Dukungan Rektor ke Prabowo Dikecam: Kampus Jadi Alat Legitimasi Penguasa?

Erick Tanjung, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Sabtu, 16 Agustus 2025 | 18:04 WIB
Dukungan Rektor ke Prabowo Dikecam: Kampus Jadi Alat Legitimasi Penguasa?
Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka. [Suara.com/Dythia]

Suara.com - Deklarasi dukungan 4.014 rektor perguruan tinggi terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto menuai kritikan keras. Serikat Pekerja Kampus secara blak-blakan menuding para rektor tersebut telah menundukkan akal sehat dan mengubah kampus menjadi stempel bagi kekuasaan yang anti-rakyat.

Mereka bahkan menyebut kampus kini telah beralih fungsi menjadi "wastafel kekuasaan" yang ditugaskan untuk mencuci dosa-dosa rezim.

Ketua Serikat Pekerja Kampus, Dia Al Uyun, mengatakan sikap para rektor ini adalah bukti nyata kelatahan dunia akademik di hadapan penguasa.

"Sikap ini jelas membuktikan kelatahan kampus untuk kepentingan penguasa atau menjadi stempel bagi kekuasaan yang anti rakyat," kata Dia Al Uyun, Sabtu (16/8/2025).

Ia menuding, kampus kini digunakan sebagai alat legitimasi, bahkan untuk program pemerintah yang dinilainya tidak masuk akal.

"Mereka bahkan menjadi semacam 'wastafel kekuasaan' yang ditugaskan untuk mencuci dan mengaburkan dosa-dosa yang diproduksi kekuasaan secara brutal," tegasnya.

Kekuasaan Jinakkan Kampus

Menurut Serikat Pekerja Kampus, ada dua jurus maut yang digunakan kekuasaan untuk menaklukkan para intelektual dan pimpinan universitas.

  1. Menyandera Lewat Pemilihan Rektor: Aturan yang memberikan Menteri hak suara sebesar 35 persen dalam pemilihan rektor dinilai sebagai cara menebar jaring utang politik. Jabatan rektor seolah dibarter dengan kepatuhan.
  2. Menggoda dengan Jabatan Basah: Para sivitas akademika digoda untuk merapat ke lingkar kekuasaan dengan tawaran jabatan-jabatan menggiurkan, seperti posisi di kementerian, staf ahli, hingga pimpinan BUMN, yang dibungkus dengan normalisasi rangkap jabatan.

"Kekuasaan membunuh akal sehat para intelektual kampus dengan uang, pragmatisme dan menumbuhkembangkan premanisme di lingkungan pendidikan," ujar Dia.

baca juga

Serikat Pekerja Kampus menyimpulkan, akibat dua jurus tersebut, fungsi luhur kampus telah bergeser.

"Alih-alih menjadi mesin produksi pengetahuan bagi kepentingan rakyat banyak, kampus justru menjadi pengaman kepentingan kuasa, membiarkan pekerja-pekerjanya menjadi objek eksploitasi kapitalisme pendidikan," kritiknya.

Atas dasar itu, Serikat Pekerja Kampus mengeluarkan empat pernyataan sikap, yang intinya menyerukan perlawanan terhadap penjinakan kampus:

  1. Mengajak Forum Rektor untuk sadar akan fungsinya dan berhenti menjadi stempel kekuasaan.
  2. Menolak kampus diperalat dan dijadikan wastafel untuk mencuci dosa penguasa.
  3. Menegaskan kampus harus menjadi alat kontrol, bukan alat legitimasi kekuasaan.
  4. Menyerukan kepada seluruh pekerja kampus dan mahasiswa untuk menolak upaya menjilat kekuasaan dan melawan penjinakan akal sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rahasia di Balik Jas Prabowo: Pakar Bongkar Pesan Politik Tersembunyi di Sidang MPR

Rahasia di Balik Jas Prabowo: Pakar Bongkar Pesan Politik Tersembunyi di Sidang MPR

News | Sabtu, 16 Agustus 2025 | 16:24 WIB

Wakil Ketua DPR Cucun: Kami Kawal Prabowo Sikat 1.063 Tambang Ilegal

Wakil Ketua DPR Cucun: Kami Kawal Prabowo Sikat 1.063 Tambang Ilegal

Bisnis | Sabtu, 16 Agustus 2025 | 15:54 WIB

Era Jokowi Naik 8%, Era Prabowo Gaji PNS Masih Mandek

Era Jokowi Naik 8%, Era Prabowo Gaji PNS Masih Mandek

News | Sabtu, 16 Agustus 2025 | 16:00 WIB

Terkini

Perlindungan Anak di Kuansing Disorot Staf Presiden, Pemkab Ungkap Kendala

Perlindungan Anak di Kuansing Disorot Staf Presiden, Pemkab Ungkap Kendala

Riau | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:09 WIB

SMARTFREN 5G Fun Run Palembang, Ajak Lebih dari 1.000 Peserta Rasakan Serunya Olahraga Lari

SMARTFREN 5G Fun Run Palembang, Ajak Lebih dari 1.000 Peserta Rasakan Serunya Olahraga Lari

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:09 WIB

Stop Merasa Nggak Enakan! Ini Alasan Perempuan Wajib Berani Nego Gaji Saat 'Interview'

Stop Merasa Nggak Enakan! Ini Alasan Perempuan Wajib Berani Nego Gaji Saat 'Interview'

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:08 WIB

Blok M Segera Disulap Jadi Ruang Terpadu, Pasar Baru hingga Kota Tua Menyusul

Blok M Segera Disulap Jadi Ruang Terpadu, Pasar Baru hingga Kota Tua Menyusul

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:08 WIB

Kondisi Terkini Skuad Timnas Indonesia Jelang Hadapi Bangladesh, Ada yang Cedera?

Kondisi Terkini Skuad Timnas Indonesia Jelang Hadapi Bangladesh, Ada yang Cedera?

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Kasus Besar yang Pernah Ditangani Komjen Suyudi Ario Seto: Air Keras Novel Baswedan, 2 Ton Sabu

Kasus Besar yang Pernah Ditangani Komjen Suyudi Ario Seto: Air Keras Novel Baswedan, 2 Ton Sabu

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:05 WIB

10 Sepatu Jalan untuk Fun Walk, Nyaman Dipakai Jalan Jauh

10 Sepatu Jalan untuk Fun Walk, Nyaman Dipakai Jalan Jauh

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:05 WIB

Beli Mobil Bekas Rp30-50 Jutaan? Ini Kerusakan yang Wajar dan yang Red Flag

Beli Mobil Bekas Rp30-50 Jutaan? Ini Kerusakan yang Wajar dan yang Red Flag

Otomotif | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:02 WIB

Tren Digital Dongkrak Transaksi Fesyen Lokal hingga 70%

Tren Digital Dongkrak Transaksi Fesyen Lokal hingga 70%

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Listyo Diberhentikan, Suyudi Dilantik Prabowo Siang Ini Jadi Kapolri Baru Usai Disetujui DPR

Listyo Diberhentikan, Suyudi Dilantik Prabowo Siang Ini Jadi Kapolri Baru Usai Disetujui DPR

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:59 WIB

×