Pensiunan Pekerja Migran Didorong Bentuk Koperasi, Begini Harapan Menkop

Chandra Iswinarno | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Senin, 14 Juli 2025 | 17:40 WIB
Pensiunan Pekerja Migran Didorong Bentuk Koperasi, Begini Harapan Menkop
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding dan Menkop Budi Arie Setiadji menandatangani nota kesephaman mendorong mantan pekerja migran maupun pekerja migran untuk membentuk koperasi. [Suara.com/Yaumal]

Suara.com - Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan mengorganisasi pekerja migran yang telah pensiun atau memasuki masa purna untuk membentuk koperasi.

Pernyataan itu diungkap Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi usai meneken nota kesepahaman dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia atau KP2MI.

Nota Kesepahaman itu ditandatangani Budi Arie bersama Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding di Kantor KP2MI, Jakarta, Senin 14 Juli 2025.

"Intinya, saya berharap mereka berkoperasi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya," kata Budi Arie.

Budi Arie mencontohkan, salah satu koperasi yang dibentuk para pekerja migran di Surabaya pada 11 April 2025 bernama 'Koperasi Migran Indonesia Makmur Sejahtera.'

"Ini bukan hanya simbol, tapi pesan kuat bahwa semangat gotong royong dan kemandirian masih hidup dan terus menyala," kata Budi Arie.

Kemenkop akan membekali para pekerja migran yang memasuki masa purna pengetahuan, keterampilan, dan jaringan usaha dalam pengelolaan koperasi.

Sehingga yang terbentuk bukan hanya nama, tapi koperasi yang menjadi sumber penghidupan yang nyata dan berkelanjutan.

"Nah asal pekerja migran itu kan banyak dari desa sehingga mereka yang sudah berpengalaman dan sudah pulang bisa diharapkan juga membantu. Nanti datanya masih dikonsolidasikan," kata Budi Arie.

Sementara di sisi lain, terbentuk 80 lebih Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, diklaimnya akan bisa menciptakan 2 juta lapangan pekerjaan.

Kesempatan tersebut, katanya, dapat dimanfaatkan para pekerja pekerja migran yang sudah purna.

"Karena hitungan kami 80 ribu itu ada 25 lebih pekerja yang dibutuhkan satu koperasi desa. Jadi ada 2 juta lapangan pekerjaan baru di desa yang perlu keahlian-keahlian. Yang juga pernah ditularkan dari saudara-saudara kita yang pekerja migran. Misalnya supir truk atau pertanian dan sebagainya," kata Budi Arie.

Hal senada juga disampaikan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding. Disebutnya ada banyak desa yang mayoritas warganya merupakan pekerja migran.

Dengan nota kesepahaman itu, KP2MI berharap Kemenkop dapat membantu pekerja migran yang sudah pensiun membentuk koperasi sepulang dari luar negeri.

"Termasuk nanti pendampingan sampai tumbuh kembangnya koperasi sesuai dengan harapan Kementerian Koperasi," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BP2MI Gandeng 4 Kementerian, Pekerja Migran Diberi Pelatihan hingga Jaminan Pensiun

BP2MI Gandeng 4 Kementerian, Pekerja Migran Diberi Pelatihan hingga Jaminan Pensiun

News | Senin, 14 Juli 2025 | 16:38 WIB

Koperasi Bangun Hunian Flat di Menteng, Bisakah Jadi Solusi Rumah Mahal? Begini Kata Wamenkop

Koperasi Bangun Hunian Flat di Menteng, Bisakah Jadi Solusi Rumah Mahal? Begini Kata Wamenkop

Bisnis | Senin, 14 Juli 2025 | 11:48 WIB

Koperasi Binaan Tembus Omzet Ratusan Juta, Bukti Ekonomi Rakyat Bisa Mandiri

Koperasi Binaan Tembus Omzet Ratusan Juta, Bukti Ekonomi Rakyat Bisa Mandiri

Bisnis | Minggu, 13 Juli 2025 | 13:39 WIB

Terkini

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:06 WIB

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:04 WIB

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 19:13 WIB

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:56 WIB

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:49 WIB

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:41 WIB

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:19 WIB

Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya

Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:07 WIB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:30 WIB

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:10 WIB