Sengkarut Ijazah Jokowi: Manuver Hukum Roy Suryo dan Dugaan Agenda Politik Istana

Muhammad Ilham Baktora

Selasa, 15 Juli 2025 | 17:22 WIB
Sengkarut Ijazah Jokowi: Manuver Hukum Roy Suryo dan Dugaan Agenda Politik Istana
Pakar Telematika, Roy Suryo saat di podcast Forum Keadilan. [YouTube]

Sebaliknya, kubu Jokowi, yang laporannya kini diproses, tentu berargumen bahwa fotokopi tersebut adalah pintu masuk untuk membuktikan adanya tindak pidana pencemaran nama baik.

Polda Metro Jaya sendiri telah melibatkan pakar digital forensik untuk mendalami kasus ini, mengindikasikan bahwa pembuktian tidak hanya akan bergantung pada fisik dokumen.

Penasihat ahli Kapolri Bidang Hukum, Irjen Pol (Purn) Aryanto Sutadi, bahkan menyatakan bahwa Roy Suryo dan beberapa nama lain berpotensi menjadi tersangka karena intensitas serangan yang dinilai sudah masuk ranah penghinaan, bukan lagi kritik.

Jokowi Bicara: Ini Bukan Sekadar Ijazah, Ini Serangan Politik

Presiden ke-7 Jokowi saat ditemui di kediaman pribadinya. (Suara.com/Ari Welianto)
Presiden ke-7 Jokowi saat ditemui di kediaman pribadinya. (Suara.com/Ari Welianto)

Di tengah pusaran hukum, Jokowi akhirnya angkat bicara dari Solo, Jawa Tengah.

Ia tidak hanya menanggapi soal keabsahan ijazahnya, tetapi juga membingkai kasus ini dalam narasi politik yang lebih besar.

"Perasaan politik saya mengatakan ada agenda besar politik untuk menurunkan reputasi politik, untuk men-downgrade," ujar Jokowi.

Jokowi mengaitkan isu ijazah palsu dengan upaya pemakzulan putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sebagai sebuah serangan terkoordinasi.

Pernyataan ini seolah mengonfirmasi bahwa bagi Istana, pertarungan ini bukan lagi sekadar soal pembuktian selembar kertas, melainkan sebuah perang menjaga marwah dan stabilitas politik.

baca juga

Langkah Jokowi yang melaporkan para penudingnya ke polisi merupakan sebuah manuver yang mengubah peta permainan.

Dari posisi tertuduh, Jokowi kini menjadi pihak pelapor yang aktif secara hukum.

Ijazah Asli di Meja Hijau: Akhir dari Drama?

Jokowi berjanji akan menunjukkan ijazah aslinya di persidangan.

Sebuah langkah yang ditunggu-tunggu publik dan diyakini bisa menjadi game changer. Pertanyaannya, apakah dengan menunjukkan ijazah asli, seluruh sengkarut ini akan selesai?

Secara teori, jika ijazah asli terbukti otentik melalui verifikasi di pengadilan, maka tudingan Roy Suryo dan kawan-kawan akan runtuh.

Hal ini akan memperkuat posisi Jokowi dalam kasus pencemaran nama baik dan berpotensi besar membuat para terlapor kalah di persidangan.

Namun, dalam iklim politik yang sudah terpolarisasi, kebenaran hukum belum tentu sejalan dengan kebenaran politik di mata publik.

Sebuah survei dari Median bahkan menunjukkan bahwa sebagian pendukung partai tertentu tetap tidak mempercayai keaslian ijazah Jokowi.

Kasus ini telah berevolusi dari sekadar pertanyaan tentang keaslian dokumen menjadi pertarungan narasi, adu strategi hukum, dan manuver politik tingkat tinggi.

Apakah Roy Suryo bisa membuktikan dalilnya dan lolos dari jerat hukum, atau justru langkah Jokowi yang akan membungkam semua tudingan?

Jawabannya akan terungkap di panggung pengadilan, di mana selembar ijazah akan menjadi penentu nasib banyak pihak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puan Lempar Senyum Misterius Saat Diberondong Pertanyaan 'Konspirasi Politik' ke Jokowi

Puan Lempar Senyum Misterius Saat Diberondong Pertanyaan 'Konspirasi Politik' ke Jokowi

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 14:59 WIB

Jokowi Ungkap Ada Agenda Besar di Balik Isu Ijazah Palsu dan Pemakzulan Gibran, Dokter Tifa Bereaksi

Jokowi Ungkap Ada Agenda Besar di Balik Isu Ijazah Palsu dan Pemakzulan Gibran, Dokter Tifa Bereaksi

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 14:28 WIB

Senjata Baru Roy Suryo: 5 Ijazah Asli UGM Siap 'Adu Banteng' dengan Milik Jokowi di Pengadilan?

Senjata Baru Roy Suryo: 5 Ijazah Asli UGM Siap 'Adu Banteng' dengan Milik Jokowi di Pengadilan?

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 12:23 WIB

Terkini

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

×