"Kemudian juga banyaknya tiang bendera di berbagai sisi itu justru tidak mendukung estetika, itu juga ingin saya rampingkan menjadi sembilan bendera saja. Kemudian, lantainya yang sudah jelek itu ingin saya ganti jadi tidak mengubah total. Tapi itu juga tidak berlanjut," ujarnya.
Meski banyak proyek dihentikan, Sudewo memastikan bahwa tidak semua pembangunan berhenti.
Proyek yang sumber dananya berasal dari anggaran murni, seperti pembangunan masjid akan tetap berjalan sesuai rencana.
"Kalau masjid itu kan memang anggaran murni," tutur Sudewo.
Sebelumnya, Sudewo memutuskan pembatalan kenaikan PBB P2 ini sebagai respons atas rencana aksi demonstrasi besar-besaran oleh warga yang dijadwalkan pada 13 Agustus 2025.
Sudewo juga ingin menciptakan situasi yang lebih kondusif setelah memutuskan untuk membatalkan kenaikan PBB P2 sebesar 250 persen.