Bongkar Dapur Seleksi Pejabat BUMN, Said Didu Blak-blakan: CV Timses Sebagian Besar Dibuang!

Budi Arista Romadhoni

Jum'at, 25 Juli 2025 | 09:07 WIB
Bongkar Dapur Seleksi Pejabat BUMN, Said Didu Blak-blakan: CV Timses Sebagian Besar Dibuang!
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu di podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]

Suara.com - Pernah bertanya-tanya bagaimana proses seleksi pejabat tinggi BUMN di balik layar? Said Didu, mantan ketua tim evaluasi pemilihan direksi dan komisaris BUMN, membongkar habis rahasia dapur yang penuh tekanan dan intervensi politik.

Dalam sebuah pengakuan mengejutkan di Podcast Forum Keadilan TV, Said Didu mengungkap betapa brutalnya ia menyaring ribuan calon pejabat demi menjaga profesionalisme di tubuh perusahaan negara.

Salah satu pengakuan paling tajam adalah bagaimana ia memperlakukan CV dari para relawan dan tim sukses (timses) politik.

Saat menjabat di Kementerian BUMN, ia mengaku menerima tumpukan 972 CV dari kelompok tersebut. Namun, alih-alih memberi karpet merah, ia melakukan seleksi tanpa ampun.

Dengan tegas ia menyatakan bahwa sebagian besar CV tersebut "dibuang karena dianggap sampah," dan hanya menyisakan sekitar 50 kandidat yang dianggapnya benar-benar layak untuk dipertimbangkan lebih lanjut. Sebuah langkah berani yang menampar keras praktik bagi-bagi kue kekuasaan.

Cara Sadis Coret Kandidat 'Orang Dalam'

Ilustrasi pejabat. [Suara.com]
Ilustrasi pejabat. [Suara.com]

Ketegasan Said Didu tak berhenti di situ. Ia membeberkan salah satu metode "eliminasi" paling efektif yang ia gunakan untuk menyaring hampir 10.000 kandidat selama enam tahun masa tugasnya. Metodenya sederhana namun mematikan bagi para pencari koneksi.

Ia langsung memasukkan kandidat ke daftar hitam jika ketahuan banyak meminta memo dukungan atau menggunakan telepon dari pihak luar untuk melobi. Baginya, itu adalah tanda lemahnya kualitas dan integritas.

"Orang yang paling banyak pakai 'pintu' itu yang pertama kami coret," tegasnya.

Ini adalah perang terbuka melawan budaya "orang dalam" atau "kandidat titipan" yang telah lama mengakar.

Tak hanya menolak yang buruk, Said Didu juga proaktif mencari yang terbaik. Ia tak segan menyewa jasa head hunter profesional untuk menjaring talenta-talenta unggul.

Nama besar seperti Ignasius Jonan, yang merevolusi PT KAI, adalah salah satu hasil perburuannya. Ini membuktikan komitmennya untuk mencari pemimpin berdasarkan rekam jejak, bukan kedekatan.

Paksa Tim Sukses SBY-JK Mundur

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu di podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu di podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]

Puncak dari ketegasannya adalah saat ia berani berhadapan langsung dengan lingkaran kekuasaan. Said Didu menceritakan momen ketika ia meminta seorang komisaris BUMN yang juga menjadi bagian dari tim sukses SBY-JK untuk memilih.

Ia tidak memberi toleransi rangkap jabatan yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Dengan berani, ia bahkan sudah menyiapkan surat pengunduran diri untuk ditandatangani sang komisaris.

"Pilih salah satu, mundur dari komisaris atau mundur dari tim sukses," kenang Said Didu menirukan ucapannya saat itu.

Kisah di balik tirai yang dibagikan Said Didu ini menjadi pelajaran mahal tentang betapa pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme di BUMN.

Pengalamannya adalah bukti nyata bahwa benteng pertahanan melawan intervensi politik bisa dibangun, asalkan ada keberanian untuk menolak dan mengatakan tidak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nggak Masuk Akal! Gaji Komisaris BUMN Tembus Rp2 Miliar, Said Didu: Lewati Gaji Presiden!

Nggak Masuk Akal! Gaji Komisaris BUMN Tembus Rp2 Miliar, Said Didu: Lewati Gaji Presiden!

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 08:38 WIB

Ngeri! Said Didu Sebut BUMN Jadi Kuburan Massal Profesionalisme, Sindir Penjilat Kini Dapat Jabatan

Ngeri! Said Didu Sebut BUMN Jadi Kuburan Massal Profesionalisme, Sindir Penjilat Kini Dapat Jabatan

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 08:26 WIB

Skakmat Jokowi? Said Didu Beberkan 9 Kasus yang Bikin Ayah Wapres Gibran Stres

Skakmat Jokowi? Said Didu Beberkan 9 Kasus yang Bikin Ayah Wapres Gibran Stres

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 07:37 WIB

Terkini

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 22:10 WIB

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:50 WIB

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:31 WIB

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:27 WIB

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:20 WIB

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:17 WIB

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:14 WIB

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:02 WIB

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:55 WIB

Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru

Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:44 WIB