Isu Pemakzulan Sudewo: Peringatan Kader PKB Justru jadi Bola Panas, Jaga Koalisi atau Demokrasi?

Muhammad Ilham Baktora

Jum'at, 15 Agustus 2025 | 15:36 WIB
Isu Pemakzulan Sudewo: Peringatan Kader PKB Justru jadi Bola Panas, Jaga Koalisi atau Demokrasi?
Wakil Sekretaris Dewan Syura Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanulhaq, bicara soal desakan publik agar Bupati Pati Sudewo mundur dari jabatannya. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Gelombang tuntutan pemakzulan Bupati Pati, Sudewo, yang didorong oleh amarah publik atas kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan sikap yang dinilai arogan, kini memasuki babak baru yang lebih kompleks.

Di tengah panasnya situasi yang telah mendorong DPRD Pati membentuk Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket, sebuah pernyataan dari politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanulhaq, justru menjadi bola panas yang memicu perdebatan sengit di ruang publik.

Alih-alih meredam, peringatan Maman agar proses pelengseran Sudewo tidak dilakukan melalui anarkisme dan tekanan massa semata, melainkan lewat mekanisme demokrasi yang sah, menuai reaksi beragam.

Pernyataan yang secara prosedural benar itu dianggap sebagian kalangan mendarat di waktu yang salah, saat emosi warga Pati sedang memuncak dan menuntut perubahan cepat.

Komentar Maman dengan cepat viral dan menjadi bahan perbincangan netizen.

Banyak yang menghardik dan berspekulasi bahwa pernyataan tersebut adalah sinyal dari elite politik di Jakarta untuk melemahkan gerakan rakyat Pati.

Muncul dugaan bahwa ini adalah bentuk intervensi halus untuk melindungi Sudewo, yang diusung oleh koalisi Gerindra dan PKB.

Alasan di Balik Peringatan Maman Imanulhaq

Ribuan warga di depan pendopo Kabupaten Pati menuntut Bupati Pati Sudewo mengundurkan diri dari jabatannya, di Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025). [ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif]
Ribuan warga di depan pendopo Kabupaten Pati menuntut Bupati Pati Sudewo mengundurkan diri dari jabatannya, di Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025). [ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif]

Maman Imanulhaq secara runut mengingatkan publik bahwa Indonesia adalah negara hukum.

baca juga

Menurutnya, pemakzulan seorang kepala daerah memiliki jalur konstitusional yang harus dihormati untuk menjaga marwah demokrasi itu sendiri.

"Jadi jangan sampai juga dalam proses demokrasi hanya karena ada people power seperti itu lalu seorang harus jatuh," kata Maman di Kompleks Parlemen dikutip Jumat (15/8/2025).

Ia menegaskan bahwa langkah DPRD Pati yang membentuk Pansus adalah jalur yang tepat dan harus dikawal.

Logika di balik pernyataan Maman adalah untuk mencegah preseden buruk di mana kepala daerah bisa dijatuhkan hanya karena tekanan massa tanpa melalui pembuktian kesalahan yang sah di ranah politik dan hukum.

Ia khawatir, jika anarkisme dan people power menjadi satu-satunya cara, maka stabilitas pemerintahan di daerah lain juga bisa terancam.

Maman juga menekankan pentingnya komunikasi antara pemerintah dan rakyat, yang ia nilai gagal dilakukan oleh pihak Bupati sehingga memicu gejolak.

Soliditas Partai: Menjaga Koalisi atau Demokrasi?

Sebuah video lawas yang menampilkan keakraban Sudewo dengan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep kembali beredar di media sosial di tengah memanasnya situasi politik di Pati. (tangkap layar/ist)
Sebuah video lawas yang menampilkan keakraban Sudewo dengan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep kembali beredar di media sosial di tengah memanasnya situasi politik di Pati. (tangkap layar/ist)

Pernyataan Maman Imanulhaq tak bisa dilepaskan dari peta koalisi politik di Pati, di mana PKB merupakan salah satu partai pendukung Sudewo yang berasal dari Partai Gerindra.

Hal ini tak ayal memunculkan pertanyaan kritis: apakah peringatan Maman murni sebagai nasihat untuk menjaga koridor demokrasi, atau sebuah manuver politik untuk menunjukkan soliditas partai dalam menjaga tampuk kekuasaan mitra koalisinya?

Bagi sebagian warga yang skeptis, pernyataan ini dilihat sebagai upaya elite untuk saling melindungi.

Di saat Partai Gerindra sendiri mengakui adanya masalah dan melakukan "pembinaan" internal terhadap kadernya, Sudewo, sikap PKB yang menekankan pada prosedur bisa dianggap sebagai cara untuk mengulur waktu dan mendinginkan tuntutan publik.

Dinamika ini membuka pintu bagi publik, terutama generasi muda yang kritis terhadap politik, untuk melihat lebih dalam bagaimana koalisi bekerja.

Sering kali, soliditas partai diuji bukan saat pemilu, melainkan saat salah satu mitra koalisinya tersandung masalah.

Sikap yang diambil partai lain dalam koalisi bisa menjadi cerminan apakah loyalitas pada kekuasaan lebih diutamakan daripada aspirasi konstituen yang lebih luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua BEM UI Serukan Bupati Pati Mundur: Sudah Jadi Pengecut, Bukan Pejabat!

Ketua BEM UI Serukan Bupati Pati Mundur: Sudah Jadi Pengecut, Bukan Pejabat!

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 15:15 WIB

Pati Memanas: Bupati Terancam Lengser, Mungkinkah Koalisi Gemuk Selamatkan Sudewo?

Pati Memanas: Bupati Terancam Lengser, Mungkinkah Koalisi Gemuk Selamatkan Sudewo?

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 13:44 WIB

Posisi Bupati Pati di Ujung Tanduk, Harus jadi Warning Bagi Kepala Daerah : Hati-Hati Buat Kebijakan

Posisi Bupati Pati di Ujung Tanduk, Harus jadi Warning Bagi Kepala Daerah : Hati-Hati Buat Kebijakan

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 11:58 WIB

Terkini

Jung Ho Yeon Susul Ryu Jun Yeol Dilirik Bintangi Serial Netflix 'Outback'

Jung Ho Yeon Susul Ryu Jun Yeol Dilirik Bintangi Serial Netflix 'Outback'

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:35 WIB

Tingkatkan Kenyamanan Peserta, BPJS Kesehatan Resmikan Layanan PIONIR di Kantor Cabang Mataram

Tingkatkan Kenyamanan Peserta, BPJS Kesehatan Resmikan Layanan PIONIR di Kantor Cabang Mataram

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:33 WIB

Ulasan Cafe Minamdang: Penyamaran Dukun Palsu Bongkar Aksi Kejahatan

Ulasan Cafe Minamdang: Penyamaran Dukun Palsu Bongkar Aksi Kejahatan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30 WIB

Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik

Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik

Jakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:25 WIB

Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem

Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:25 WIB

Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix

Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:25 WIB

Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?

Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:23 WIB

Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia

Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:22 WIB

Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara

Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:20 WIB

Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia

Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:20 WIB

×