Bupati Pati Berhasil Dimakzulkan? DPRD Sepakat Bentuk Pansus

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 13 Agustus 2025 | 15:52 WIB
Bupati Pati Berhasil Dimakzulkan? DPRD Sepakat Bentuk Pansus
Sendal melayang saat Bupati Pati Sudewo menyampaikan pesan kepada massa aksi di Kawasan Pendapa Bupati Pati, Rabu (13/8/2025). [Tangkapan layar Video]

Suara.com - Aksi demonstrasi yang digelar ribuan warga Pati pada hari ini, Rabu, 13 Agustus 2025, berakhir ricuh. Kericuhan pecah saat Bupati Pati, Sudewo, mencoba menemui massa aksi di Alun-Alun Kabupaten Pati.

Suasana yang tadinya memanas karena isu keberangkatan bupati untuk umrah, semakin tak terkendali saat ia muncul dari kendaraan taktis.

Massa langsung melampiaskan kekecewaan mereka dengan melempari bupati menggunakan botol dan sampah, meskipun ia sempat menyampaikan permintaan maaf.

"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya akan berbuat yang lebih baik, terima kasih," ucap Sudewo di hadapan massa aksi, Rabu siang.

Namun, permintaan maaf tersebut tidak cukup meredam amarah. Lemparan benda-benda dari massa membuat personel keamanan kewalahan dan terpaksa menarik kembali bupati ke dalam pendopo.

Pascakericuhan tersebut, massa semakin brutal dengan memukuli kaca jendela kantor bupati, membakar mobil kepolisian, bahkan memotong sambungan Wi-Fi di sekitar area kantor.

Petugas keamanan akhirnya terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa, yang meskipun sempat mundur, kembali berkumpul di sekitar alun-alun.

DPRD Pati Ambil Langkah Serius, Bentuk Pansus Pemakzulan

Menanggapi situasi yang memanas dan kericuhan yang terjadi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mengambil langkah tegas. Mereka sepakat untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna memproses pemakzulan Bupati Sudewo.

Keputusan ini menjadi babak baru dalam kisruh yang diawali dari kebijakan kenaikan PBB-P2 sebesar 250% beberapa waktu lalu.

Meskipun kebijakan tersebut sudah dibatalkan, tuntutan untuk bupati mundur tetap disuarakan oleh masyarakat, menunjukkan ketidakpercayaan yang mendalam terhadap kepemimpinannya.

Isu ini juga menjadi perhatian nasional setelah anggota DPR RI menyoroti kebijakan kontroversial tersebut. Kerusuhan yang terjadi pada hari ini semakin mempertegas tuntutan masyarakat yang merasa aspirasi mereka tidak didengar.

Dalam aksi ini, massa menuntut Bupati Pati untuk:

  1. Turun dari Jabatannya: Ini menjadi tuntutan utama yang mencerminkan hilangnya kepercayaan publik terhadap kepemimpinan bupati.
  2. Menolak Lima Hari Sekolah: Warga menyuarakan keberatan mereka terhadap kebijakan lima hari sekolah yang dianggap membebani siswa dan orang tua.
  3. Menolak Renovasi Alun-Alun Pati dengan Anggaran Rp2 Miliar: Proyek renovasi dengan biaya yang cukup besar ini dipertanyakan urgensinya di tengah kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak.
  4. Menolak Pembongkaran Total Masjid Alun-Alun Pati yang Bersejarah: Keputusan untuk membongkar masjid yang memiliki nilai sejarah tinggi ini dinilai tidak menghargai warisan budaya dan keagamaan.
  5. Menyoal Proyek Videotron Senilai Rp1,39 Miliar: Warga mempertanyakan prioritas pemerintah yang mengalokasikan anggaran fantastis untuk videotron, sementara ada banyak kebutuhan lain yang belum terpenuhi.

Sebelumnya, dalam rangka menyikapi unjuk rasa ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati telah mengeluarkan maklumat berdasarkan hasil rapat gabungan.

