'Kota Hantu' Meningkat: Jepang Bergulat dengan Penurunan Populasi Terburuk dalam Sejarah

Dinda Rachmawati

Jum'at, 08 Agustus 2025 | 11:56 WIB
'Kota Hantu' Meningkat: Jepang Bergulat dengan Penurunan Populasi Terburuk dalam Sejarah
Ilustrasi Jepang (Pixabay)

Suara.com - Jepang kembali mencatat rekor penurunan populasi tahunan pada 2024, dengan jumlah kematian yang hampir dua kali lipat dibanding kelahiran

Menurut laporan BBC, data Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang menunjukkan jumlah warga negara Jepang berkurang 908.574 orang—penurunan tahunan paling tajam sejak pencatatan dimulai pada 1968.

Sepanjang 2024, Jepang hanya mencatat 686.061 kelahiran, angka terendah sejak rekor dimulai pada 1899. Sebaliknya, hampir 1,6 juta orang meninggal dunia, yang berarti untuk setiap bayi yang lahir, lebih dari dua warga Jepang meninggal. 

Ini menjadi tahun ke-16 berturut-turut populasi negara tersebut menyusut, memicu kekhawatiran serius terhadap keberlanjutan sistem pensiun dan layanan kesehatan.

Perdana Menteri Shigeru Ishiba menyebut situasi ini sebagai “darurat yang tenang”, berjanji untuk mendorong kebijakan ramah keluarga seperti penitipan anak gratis dan jam kerja fleksibel. 

Namun, berbagai upaya pemerintah selama bertahun-tahun, mulai dari subsidi perumahan hingga cuti orang tua berbayar, masih belum mampu membalikkan tren angka kelahiran rendah.

Kondisi ini diperparah oleh hambatan budaya dan ekonomi yang mengakar. Biaya hidup yang tinggi, upah yang stagnan, serta budaya kerja yang kaku membuat banyak anak muda enggan menikah atau memiliki anak. 

Perempuan di Jepang juga masih menghadapi peran gender tradisional yang membebani mereka sebagai pengasuh utama.

Data Bank Dunia mencatat, lansia berusia 65 tahun ke atas kini mencapai hampir 30% populasi Jepang, proporsi tertinggi kedua di dunia setelah Monako. 

baca juga

Sementara itu, populasi usia kerja (15–64 tahun) turun menjadi sekitar 60%. Fenomena ini memicu banyak wilayah pedesaan menjadi kota hantu, dengan hampir 4 juta rumah terbengkalai dalam dua dekade terakhir.

Meski jumlah penduduk asing di Jepang mencapai rekor 3,6 juta orang pada awal 2025, hanya sekitar 3% dari total populasi, imigrasi tetap menjadi isu sensitif di negara yang cenderung konservatif. 

Pemerintah memang mulai membuka pintu lewat visa nomaden digital dan program peningkatan keterampilan, namun langkah ini masih terbatas.

Para ahli menegaskan bahwa rendahnya angka kesuburan Jepang, yang sudah berada di tingkat rendah sejak 1970-an tidak akan mudah diatasi.

Bahkan jika kebijakan yang ada mampu meningkatkan angka kelahiran secara drastis sekarang, dibutuhkan waktu puluhan tahun sebelum efeknya benar-benar terlihat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biaya Hidup Tinggi, Jepang Naikkan 6 Persen Upah Pekerja

Biaya Hidup Tinggi, Jepang Naikkan 6 Persen Upah Pekerja

Bisnis | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 07:57 WIB

Mengenal Jugun Ianfu, Kekerasan Seksual di Masa Penjajahan Jepang

Mengenal Jugun Ianfu, Kekerasan Seksual di Masa Penjajahan Jepang

Lifestyle | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 11:07 WIB

Sinopsis Beauty Salon in Prison, Drama Jepang yang Dibintangi Nao dan Kaho

Sinopsis Beauty Salon in Prison, Drama Jepang yang Dibintangi Nao dan Kaho

Your Say | Kamis, 07 Agustus 2025 | 15:46 WIB

Terkini

Bikin Rezeki Seret, Ini 5 Kesalahan Pintu Rumah Menurut Feng Shui

Bikin Rezeki Seret, Ini 5 Kesalahan Pintu Rumah Menurut Feng Shui

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:25 WIB

Pidato Prabowo Dinilai Tak Menyentuh Realita, Guru dan Pendidikan Jadi Sorotan

Pidato Prabowo Dinilai Tak Menyentuh Realita, Guru dan Pendidikan Jadi Sorotan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:23 WIB

Penampilan Maarten Paes Bikin Pelatih Ajax Geleng-geleng, Petinggi PSSI Langsung Dihujat

Penampilan Maarten Paes Bikin Pelatih Ajax Geleng-geleng, Petinggi PSSI Langsung Dihujat

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:15 WIB

Purbaya Bakal Terapkan Pajak Baru Jika Ini Terjadi di 2027

Purbaya Bakal Terapkan Pajak Baru Jika Ini Terjadi di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:10 WIB

Donald Trump Tepis Keluhan Prajurit USS Abraham Lincoln di Tengah Perang Iran

Donald Trump Tepis Keluhan Prajurit USS Abraham Lincoln di Tengah Perang Iran

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:09 WIB

Kerusakan Meluas di Flores Akibat Gempa 7.0 dengan Peringatan Tsunami

Kerusakan Meluas di Flores Akibat Gempa 7.0 dengan Peringatan Tsunami

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:05 WIB

3 Smartwatch Anak dengan GPS Tracker, Bisa Telepon dan Pantau Lokasi Si Kecil

3 Smartwatch Anak dengan GPS Tracker, Bisa Telepon dan Pantau Lokasi Si Kecil

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Daftar Harga HP realme Agustus 2026, Baterai Jumbo Ramah di Kantong

Daftar Harga HP realme Agustus 2026, Baterai Jumbo Ramah di Kantong

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Kisah Bli Nyoman Merawat Alam di Desa Sejahtera Astra, Les Buleleng Bali

Kisah Bli Nyoman Merawat Alam di Desa Sejahtera Astra, Les Buleleng Bali

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Sekat Rasa dan Hati yang Terhentak

Sekat Rasa dan Hati yang Terhentak

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:05 WIB

×