Tawuran Kembali Terjadi, PSI Kembali Minta Pramono Kirim Anak Nakal ke Barak

Jum'at, 18 Juli 2025 | 18:49 WIB
Tawuran Kembali Terjadi, PSI Kembali Minta Pramono Kirim Anak Nakal ke Barak
Ilustrasi tawuran di Jakarta kembali pecah. (Suara.com/Ema)

Suara.com - Tawuran antar kelompok remaja kembali terjadi di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Rabu (16/7/2025).

Kerusuhan itu terjadi di dekat Apartemen Green Pramuka City dan menyebabkan kerusakan hingga penjarahan properti toko.

Menanggapi hal ini, Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana mempertanyakan efektivitas kebijakan-kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menangani persoalan sosial tersebut, terutama yang melibatkan remaja.

“Sudah berbagai cara ditempuh oleh Pemprov DKI, tapi itu semua ternyata belum berhasil mencegah tawuran terjadi. Bentrokan antarkelompok yang terutama di kalangan remaja itu terus terulang kembali dari waktu ke waktu,” ujar William, Jumat (18/7/2025).

William menyoroti sederet program yang telah digagas oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, seperti kegiatan ‘Manggarai Bershalawat’ hingga pembukaan taman 24 jam yang ditujukan untuk menampung aktivitas remaja.

“Mulai dari ‘Manggarai Bershalawat’ sampai dengan upaya mendorong para remaja melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti di taman-taman telah dilakukan," ujar William.

"Mas Pram melaksanakannya sebagai cara ‘tersendiri’ untuk menghadapi permasalahan sosial berupa tawuran. Akan tetapi, itu terbukti belum berhasil mengentaskan masalah tersebut,” tambahnya.

Melihat program yang sudah berjalan belum membuahkan hasil signifikan, William mendorong Pemprov DKI untuk mempertimbangkan pendekatan yang lebih tegas.

Ia menyinggung kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang sempat mengirim anak-anak bermasalah ke barak militer sebagai bentuk pembinaan karakter.

Baca Juga: Hiburan Rakyat Pesta Pernikahan Putra Dedi Mulyadi Berujung Maut, 1 Polisi dan 2 Warga Tewas

“Kita tahu kalau Mas Pram memiliki pandangan yang berbeda dengan Dedi Mulyadi di Jawa Barat. Akan tetapi, langkah ekstremnya dengan mengirimkan anak-anak nakal ke barak militer mungkin perlu dipertimbangkan,” ucap William.

“Terlebih, sudah ada bukti nyata bahwa anak-anak yang mendapatkan pembinaan itu menunjukkan perubahan sikap setelah pulang ke rumahnya masing-masing. Bisa jadi ini lah solusi yang sedang dicari oleh DKI Jakarta untuk akhirnya mengentaskan tawuran sekali dan selamanya,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI