Dedi Mulyadi Pamer Banyak Gelar usai Jadi Gubernur, Salah Satunya 'Mulyono Jilid 2'

Yohanes Endra

Jum'at, 15 Agustus 2025 | 21:30 WIB
Dedi Mulyadi Pamer Banyak Gelar usai Jadi Gubernur, Salah Satunya 'Mulyono Jilid 2'
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (YouTube/Deddy Corbuzier)

Suara.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi soal stigma "Gubernur Pencitraan" yang selama ini melekat pada dirinya.

Ia juga merespons santai berbagai gelar yang disematkan kepadanya, termasuk gelar sindiran yang menyebut dirinya sebagai "Mulyono Jilid 2".

Gelar itu muncul seiring gaya kepemimpinannya yang dianggap mirip dengan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

“Habis Mulyono terbitlah Mulyadi ya kan? itu judul salah satu media nasional kita yang menulis dan menginvestigasi terhadap fenomena yang terjadi pada dunia politik Indonesia, dunia birokrasi, dan khususnya di era kepemimpinan saya menjadi Gubernur Jawa Barat,” kata Dedi Mulyadi dikutip dari YouTube Akbar Faizal pada Jumat, 15 Agustus 2025.

Dedi mengaku tidak tahu maksud dari narasi tersebut. Namun ia memilih untuk tidak terlalu memusingkan asal-usul stigma yang muncul di masyarakat itu.

“Saya juga enggak tahu bahwa narasi itu dibuat membangun stigma apa. Apa kecemasan, apa ketakutan atau keirian, atau memang lagi suka sama saya, saya kan tidak tahu,” ujarnya.

“Dari sisi demografi dan letak geografi kan saya menjadi aneh ketika saya menjadi Gubernur Jawa Barat langsung diinvestigasi dan dibuat identik dengan kepemimpinan Pak Jokowi,” lanjutnya.

Alih-alih tersinggung, Dedi justru seolah bangga dengan semua gelar yang disematkan padanya tersebut. Ia bahkan menyebut bahwa gelarnya kini sudah lima dan bahkan masih bisa bertambah.

“Bagi saya sih dikasih gelar apapun gak masalah. Gelar saya kan sekarang udah lima. Satu Mulyono Jilid 2, Gubernur Konten, Gubernur Lambe Turah, kemudian Gubernur Pencitraan,” kata Dedi.

baca juga
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (YouTube/Deddy Corbuzier)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (YouTube/Deddy Corbuzier)

“Ada lagi KDM, dulu Kang Duda Merana, kemudian menjadi Kang Duda Menyala. Saya bilang sebentar lagi tunggu, saya akan menjadi KDM yang ketiga ‘Kang Duda Merajalela’,” selorohnya.

Bagi Dedi, semua julukan itu tidak lebih dari potret dinamika sosial-politik yang wajar. Ia memilih menikmati semua gelar itu sebagai warna dalam perjalanan kepemimpinannya.

Dedi mengatakan, sebetulnya tak ada yang berubah dari caranya memimpin sejak dulu.

Namun, kini ia memiliki ruang ekspresi yang jauh lebih luas berkat kemajuan media digital dan perhatian publik yang meningkat.

“Sebenarnya bagi mereka yang tinggal di Purwakarta, bagi mereka yang pernah dipimpin saya. Apa yang saya lakukan hari ini tuh gak ada beda dengan dulu,” ujar mantan bupati itu.

“Cuma dulu saya memiliki keterbatasan ruang untuk mengekspresikan seluruh apa yang digiatan ini,” lanjutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantah Tudingan Penggunaan Buzzer, Dedi Mulyadi : Hasil dari Transparansi Anggaran Kepada Publik

Bantah Tudingan Penggunaan Buzzer, Dedi Mulyadi : Hasil dari Transparansi Anggaran Kepada Publik

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 20:23 WIB

Dedi Mulyadi Minta Tunggakan PBB Dihapus, Warganet: Jangan Cuma Wacana!

Dedi Mulyadi Minta Tunggakan PBB Dihapus, Warganet: Jangan Cuma Wacana!

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 20:30 WIB

Spanduk 'Gubernur Pencitraan' Sambut KDM di Sleman, Pelaku Wisata: Jangan Jadikan DIY Bahan Konten!

Spanduk 'Gubernur Pencitraan' Sambut KDM di Sleman, Pelaku Wisata: Jangan Jadikan DIY Bahan Konten!

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 19:54 WIB

Diserang Stigma 'Mulyono Jilid 2' Dedi Mulyadi Balas Menohok: Akhlak Pemimpin Diukur dari Anggaran!

Diserang Stigma 'Mulyono Jilid 2' Dedi Mulyadi Balas Menohok: Akhlak Pemimpin Diukur dari Anggaran!

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 08:25 WIB

Bongkar Anggaran Pendidikan dan Infrastruktur Jawa Barat, Gebrakan Dedi Mulyadi Jadi Sorotan

Bongkar Anggaran Pendidikan dan Infrastruktur Jawa Barat, Gebrakan Dedi Mulyadi Jadi Sorotan

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 07:43 WIB

Terkini

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

×