"Poin pertama, semua pihak harus menahan diri demi menghindarkan potensi konflik horizontal. Kedua, menyerukan kepada peserta aksi 13 Agustus 2025 untuk bersikap santun, tidak anarkis, dan mengedepankan akhlakulkarimah dalam menyampaikan aspirasi," kata Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Senin (11/8/2025) lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jejak Digital Kaesang Jadi Bumerang? Video Dukung Bupati Pati Viral di Tengah Demo Besar

Jejak Digital Kaesang Jadi Bumerang? Video Dukung Bupati Pati Viral di Tengah Demo Besar

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 15:44 WIB

Permintaan Maaf Bupati Pati Dibalas Lemparan Sandal Jepit oleh Massa

Permintaan Maaf Bupati Pati Dibalas Lemparan Sandal Jepit oleh Massa

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 15:40 WIB

Anggota DPR Puji Perlawanan Rakyat Pati Desak Bupati Sudewo Mundur: Secercah Harapan Demokrasi

Anggota DPR Puji Perlawanan Rakyat Pati Desak Bupati Sudewo Mundur: Secercah Harapan Demokrasi

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 15:39 WIB

Susul Pati, Warga Cirebon Siap Gelar Aksi Usai PBB Naik 1000 Persen

Susul Pati, Warga Cirebon Siap Gelar Aksi Usai PBB Naik 1000 Persen

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 15:39 WIB

7 Fakta Terkini Demo Pati: Aksi Ricuh Hingga DPRD Sepakat Bentuk Pansus Lengserkan Bupati Sudewo

7 Fakta Terkini Demo Pati: Aksi Ricuh Hingga DPRD Sepakat Bentuk Pansus Lengserkan Bupati Sudewo

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 15:35 WIB

'Wong Pati Ora Sepele Lur': Ribuan Massa Mundur Ditembaki Gas Air Mata, Tuntut Bupati Mundur!

'Wong Pati Ora Sepele Lur': Ribuan Massa Mundur Ditembaki Gas Air Mata, Tuntut Bupati Mundur!

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 15:26 WIB

Terkini

Peneliti Ungkap Dua Ancaman Besar Ketahanan Pangan Indonesia, Apa Saja Itu?

Peneliti Ungkap Dua Ancaman Besar Ketahanan Pangan Indonesia, Apa Saja Itu?

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:13 WIB

Sisi Lain Perlintasan Liar: Ladang Ekonomi Warga Bantaran, Ada yang Raup Rp500 Ribu Sehari

Sisi Lain Perlintasan Liar: Ladang Ekonomi Warga Bantaran, Ada yang Raup Rp500 Ribu Sehari

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:07 WIB

Donald Trump Ingin Venezuela Jadi Negara Bagian AS, Preisden Delcy Rodriguez Buka Suara

Donald Trump Ingin Venezuela Jadi Negara Bagian AS, Preisden Delcy Rodriguez Buka Suara

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:54 WIB

7 Fakta Penemuan 11 Bayi di Sleman, Berawal dari Kecurigaan Warga hingga Biaya Penitipan Rp 50 Ribu

7 Fakta Penemuan 11 Bayi di Sleman, Berawal dari Kecurigaan Warga hingga Biaya Penitipan Rp 50 Ribu

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:48 WIB

Donald Trump Pertimbangkan Kembali Operasi Militer di Timur Tengah

Donald Trump Pertimbangkan Kembali Operasi Militer di Timur Tengah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:45 WIB

Menkes Budi Gunadi Sadikin Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pemalsuan Gelar Akademis

Menkes Budi Gunadi Sadikin Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pemalsuan Gelar Akademis

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:34 WIB

6 Fakta Video Dua WNI Ngaku Dijadikan 'Budak' dan Layani 450 Pria di Arab Saudi

6 Fakta Video Dua WNI Ngaku Dijadikan 'Budak' dan Layani 450 Pria di Arab Saudi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:32 WIB

Petugas Damkar Masih Lakukan Pendinginan di Lokasi Kebakaran Pergudangan Miami Kalideres

Petugas Damkar Masih Lakukan Pendinginan di Lokasi Kebakaran Pergudangan Miami Kalideres

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:24 WIB

Progres MRT Fase 2A Sudah Separuh Jalan, Pramono Targetkan Tersambung hingga Kota Tua pada 2029

Progres MRT Fase 2A Sudah Separuh Jalan, Pramono Targetkan Tersambung hingga Kota Tua pada 2029

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:21 WIB

Rupiah Anjlok ke Rp17.500, Puan Maharani Ingatkan Pemerintah: Jangan Sampai Indonesia Terpuruk!

Rupiah Anjlok ke Rp17.500, Puan Maharani Ingatkan Pemerintah: Jangan Sampai Indonesia Terpuruk!

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:18 WIB