Mengapa Prabowo Bungkam Saat Jokowi dan Gibran Dihantam Isu Pemakzulan?

Chandra Iswinarno, Muhammad Yasir

Selasa, 15 Juli 2025 | 11:09 WIB
Mengapa Prabowo Bungkam Saat Jokowi dan Gibran Dihantam Isu Pemakzulan?
Jokowi dan Wapres Gibran sedang dihantam isu ijazah serta pemakzulan. Hingga kini sikap Presiden Prabowo masih 'diam'. [tangkapan layar/ist]

Suara.com - Badai politik tengah menerpa lingkaran Istana. Ketika isu ijazah palsu Jokowi dan wacana pemakzulan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memanas, dua kutub kekuasaan menunjukkan reaksi yang kontras 180 derajat.

Presiden Prabowo Subianto memilih diam membisu, sebuah keheningan strategis yang memekakkan telinga. Di sisi lain, Jokowi justru tampil ke depan, melawan dengan narasi terorganisir.

Ini bukan sekadar perbedaan gaya, melainkan sebuah kalkulasi politik tingkat tinggi untuk mengamankan kekuasaan.

Kontras sikap antara Presiden Prabowo Subianto dan pendahulunya, Jokowi, dalam merespons polemik yang mengemuka menjadi sorotan tajam.

Alih-alih angkat suara, Prabowo memilih untuk tidak berkomentar di tengah pusaran isu ijazah Jokowi dan wacana pemakzulan Gibran, sementara Jokowi mulai menunjukkan keresahannya secara terbuka.

Analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Citra Institute, Yusak Farhan, membedah bahwa keheningan Prabowo bukanlah tanpa makna.

Sikap tersebut diyakini sebagai bagian dari strategi politik yang penuh perhitungan untuk menjaga stabilitas dan posisinya sendiri.

"Selama Prabowo tidak cawe-cawe atau secara vulgar membela Jokowi, saya kira gelombang perlawanan termasuk pemakzulan Gibran semakin membesar di kalangan masyarakat sipil," kata Yusak kepada Suara.com, Selasa (15/7/2025).

Menurut Yusak, langkah diam yang diambil Prabowo adalah manuver rasional di tengah kondisi politik yang tidak menentu.

baca juga

Dengan tidak ikut campur, Prabowo secara efektif sedang memainkan taktik pengamanan kekuasaan.

Keuntungan Tersembunyi

Lebih dari itu, isu yang menyerang rival lamanya justru bisa menjadi keuntungan tersembunyi.

"Prabowo cenderung diam, khususnya dalam kasus ijazah palsu, karena itu menjadi kartu truf Prabowo. Bagaimanapun Prabowo pernah menjadi rival Jokowi. Jadi panggung depan dengan panggung belakang sering berbeda," lanjutnya.

Dinamika yang kini berkembang—mulai dari tuduhan pemalsuan ijazah hingga dorongan pemakzulan Gibran—adalah konflik berisiko tinggi.

Presiden ke-7 Jokowi dipastikan akan hadir dalam kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berlangsung di Kota Solo pada 19-20 Juli 2025 nanti. [Suara.com/Ronald Seger Prabowo]
Presiden ke-7 Jokowi akhirnya buka suara mengenai persoalan yang ditujukan kepadanya mengenai ijazah yang hingga kini makin ramai dalam perdebatan publik. [Suara.com/Ronald Seger Prabowo]

Karena itu, menjadi wajar jika Prabowo memilih untuk tetap berada di luar pusaran, menunggu momentum yang paling tepat untuk bersikap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Roy Suryo Buka-bukaan! Tak Ada Kebencian Pribadi ke Jokowi: Saya Perlu Bongkar Hal yang Tidak Benar!

Roy Suryo Buka-bukaan! Tak Ada Kebencian Pribadi ke Jokowi: Saya Perlu Bongkar Hal yang Tidak Benar!

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 10:29 WIB

Tuding Ada Agenda Besar di Balik Isu Ijazah Palsu dan Pemakzulan Gibran: Jokowi Playing Victim?

Tuding Ada Agenda Besar di Balik Isu Ijazah Palsu dan Pemakzulan Gibran: Jokowi Playing Victim?

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 10:29 WIB

Merasa Reputasinya Dijatuhkan, Jokowi Dinilai Sudah Petakan Dalang Utamanya

Merasa Reputasinya Dijatuhkan, Jokowi Dinilai Sudah Petakan Dalang Utamanya

News | Senin, 14 Juli 2025 | 21:31 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×