Sambut Hari Anak Nasional, Gus Ipul: Sekolah Rakyat Ada untuk Memenuhi Hak Anak

Fabiola Febrinastri

Selasa, 21 Juli 2026 | 09:19 WIB
Sambut Hari Anak Nasional, Gus Ipul: Sekolah Rakyat Ada untuk Memenuhi Hak Anak
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjadi narasumber secara virtual dalam Program Talkshow Spesial Hari Anak Nasional di tvOne, Senin (20/7/2026). (Dok: Kemensos)

Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan, pemerintah terus berusaha memenuhi hak-hak anak, khususnya hak memperoleh pendidikan yang layak dan lingkungan belajar yang berkualitas.

Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam Program Talkshow Spesial Hari Anak Nasional TV One, bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Arifatul Choiri Fauzi, Pakar Neurosains dr. Ryu Hasan, Sp. BS, Tokoh Publik dan Pemerhati Anak Shahnaz Haque, Senin (20/7/2026) malam.

Gus Ipul mengatakan, perkembangan teknologi membawa tantangan baru dalam upaya melindungi anak, sehingga pemerintah terus memperkuat perlindungan, pendampingan, hingga rehabilitasi bagi anak-anak yang membutuhkan.

"Dengan adanya kemajuan teknologi, tantangan-tantangan kita dalam rangka memberikan perlindungan, pendampingan, dan tadi juga kadang-kadang juga dibutuhkan rehabilitasi. Ini menjadi hal yang penting," ujar Gus Ipul.

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, salah satu perhatian utama pemerintah saat ini adalah mempersiapkan anak-anak Indonesia melalui penguatan keluarga.

"Bagaimana kita mempersiapkan keluarga-keluarga rentan, di desil 1, desil 2, keluarga yang belum beruntung, keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan. Salah satu pekerjaan rumah besar bangsa kita hari ini adalah masalah ketimpangan," katanya.

Ia menjelaskan, pada Hari Anak Nasional pemerintah ingin memastikan seluruh anak memperoleh pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas. Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama di tengah berbagai tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini.

"Secara khusus hari ini dalam kaitannya dengan Hari Anak, kita ingin anak-anak kita ke depan ini memperoleh pendidikan dengan lingkungan berkualitas. Ini pekerjaan rumah besar kita di tengah-tengah tantangan kekinian yang luar biasa. Ada pergaulan bebas, ada narkoba, ada hal-hal lain yang membuat anak-anak memperoleh lingkungan yang tidak berkualitas," ujarnya.

Ia mengatakan, perhatian tersebut diberikan secara khusus kepada keluarga-keluarga rentan atau The Invisible People yang selama ini belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan.

baca juga

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), Gus Ipul menyebut masih terdapat hampir empat juta anak yang belum sekolah, tidak sekolah, putus sekolah, maupun berpotensi putus sekolah. Karena itu, pemerintah berupaya menjangkau mereka melalui penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

"Maka itulah sekarang kita ini sedang bekerjasama agar bagaimana bisa menjangkau seluruh anak-anak kita memperoleh pendidikan yang baik, pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas," kata Gus Ipul.

"Salah satunya adalah Sekolah Rakyat. Ini adalah sekolah berasrama, tidak ada tes akademik, tapi menjangkau anak tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah, sehingga mereka ini diharapkan memperoleh pendidikan yang baik sehingga masa depannya lebih baik," lanjut Gus Ipul.

Ia menjelaskan, rata-rata lebih dari 65 persen orang tua siswa dari keluarga tidak mampu merupakan lulusan sekolah dasar. Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berharap para siswa tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan bagi keluarga dan lingkungannya.

Ia berharap, Sekolah Rakyat dapat menjadi inspirasi sekaligus model pendidikan bagi keluarga-keluarga rentan.

"Ini adalah hal yang kita kerjakan bersama dengan Bu Arifah, dengan kementerian lain, banyak sekali kementerian yang terlibat dan ini untuk pertama kalinya diselenggarakan di era Bapak Presiden Prabowo ini," ujarnya.

Gus Ipul menegaskan, Presiden Prabowo mengawali berbagai program dengan kejujuran dan keterbukaan terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi bangsa.

"Kita jujur dan terbuka bahwa memang masih ada bansos yang belum tepat sasaran. Kita jujur dan terbuka banyak anak-anak kita yang belum sekolah, belum memperoleh perlindungan, belum memperoleh pendampingan, dan untuk itu harus dicarikan solusi," tuturnya. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemensos - PKP Verifikasi Rumah Tak Layak Huni Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Jabar

Kemensos - PKP Verifikasi Rumah Tak Layak Huni Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Jabar

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 09:17 WIB

Kemensos Perketat Penyaluran Bansos, Pemain Judol dan ASN Tak Lagi Jadi Penerima

Kemensos Perketat Penyaluran Bansos, Pemain Judol dan ASN Tak Lagi Jadi Penerima

News | Senin, 13 Juli 2026 | 15:29 WIB

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

Kemensos Pastikan Sekolah Rakyat Siap Gelar MPLS Serentak Mulai 14 Juli 2026

Kemensos Pastikan Sekolah Rakyat Siap Gelar MPLS Serentak Mulai 14 Juli 2026

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:05 WIB

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Perkuat Pemberdayaan Desa dan Lulusan Sekolah Rakyat

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Perkuat Pemberdayaan Desa dan Lulusan Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:34 WIB

Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:35 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×