Bantah Ikut Bully Muridnya yang Bunuh Diri di Garut, Ini Pengakuan Bu Guru

Wakos Reza Gautama

Senin, 21 Juli 2025 | 16:53 WIB
Bantah Ikut Bully Muridnya yang Bunuh Diri di Garut, Ini Pengakuan Bu Guru
Bu guru membantah ikut membully muridnya yang mati bunuh diri di Garut, Jawa Barat. [Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel]

Suara.com - Kasus bunuh diri siswa kelas X di salah satu SMA negeri di Garut, Jawa Barat, viral di media sosial. Korban diduga melakukan aksi nekat itu karena tak tahan menjadi korban bully di sekolahnya.

Tidak hanya teman sekelas, korban juga diduga dibully oleh gurunya. Dalam chat WA yang diposting ibu korban di Instagram, diketahui korban pernah dimarahi oleh guru fisika di depan teman sekelas.

Ibu guru itu disebut memarahi korban secara kelewatan hingga membuat korban malu. Hal itu menambah rasa frustrasi korban. Alhasil guru fisika yang diduga ikut membully korban itu dihujat netizen di media sosial.  

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun tangan menangani masalah ini. Dia memanggil pihak sekolah dan pihak orang tua korban. 

Salah satu pihak sekolah yang ikut menghadap Dedi adalah guru fisika yang diduga ikut membully korban. Dedi lalu meminta klarifikasi dari guru tersebut. 

Guru itu membantah telah membully dan memarahi korban. Ia menceritakan  awalnya korban tidak menyelesaikan tugas yang diberikan. 

Guru tersebut lalu memberi kesempatan kepada korban dan beberapa siswa yang tidak menyelesaikan tugasnya untuk mengumpulkan tugas di pertemuan berikutnya. 

Di pertemuan ketiga, korban tidak juga menyelesaikan tugas. Guru fisika itu lalu bertanya mengapa korban tidak menyelesaikan tugas. 

Korban menurut guru tersebut, beralasan tangannya suka keringetan terus suka gatel-gatel sehingga sulit untuk menulis.

"Saya hanya bertanya itu bukan di depan kelas Pak, berhadapan di meja guru, tidak teriak-teriak, ngobrol biasa seperti itu. Ya udah lain kali belajarnya lebih rajin, sudah seperti itu," ujar guru fisika dikutip dari Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel.

Sebenarnya kata si guru, korban tidak memiliki masalah saat semester 1. Nilainya pun tuntas. Masuk semester 2, korban mulai jarang mengumpulkan tugas. 

"Di akhir pembelajaran ada dia masuk yang akhir-akhir itu menyusul. Jadi, Pak ya, jadi tidak tepat waktu ketika ada pemberian tugas. Ada dari delapan dia cuman masuk tiga tugas yang masuk," kata bu guru.

Bu Guru ini lalu mengirim pesan lewat WhatsApp (WA) ke wali kelas korban meminta agar memberitahu korban untuk mengumpulkan tugas.

Wali kelas menghubungi orang tua korban namun tidak ada respons. Sampai akhirnya pada rapat pleno guru, nilai fisika korban tidak berubah.

Korban lalu dinyatakan tidak naik kelas karena nilai dari tujuh mata pelajaran tidak tuntas. Saat memasuki tahun ajaran baru, korban memutuskan mengakhiri hidupnya di rumahnya di Garut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Periksa WO hingga Satpol PP, Siapa Bertanggung Jawab Tragedi Maut di Pesta Anak KDM?

Polisi Periksa WO hingga Satpol PP, Siapa Bertanggung Jawab Tragedi Maut di Pesta Anak KDM?

News | Senin, 21 Juli 2025 | 16:51 WIB

Viral Guru Ngaji Digaji Rp450 Ribu Dihukum Bayar Rp12,5 Juta Gara-gara Disiplinkan Murid

Viral Guru Ngaji Digaji Rp450 Ribu Dihukum Bayar Rp12,5 Juta Gara-gara Disiplinkan Murid

News | Senin, 21 Juli 2025 | 16:40 WIB

Pesta Nikah Berujung Maut Anak Dedi Mulyadi Diambil Alih Polda, EO Jadi Target Utama?

Pesta Nikah Berujung Maut Anak Dedi Mulyadi Diambil Alih Polda, EO Jadi Target Utama?

News | Senin, 21 Juli 2025 | 14:23 WIB

3 Orang Tewas, Pengakuan Janggal Dedi Mulyadi Soal Pesta Rakyat di Pernikahan Anaknya Disorot

3 Orang Tewas, Pengakuan Janggal Dedi Mulyadi Soal Pesta Rakyat di Pernikahan Anaknya Disorot

Entertainment | Senin, 21 Juli 2025 | 13:13 WIB

Ramai di Medsos, 7 Fakta Kelam Siswa SMAN Garut Bunuh Diri: Kepala Sekolah Dicopot

Ramai di Medsos, 7 Fakta Kelam Siswa SMAN Garut Bunuh Diri: Kepala Sekolah Dicopot

News | Senin, 21 Juli 2025 | 11:59 WIB

Terkini

RUU Polri Ubah Batas Pensiun Anggota, Kapolri Bisa Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden

RUU Polri Ubah Batas Pensiun Anggota, Kapolri Bisa Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:39 WIB

Hanya untuk Pemilik KTP Jakarta, Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja

Hanya untuk Pemilik KTP Jakarta, Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:38 WIB

Mengapa Mama Sinta Minta Perlindungan LPSK Usai Laporkan Film Pesta Babi?

Mengapa Mama Sinta Minta Perlindungan LPSK Usai Laporkan Film Pesta Babi?

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:33 WIB

Kontras Ungkap Pola Penghilangan Paksa di Indonesia, Aktor Militer Disebut Dominan

Kontras Ungkap Pola Penghilangan Paksa di Indonesia, Aktor Militer Disebut Dominan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:32 WIB

RUU Polri Atur Penempatan Polisi di Luar Institusi, Ini Perbedaan Usulan DPR dan Pemerintah

RUU Polri Atur Penempatan Polisi di Luar Institusi, Ini Perbedaan Usulan DPR dan Pemerintah

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:20 WIB

Jelang Duel Indonesia vs Oman, Polisi Kerahkan 1.400 Personel dan Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Jelang Duel Indonesia vs Oman, Polisi Kerahkan 1.400 Personel dan Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:55 WIB

Dijaga Ketat Brimob Bersenjata Laras Panjang, Rumah Silmy Karim Masih Digeledah KPK Sore Ini

Dijaga Ketat Brimob Bersenjata Laras Panjang, Rumah Silmy Karim Masih Digeledah KPK Sore Ini

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:51 WIB

Pengamat Soal Alarm '98 Jilid 2': Keresahan Publik Sudah Sangat Besar

Pengamat Soal Alarm '98 Jilid 2': Keresahan Publik Sudah Sangat Besar

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:37 WIB

Dedi Mulyadi Minta Bupati dan Wali Kota Hentikan Pembangunan Wisata dan Perumahan di Hutan

Dedi Mulyadi Minta Bupati dan Wali Kota Hentikan Pembangunan Wisata dan Perumahan di Hutan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:32 WIB

Oknum Brimob Ini Tak Cukup Dipecat, Bareskrim Turun Tangan Usut Perannya di Sarang Narkoba Samarinda

Oknum Brimob Ini Tak Cukup Dipecat, Bareskrim Turun Tangan Usut Perannya di Sarang Narkoba Samarinda

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:18 WIB