Jebakan 'Silent Killer' Keuangan, Biaya Transportasi Lebih Mahal dari Gaji Sebulan?

Andi Ahmad S

Kamis, 31 Juli 2025 | 22:37 WIB
Jebakan 'Silent Killer' Keuangan, Biaya Transportasi Lebih Mahal dari Gaji Sebulan?
Ilustrasi Transportasi Umum (Unsplash)

Suara.com - Pernah merasa gaji sebulan cuma numpang lewat buat ongkos ke kantor? Kamu tidak sendirian. Tingginya biaya transportasi kini menjadi salah satu "silent killer" bagi keuangan masyarakat perkotaan di Indonesia.

Masalah ini begitu serius hingga Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya siap turun tangan untuk melakukan kajian mendalam.

Kemenhub mengakui bahwa ada sesuatu yang tidak beres ketika ongkos menuju stasiun atau terminal justru jauh lebih mahal daripada tiket transportasinya sendiri. Ini adalah fenomena yang dialami oleh jutaan komuter setiap hari.

Berikut adalah 5 fakta kunci yang mengungkap betapa peliknya masalah biaya transportasi di Indonesia, yang memaksa pemerintah untuk mencari solusi.

1. Jauh di Atas Standar Ideal Bank Dunia

Menurut standar Bank Dunia (World Bank), porsi pengeluaran ideal untuk biaya transportasi seharusnya tidak lebih dari 10 persen dari total biaya hidup seseorang. Namun, kenyataannya di Indonesia jauh dari angka tersebut.

Berdasarkan Survei Biaya Hidup (SBH) Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, rata-rata biaya transportasi di sejumlah kota besar di Indonesia sudah mencapai 12,46 persen. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar pendapatan masyarakat "hilang di jalan" sebelum bisa digunakan untuk kebutuhan pokok lainnya.

2. Biang Kerok Sebenarnya, Ongkos Ojol dan Parkir Lebih Mahal dari Tiket

Inilah akar masalah yang disorot langsung oleh Kemenhub. Tiket transportasi publik seperti KRL atau bus mungkin sudah terjangkau berkat subsidi, namun biaya untuk mencapai dan meninggalkan simpul transportasi tersebut (dikenal sebagai first mile-last mile) justru yang mencekik.

baca juga

Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (Dirjen ITM) Kemenhub, Risal Wasal, membeberkan paradoks ini dengan jelas.

"Kenapa? Ini yang kita kaji. Kalau saat ini masyarakat sampai naik kereta api (ongkos) keretanya murah Rp3.500 sampai Rp6,000, tapi first mile-nya, ojek onlinenya Rp25.000, parkirnya Rp10.000, ini yang akan kita pelajari," ujar Risal dilansir dari Antara.

Ilustrasi Gaji (Freepik)
Ilustrasi Gaji (Freepik)

Ini adalah konfirmasi bahwa pemerintah sadar, masalahnya bukan lagi di harga tiket angkutan massal, melainkan pada ekosistem pendukungnya.

3. Peta Kota 'Paling Mahal' untuk Transportasi

Data BPS juga memetakan kota-kota mana saja yang warganya harus merogoh kocek paling dalam untuk mobilitas bulanan. Hasilnya mungkin akan mengejutkan Anda. Bukan Jakarta, kota dengan biaya transportasi tertinggi justru adalah kota penyangganya. Berikut adalah daftarnya:

  • Bekasi: Rp 1,9 juta/bulan
  • Depok: Rp 1,8 juta/bulan
  • Surabaya: Rp 1,6 juta/bulan
  • Jakarta: Rp 1,59 juta/bulan
  • Bogor: Rp 1,2 juta/bulan
  • Batam: Rp 1,17 juta/bulan
  • Makassar: Rp 1,15 juta/bulan
  • Jayapura: Rp 1,12 juta/bulan

Data ini menunjukkan bahwa masalah biaya transportasi sudah merata di berbagai kota besar di Indonesia, tidak hanya terpusat di Jabodetabek.

4. Jurus Kemenhub Kaji Ulang untuk Mereduksi Biaya Perjalanan

Menanggapi semua fakta ini, Kemenhub tidak tinggal diam. Mereka kini sedang mempersiapkan sebuah kajian komprehensif untuk menemukan cara menekan biaya perjalanan masyarakat, tidak hanya untuk bekerja, tetapi juga untuk aktivitas lainnya.

"Kita akan pelajari bagaimana kita bisa mereduksi biaya perjalanan dari masyarakat baik itu saat bekerja, belanja, tamasya dan sebagainya," kata Risal.

Langkah ini menjadi harapan baru bagi masyarakat agar ke depan ada kebijakan yang bisa membuat biaya mobilitas menjadi lebih rasional dan terjangkau.

5. Studi Kasus Jakarta Subsidi 'Gila-gilaan' Rp 5,16 Triliun

Untuk memberi gambaran betapa besarnya biaya untuk menjaga agar transportasi publik tetap terjangkau, kita bisa melihat contoh ekstrem dari DKI Jakarta. Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyatakan bahwa 70 persen dari total anggaran mereka habis hanya untuk subsidi.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syaripudin, mengungkapkan angka fantastis di baliknya.

"Memang anggaran kami Rp7,2 triliun. Anggaran paling besar untuk subsidi," katanya.

"Untuk subsidi anggaran yaitu Rp5,16 triliun yang tersebar di Transjakarta, MRT, dan LRT," ujarnya.

Sisa 30 persen anggarannya digunakan untuk belanja pegawai, modal, dan operasional lainnya. Angka ini menunjukkan betapa mahalnya upaya untuk menekan biaya transportasi di satu kota saja, dan menjadi tantangan besar untuk diterapkan di kota-kota lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Korupsi LNG, KPK Tahan Dua Eks Direktur Pertamina

Kasus Korupsi LNG, KPK Tahan Dua Eks Direktur Pertamina

Foto | Kamis, 31 Juli 2025 | 20:25 WIB

Blak-blakan dari Pemain Anyar Persija, Liga Indonesia Terkenal di Brasil

Blak-blakan dari Pemain Anyar Persija, Liga Indonesia Terkenal di Brasil

Bola | Kamis, 31 Juli 2025 | 20:05 WIB

Pura-pura Jadi Pahlawan, Antar Korban Kecelakaan ke RS Pakai Motornya, Endingnya Malah Digasak

Pura-pura Jadi Pahlawan, Antar Korban Kecelakaan ke RS Pakai Motornya, Endingnya Malah Digasak

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 19:46 WIB

Duo Timnas Indonesia U-23 Merapat, Pelatih Persija Jakarta Semringah

Duo Timnas Indonesia U-23 Merapat, Pelatih Persija Jakarta Semringah

Bola | Kamis, 31 Juli 2025 | 20:00 WIB

Persija Jakarta Bisa Lampaui Persib di Super League 2025/2026? Eks MU Beri Tanggapan

Persija Jakarta Bisa Lampaui Persib di Super League 2025/2026? Eks MU Beri Tanggapan

Bola | Kamis, 31 Juli 2025 | 19:30 WIB

Terkini

Ferry Boboho Lapor soal Kasus Harvey Moeis, Febrie Adriansyah: Nggak Usah Ikut Campur

Ferry Boboho Lapor soal Kasus Harvey Moeis, Febrie Adriansyah: Nggak Usah Ikut Campur

News | Senin, 02 November 2026 | 19:37 WIB

Bima Sena Bongkar Momen Paling Effort di Prekuel Film 5cm: Revolusi Hati

Bima Sena Bongkar Momen Paling Effort di Prekuel Film 5cm: Revolusi Hati

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 19:36 WIB

Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran

Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:35 WIB

Link Pengecekan NIK Penerima BSU 2026, Cek Status Penerima Rp900 Ribu di Sini

Link Pengecekan NIK Penerima BSU 2026, Cek Status Penerima Rp900 Ribu di Sini

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 19:35 WIB

Konsumen Eropa Beralih Beli Mobil Listrik Bekas Asal China Akibat Aturan Impor

Konsumen Eropa Beralih Beli Mobil Listrik Bekas Asal China Akibat Aturan Impor

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 19:35 WIB

Dimulai Besok di Kembangan, Pramono Anung Geber Rapat Maraton 44 Kecamatan

Dimulai Besok di Kembangan, Pramono Anung Geber Rapat Maraton 44 Kecamatan

News | Senin, 02 November 2026 | 19:33 WIB

Tak Cuma Kapolres, 3 Petinggi Polres Sukoharjo Ikut Dicopot Buntut Geledah Ponpes

Tak Cuma Kapolres, 3 Petinggi Polres Sukoharjo Ikut Dicopot Buntut Geledah Ponpes

News | Senin, 02 November 2026 | 19:29 WIB

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:25 WIB

AURA: Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

AURA: Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

News | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

×