Namun, belakangan muncul gelombang penolakan yang dinilai tak murni datang dari para pedagang.
Pramono menduga ada aktor di balik penolakan itu. Meski begitu, ia menegaskan tetap akan fokus pada agenda utama: menata ruang terbuka hijau di Jakarta.
"Saya bilang tetap aja kita selesaikan, karena itu bagian tanggung jawab saya untuk membuat Jakarta lebih baik, lebih indah, tamannya lebih luas," katanya.