Kasus Ijazah Palsu 4 tahun Tak Usai, Amien Rais : Kita Dianggap Bodoh Jokowi

Eviera Paramita Sandi | Suara.com

Selasa, 05 Agustus 2025 | 08:09 WIB
Kasus Ijazah Palsu 4 tahun Tak Usai, Amien Rais : Kita Dianggap Bodoh Jokowi
Kolase foto Amien Rais dan Jokowi. [Suara.com]

Suara.com - Kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) tak kunjung menemukan titik terang.

Kini, permasalahan tersebut justru semakin melebar dan melibatkan banyak pihak.

Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais menilai bahwa permasalahan yang tak kunjung usai itu membuat bangsa Indonesia malu.

Melalui konten terbarunya di youtube Amien Rais Official yang berjudul “Internationalization of Jokowi’s Fake Diplomas”, Amien Rais mengungkapkan bahwa pihaknya merasa dibodohi oleh seorang Jokowi.

“Kalau kita sedikit renungkan ijazah palsu Jokowi yang tidak selesai juga setelah 4 tahunan, kita bangsa Indonesia harusnya merasa malu,” ungkap Amien Rais, dikutip dari youtubenya, Sabtu (2/8/25).

“Oleh Jokowi kita dianggap bodoh, tolol dan pikuk,” tambahnya.

Amien Rais merasa heran lantaran masih saja banyak Masyarakat Indonesia yang percaya dengan tipu daya Jokowi.

Pihaknya mengakui bahwa ucapan Jokowi soal ijazah aslinya adalah omong kosong saja karena tidak bisa dibuktikan.

“Masih saja ada bagian dari masyarakat kita yang percaya dengan tipu-tipu Jokowi,” ujarnya.

“Jokowi, orang yang sedang stress ini megatakan bahwa ‘saya simpan ijazah asli saya’, Jokowi juga ngomong tidak ada orang yang bisa memaksa saya menunjukkan ijazah asli saya. Itu kata-kata Jokowi. Rombongan ternak Jokowi kemudian mengamini celotehan Jokowi yang tidak bermutu itu,” tambahnya.

Menurut Amien Rais kini Jokowi sudah mengalami stres berat. Mental dan jiwanya sudah mulai terganggu dan tidak baik-baik saja.

“Jokowi sekarang mengalami stress berat, baik mental maupun jiwanya,” ucap Amien.

“Terlihat darilangkah-langkahnya yang menggelikan,” tambahnya.

Amien Rais mengungkapkan bahwa isu dugaan Ijazah Palsu Jokowi ini berpotensi melanggar hukum.

Pasalnya, pihak polisi kini diduga telah berperilaku tidak netral. Polisi disebut telah berpihak kepada Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amien Rais ke Jokowi Soal Isu Ijazah Palsu: Siapkan Badan Anda Ya Mas

Amien Rais ke Jokowi Soal Isu Ijazah Palsu: Siapkan Badan Anda Ya Mas

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 07:02 WIB

Lampu Hijau untuk Koruptor? Menkumham Tegaskan Presiden Bisa Beri Abolisi Kasus Apapun

Lampu Hijau untuk Koruptor? Menkumham Tegaskan Presiden Bisa Beri Abolisi Kasus Apapun

News | Senin, 04 Agustus 2025 | 22:35 WIB

Ada Bukti Video, Pelapor Kasus Jokowi Ultimatum Polisi Panggil Roy Suryo Minggu Depan

Ada Bukti Video, Pelapor Kasus Jokowi Ultimatum Polisi Panggil Roy Suryo Minggu Depan

News | Senin, 04 Agustus 2025 | 21:14 WIB

Terkini

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB

Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action

Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:00 WIB

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:42 WIB

Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!

Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:33 WIB

Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia

Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:30 WIB

UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI

UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:26 WIB