Relokasi Pedagang Pasar Taman Puring Ditunda, Pramono Ungkap Penyebabnya

Iwan Supriyatna | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 30 Juli 2025 | 20:10 WIB
Relokasi Pedagang Pasar Taman Puring Ditunda, Pramono Ungkap Penyebabnya
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (Instagram)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan pihaknya menunda rencana relokasi pedagang Pasar Taman Puring yang terdampak kebakaran.

Menurut Pramono, relokasi sempat menjadi salah satu opsi sementara agar para pedagang tetap bisa berjualan sambil menunggu proses perbaikan pasar. Namun, laporan dari jajaran di lapangan menunjukkan adanya sejumlah kendala yang menghambat implementasi rencana tersebut.

"Kami rapat mengenai Taman Puring dan ternyata memang di Taman Puring itu ada persoalan di lapangannya. Dari laporan Wali Kota Jakarta Selatan yang saya minta untuk menangani ini, di lapangannya memang ada persoalan," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/7/2025).

Meski Pasar Taman Puring berdiri di atas lahan milik Pemprov DKI, pengelolaan pasar tersebut tidak berada di bawah tanggung jawab langsung Perumda Pasar Jaya maupun instansi terkait lainnya. Kondisi ini menambah kompleksitas dalam pengambilan keputusan.

Pramono juga mengungkap bahwa para pedagang berinisiatif untuk membangun kembali pasar secara swadaya, sehingga pemerintah memilih untuk tidak terburu-buru mengambil langkah perbaikan atau relokasi.

"Saya sudah mendengar warga (pedagang) yang terkena itu, mereka ingin berswadaya, sendiri. Sehingga dengan demikian, untuk secara khusus Taman Puring akan kami dalami terlebih dahulu," jelasnya.

Sementara itu, DPRD DKI Jakarta sebelumnya mendorong Pemprov agar segera menyiapkan relokasi sementara yang layak bagi para pedagang terdampak, guna menjaga kesinambungan ekonomi warga.

Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono, menilai relokasi merupakan langkah krusial untuk mencegah terganggunya penghasilan para pedagang.

"Pemprov harus segera menyiapkan lokasi relokasi sementara yang layak dan tertib, agar pedagang bisa kembali berjualan dan pemulihan ekonomi bisa dimulai secepatnya. Data pedagang terdampak harus didokumentasikan secara akurat," ujar Mujiyono kepada wartawan.

Selain itu, ia juga mendesak dilakukan audit menyeluruh terhadap sistem kelistrikan dan perlindungan kebakaran di pasar-pasar tradisional. Menurutnya, kebakaran di Taman Puring yang kerap terjadi semestinya menjadi momentum perbaikan menyeluruh.

"Karena kebakaran di Taman Puring sudah berulang kali terjadi, kami menilai sudah saatnya dipertimbangkan opsi relokasi pedagang ke tempat yang lebih aman atau melakukan redevelopment total dengan sistem keselamatan modern," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pramono Ogah Cabut 15 Ribu Bansos Pemain Judol di Jakarta, Alasannya Mengejutkan!

Pramono Ogah Cabut 15 Ribu Bansos Pemain Judol di Jakarta, Alasannya Mengejutkan!

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 17:36 WIB

Pramono Perkuat Sinergi Pemerintah dan Swasta Lewat Peresmian Stasiun LRT Summarecon

Pramono Perkuat Sinergi Pemerintah dan Swasta Lewat Peresmian Stasiun LRT Summarecon

Bisnis | Rabu, 30 Juli 2025 | 16:53 WIB

Momen SBY Ajak Pelukis Jerman Lukis Monas, Netizen: Purnatugas Harusnya Begini, Bukan Sibuk Ijazah

Momen SBY Ajak Pelukis Jerman Lukis Monas, Netizen: Purnatugas Harusnya Begini, Bukan Sibuk Ijazah

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 16:49 WIB

Terkini

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:05 WIB

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:32 WIB

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:30 WIB

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:05 WIB

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:41 WIB

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:05 WIB

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:46 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB