Tsunami Rusia Ancam Indonesia: Kecepatannya di Laut Dalam Tembus 800 Km per Jam, Setara Pesawat Jet!

Chandra Iswinarno

Rabu, 30 Juli 2025 | 12:47 WIB
Tsunami Rusia Ancam Indonesia: Kecepatannya di Laut Dalam Tembus 800 Km per Jam, Setara Pesawat Jet!
Ilustrasi gempa dan dampak tsunami Rusia pada Rabu (30/7/2025). Tsunami Rusia diperkirakan mencapai Indonesia sekira 7 jam. [NOAA/National Weather Service]

Suara.com - Gempa dahsyat bermagnitudo M8,7 yang mengguncang pesisir timur Kamchatka, Rusia, pada Rabu (30/7/2025) pukul 06:24:50 WIB, memicu kewaspadaan tsunami global.

Pusat gempa yang terletak pada koordinat 52,51° LU dan 160,26° BT dengan kedalaman dangkal 18 kilometer, berpotensi membangkitkan gelombang tsunami yang dampaknya bisa mencapai Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan 10 wilayah di Indonesia berstatus waspada dengan potensi tsunami setinggi kurang dari 0,5 meter.

Sejumlah wilayah tersebut meliputi Kepulauan Talaud, Kota Gorontalo, Halmahera Utara, Manokwari, Raja Ampat, Biak Numfor, Supiori, Sorong Bagian Utara, Jayapura, dan Sarmi.

Gelombang diperkirakan tiba di pesisir utara Indonesia sekitar 6 hingga 9 jam setelah gempa.

Peristiwa ini menyoroti sebuah pertanyaan penting dalam mitigasi bencana: faktor apa saja yang sebenarnya memengaruhi kecepatan laju tsunami?

Jawabannya terletak pada serangkaian variabel kompleks yang bekerja sejak dari sumber gempa hingga gelombang mencapai bibir pantai.

Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat, faktor utama yang mengontrol kecepatan tsunami adalah kedalaman air.

Apabila semakin dalam perairan, maka semakin cepat tsunaminya. Di laut dalam, kecepatan tsunami bisa menyaingi pesawat jet, melaju lebih dari 800 kilometer per jam.

baca juga

Hal ini memungkinkan gelombang tsunami melintasi samudra luas dalam hitungan jam.

Namun, saat mendekati daratan dan memasuki perairan yang lebih dangkal, kecepatannya menurun drastis hingga setara kecepatan mobil, sekitar 32 hingga 48 kilometer per jam.

Meskipun melambat, energi gelombang yang sangat besar ini akan bertransformasi menjadi ketinggian gelombang yang destruktif.

Peran Vital Topografi dan Bentuk Pantai

Dalam tulisan ilmiah 'Pengaruh Topografi Dasar Laut terhadap Gerakan Arus Laut' yang ditulis mahasiswa Program Studi Teknik Geomatika, Institut Teknologi Surabaya (ITS), disebutkan bahwa topografi dasar laut juga turut memengaruhi kecepatan tsunami.

Ilustrasi tsunami (unsplash.com/@toddtphoto)
Ilustrasi tsunami (unsplash.com/@toddtphoto)

Apabila dasar laut tidak rata, maka akan memperlambat atau mempercepat gelombang tsunami.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BMKG Ingatkan Masyarakat Tak Remehkan Imbas Gempa Rusia: Tsunami 50 Cm Bisa Membunuh!

BMKG Ingatkan Masyarakat Tak Remehkan Imbas Gempa Rusia: Tsunami 50 Cm Bisa Membunuh!

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 12:35 WIB

Sejumlah Orang Dipastikan Terluka, Berapa Jumlah Korban Gempa Rusia?

Sejumlah Orang Dipastikan Terluka, Berapa Jumlah Korban Gempa Rusia?

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 12:21 WIB

Gempa 8,7 M Guncang Rusia, Gelombang Tsunami 3 Meter Ancam Pesisir Jepang

Gempa 8,7 M Guncang Rusia, Gelombang Tsunami 3 Meter Ancam Pesisir Jepang

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 12:24 WIB

Terkini

5 Lipstik Nude untuk Kulit Sawo Matang, Hasil Akhir Matte hingga Satin

5 Lipstik Nude untuk Kulit Sawo Matang, Hasil Akhir Matte hingga Satin

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:56 WIB

Bupati Pemalang Kena OTT, Dede Yusuf Ungkap 'Lingkaran Setan' Korupsi Kepala Daerah

Bupati Pemalang Kena OTT, Dede Yusuf Ungkap 'Lingkaran Setan' Korupsi Kepala Daerah

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:55 WIB

Kesepakatan Dagang RI-AS Digugat, Todung Mulya Lubis Sebut Peran Kemlu Kini Sangat Minim

Kesepakatan Dagang RI-AS Digugat, Todung Mulya Lubis Sebut Peran Kemlu Kini Sangat Minim

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:53 WIB

Kepercayaan Igor Tolic Dibayar Tuntas, Pemain Muda Persib Tampil Tanpa Rasa Takut

Kepercayaan Igor Tolic Dibayar Tuntas, Pemain Muda Persib Tampil Tanpa Rasa Takut

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:53 WIB

Jakarta Target Stop Open Dumping di Bantargebang, Bisakah Target 2029 Tercapai?

Jakarta Target Stop Open Dumping di Bantargebang, Bisakah Target 2029 Tercapai?

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:50 WIB

Fuso Luncurkan Canter Extra Long Bus di GIIAS 2026, Sasar Industri Pariwisata

Fuso Luncurkan Canter Extra Long Bus di GIIAS 2026, Sasar Industri Pariwisata

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:50 WIB

5 Cara Memilih Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kering, Wajah Tetap Lembap dan Tidak Ketarik

5 Cara Memilih Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kering, Wajah Tetap Lembap dan Tidak Ketarik

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:50 WIB

Pakai Logo dan Jadwal Asli, Begini Modus Penipu Tiket Whoosh Kuras Rekening Korban

Pakai Logo dan Jadwal Asli, Begini Modus Penipu Tiket Whoosh Kuras Rekening Korban

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:48 WIB

Presiden Prabowo Apresiasi Rekrutmen IPDN, Cerminan Kesetaraan Kesempatan Bagi Putra-Putri Bangsa

Presiden Prabowo Apresiasi Rekrutmen IPDN, Cerminan Kesetaraan Kesempatan Bagi Putra-Putri Bangsa

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:47 WIB

DPRD DKI Desak Pemprov Jakarta Percepat Perbaikan Jalan Rusak saat Musim Kemarau

DPRD DKI Desak Pemprov Jakarta Percepat Perbaikan Jalan Rusak saat Musim Kemarau

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:47 WIB

×