Suara.com - Pengusaha bernama Ferry Yanto Hongkiriwang kini menjadi target operasi aparat kepolisian setelah dilaporkan melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap anggota Densus 88 Briptu FF.
Laporan ini sudah masuk tahap penyidikan di Polda Metro Jaya. Plh. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Jakarta Rans Fismy mengaku pihaknya telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan atau SPDP dari Polda Metro Jaya terkait perkara ini sejak 30 Juli 2025.
Kasus ini bermula ketika Briptu FF menguntit Ferry yang sedang makan siang bersama seseorang di Bogor Cafe Hotel Borobudur.
Ferry yang mengetahui dibuntuti segera menghampiri anggota Densus 88 itu lalu membanting ponsel milik anggota polisi tersebut.
Tak berhenti sampai di situ, Ferry menelepon kenalannya seorang petinggi di TNI. Tak lama anggota BAIS TNI datang ke lokasi dan membawa Briptu FF.
Korban diduga sempat disekap beberapa hari dan dibebaskan setelah adanya komunikasi antara petinggi Polri dan BAIS.
Siapa Ferry Yanto Hongkiriwang?
Tak banyak informasi mengenai sosok Ferry Yanto Hongkiriwang. Dia merupakan seorang pengusaha kuliner dan juga pegiat otomotif.
Ferry adalah pendiri sekaligus promotor Japan Super Touring Championshop (JSTC) yakni ajang balap mobil yang digelar di Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM).
Suami Susan Limurty ini pernah tergabung menjadi anggota Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC).
Ferry Yanto Hongkiwirawang merupakan pengusaha muda asal kota Luwuk, Sulawesi Tengah, yang merantau ke Jakarta. Di ibukota, Ferry memulai kariernya sebagai seorang salesman kipas angin.
Berkat kegigihannya, kini ia menjadi seorang pengusaha sukses. Dikutip dari perfourm.com, Ferry memiliki koleksi mobil mewah. Jumlahnya pun fantastis mencapai 24 mobil.
Untuk menampung semua mobil mewahnya ini, Ferry sampai harus menyewa basement sebuah mal yang ia sulap menjadi garasi pribadinya.
Dalam sebulan, Ferry harus merogoh kocek dalam-dalam untuk biaya sewa basement mal. Dia bisa mengeluarkan uang Rp60 juta hingga Rp80 juta sebulan untuk biaya sewa garasinya. Ini setara dengan harga sebuah BMW E36 bekas.
Selain promotor ajang balap, Vice president Gazpoll Racing Team ini juga ikut turun ke arena balapan. Dia sangat menyukai olahraga adu kecepatan ini.