Jakarta Kendalikan Hujan dengan Teknologi Canggih, Ini Hasilnya!

Chandra Iswinarno, Faqih Fathurrahman

Jum'at, 22 Agustus 2025 | 11:05 WIB
Jakarta Kendalikan Hujan dengan Teknologi Canggih, Ini Hasilnya!
Petugas melihat peta penerbangan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa]

Suara.com - Menghadapi potensi cuaca ekstrem, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah proaktif dengan melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap keempat sepanjang tahun 2025.

Operasi strategis ini bertujuan untuk mengendalikan curah hujan dan memitigasi risiko bencana hidrometeorologi di wilayah vital ibu kota.

Kegiatan yang terpusat di Posko Bandara Halim Perdanakusuma ini berlangsung selama lima hari, terhitung mulai tanggal 17 hingga 21 Agustus 2025.

Langkah antisipatif ini diambil bukan tanpa alasan.

Menurut Sekretaris Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Marulitua, modifikasi cuaca ini merupakan respons langsung terhadap prediksi peningkatan curah hujan di Jakarta dan sekitarnya pada periode 18–21 Agustus 2025.

Selain itu, operasi ini juga dirancang untuk menjawab peringatan dini potensi terjadinya banjir rob yang mengancam kawasan pesisir utara Jakarta dan Kepulauan Seribu dari 17 hingga 22 Agustus 2025.

Kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci keberhasilan operasi ini, yang melibatkan sinergi antara BPBD DKI Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).

Teknologi dan Eksekusi Lapangan

Hingga hari terakhir pelaksanaannya, operasi ini telah mengerahkan 15 sorti penerbangan.

baca juga

Dalam misi tersebut, sebanyak 12 ton bahan semai yang terdiri dari Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO) telah ditaburkan di awan-awan potensial. 

Total durasi terbang untuk misi ini mencapai 24 jam 40 menit.

Penyemaian awan (cloud seeding) difokuskan pada area strategis untuk memaksimalkan efektivitas, mencakup wilayah Perairan Utara DKI Jakarta, Kabupaten Bekasi, Karawang, Lebak, Serang, Indramayu, Bogor, Sukabumi, Cianjur, Cimahi Selatan, Pandeglang, dan Subang.

Setiap harinya, tim menyiapkan tiga sorti penerbangan dengan penggunaan bahan semai rata-rata 800 kilogram per sorti.

“Melalui upaya ini, Pemprov DKI Jakarta terus berkomitmen untuk mengurangi risiko terjadinya genangan dan dampak lain akibat cuaca ekstrem,” kata Marulitua, dalam keterangannya, Kamis (21/8/2025).

“Partisipasi masyarakat dengan selalu memperbarui informasi resmi dan menjaga kebersihan lingkungan juga sangat penting dalam mendukung mitigasi bersama,” imbuhnya.

Kalkulasi Ilmiah di Balik Operasi

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menekankan bahwa OMC bukanlah tindakan spekulatif, melainkan sebuah intervensi yang didasarkan pada perhitungan ilmiah yang cermat.

Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan tim gabungan di Wilayah Jabodetabek untuk mengurangi risiko bencana. [Dok. BPBD DKI Jakarta]
Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan tim gabungan di Wilayah Jabodetabek untuk mengurangi risiko bencana. [Dok. BPBD DKI Jakarta]

Tujuannya adalah untuk memecah konsentrasi awan hujan agar tidak menumpuk dan jatuh di wilayah yang padat penduduk atau rawan banjir.

“Operasi ini dilaksanakan untuk mengatur distribusi hujan agar tidak terkonsentrasi di wilayah rawan genangan dan banjir. Dengan kolaborasi lintas lembaga, kita berupaya menjaga agar aktivitas masyarakat dapat tetap berjalan normal,” jelasnya.

Analisis yang dilakukan oleh BMKG menunjukkan hasil yang signifikan.

Sebelum OMC diimplementasikan, sebaran spasial curah hujan terpantau memasuki banyak wilayah daratan Jakarta.

Namun, pasca-intervensi melalui penyemaian garam, presipitasi yang seharusnya jatuh di daratan, khususnya di area pesisir, berhasil direduksi.

Hasilnya, intensitas curah hujan di daratan Jakarta menjadi lebih terkendali dan berkurang secara signifikan dibandingkan dengan prakiraan awal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Modifikasi Cuaca Tak Selalu Efektif, BMKG Ingatkan Strategi Karhutla Harus Berlapis

Modifikasi Cuaca Tak Selalu Efektif, BMKG Ingatkan Strategi Karhutla Harus Berlapis

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 10:21 WIB

Kepung Karhutla Riau: Ribuan Titik Panas Muncul, Pemerintah Gencarkan Modifikasi Cuaca

Kepung Karhutla Riau: Ribuan Titik Panas Muncul, Pemerintah Gencarkan Modifikasi Cuaca

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 12:29 WIB

BMKG Klaim Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Berhasil Turunkan Intensitas Hujan, Begini Penjelasannya

BMKG Klaim Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Berhasil Turunkan Intensitas Hujan, Begini Penjelasannya

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 11:45 WIB

Hujan Ekstrem Mengintai Jabodetabek, Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan Nonstop: Efektifkah?

Hujan Ekstrem Mengintai Jabodetabek, Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan Nonstop: Efektifkah?

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 10:17 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×