijazah.

"Menurut edaran Mahkamah Agung, fotokopi tidak dapat digunakan sebagai dokumen yang memiliki nilai pembuktian hukum," jelas Alfons.

Ia menegaskan prinsip hukum "siapa yang mendalilkan, dia yang harus membuktikan", yang berarti pelaporlah yang seharusnya membawa ijazah asli untuk dibuktikan kepalsuannya.

"Jika pelapor tidak membawa ijazah asli, maka laporan tersebut seharusnya 'diistirahatkan'," tambahnya.

Kredibilitas Institusi dan Pertanyaan Publik

Di tengah perbedaan pandangan antara kedua narasumber, pertanyaan besar muncul mengenai kredibilitas institusi yang terlibat, terutama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Polri.

Roy Suryo secara terbuka menyatakan dugaan bahwa UGM bisa diorkestrasi secara manipulatif, merujuk pada sulitnya akses skripsi-skripsi saat ini dibandingkan sebelumnya.

Ia menegaskan bahwa tindakannya adalah bentuk kecintaan terhadap UGM dan tidak rela kampusnya menjadi alat pihak tertentu.

"Saya tidak rela UGM menjadi alat pihak tertentu yang justru mendegradasi nama baik kampus," tegasnya.

Ia juga mempertanyakan mengapa UGM tidak menunjukkan kebanggaan terhadap alumninya yang menjadi presiden selama 10 tahun.

Sebaliknya, Alfons Loemau secara konsisten percaya pada pernyataan UGM bahwa ijazah Jokowi asli.

Alfons Loemau, seorang pengamat kepolisian di dalam podcast Forum Keadilan. [YouTube]
Alfons Loemau, seorang pengamat kepolisian di dalam podcast Forum Keadilan. [YouTube]

Ia juga meyakini bahwa KPU tidak mungkin dikelabui karena proses verifikasi ijazah calon pejabat publik sangat ketat.

Terkait Polri, meskipun mengakui bahwa lembaga penegak hukum sering mendapat pandangan sinis dan tidak bisa lepas dari politik, Alfons percaya bahwa masih ada penyidik yang berintegritas.

Reza Indragiri Amriel sebagai pemandu acara, turut menyoroti keanehan mekanisme kerja Polri jika pembagian kasus hanya berdasarkan pemerataan beban kerja.

Ia juga mempertanyakan, "Jika UGM diorkestrasi, itu menunjukkan kelemahan UGM". Keraguan juga muncul mengenai objektivitas Polri dalam menangani laporan Joko Widodo, dengan pertanyaan apakah Polri masih bisa diandalkan tanpa tekanan politik?

Reza bahkan menyarankan bahwa jika masalahnya adalah metode penelitian, seharusnya tidak diselesaikan di ruang hukum.

Dengan beragamnya sudut pandang dan temuan yang saling bertolak belakang, kebingungan publik mengenai isu ijazah Jokowi tampaknya akan terus berlanjut.

Perdebatan ini tidak hanya menguji kebenaran sebuah dokumen, tetapi juga kredibilitas institusi dan sistem hukum di Indonesia. Bagaimana kelanjutan isu ini akan terungkap, masih menjadi tanda tanya besar yang dinantikan jawabannya oleh masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengamat Kepolisian Bongkar Kejanggalan Kasus Ijazah Jokowi: Seharusnya Sudah Dihentikan dari Awal!

Pengamat Kepolisian Bongkar Kejanggalan Kasus Ijazah Jokowi: Seharusnya Sudah Dihentikan dari Awal!

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 08:15 WIB

Roy Suryo Bongkar Kejanggalan Ijazah Jokowi: Skripsi Diduga Cacat hingga Foto Tak Sesuai

Roy Suryo Bongkar Kejanggalan Ijazah Jokowi: Skripsi Diduga Cacat hingga Foto Tak Sesuai

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 08:01 WIB

'Terlalu Berlebihan! Deddy Sitorus Kritik Keras Pernyataan Luhut Soal Jasa Jokowi yang Dilupakan

'Terlalu Berlebihan! Deddy Sitorus Kritik Keras Pernyataan Luhut Soal Jasa Jokowi yang Dilupakan

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 21:31 WIB

Terkini

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:58 WIB

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:54 WIB

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Madura United Curi Tiga Poin di Parepare, Penalti PSM Makassar Digagalkan Angga Saputro

Madura United Curi Tiga Poin di Parepare, Penalti PSM Makassar Digagalkan Angga Saputro

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:48 WIB

×