Atasi Macet TB Simatupang, Pemprov DKI Alihfungsikan 7 Titik Trotoar Rusak Sampai November 202

Chandra Iswinarno, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 26 Agustus 2025 | 10:16 WIB
Atasi Macet TB Simatupang, Pemprov DKI Alihfungsikan 7 Titik Trotoar Rusak Sampai November 202
Kemacetan lalu lintas parah terjadi di Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta, beberapa waktu lalu. [ANTARA/Sulthony Hasanuddin/tom]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan klarifikasi terkait rencana rekayasa lalu lintas di Jalan TB Simatupang yang akan memanfaatkan sebagian trotoar.

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan mengorbankan seluruh trotoar di sepanjang jalan tersebut, melainkan hanya berlaku di tujuh titik spesifik yang kondisinya sudah rusak dan tidak layak bagi pejalan kaki.

Kebijakan tersebut diambil sebagai solusi jangka pendek untuk mengurai kemacetan parah yang disebabkan oleh adanya proyek pembangunan di kawasan itu.

Pramono Anung bahkan meminta agar kebijakan ini tidak disalahartikan sebagai pengalihfungsian trotoar secara masif.

Menurutnya, pemanfaatan trotoar hanya dilakukan pada segmen-segmen pendek yang terdampak langsung oleh aktivitas konstruksi.

"Jadi gini mohon untuk jangan di-clickbait ya, yang trotoar untuk dimanfaatkan itu bukan sepanjang trotoar, itu bukan. Hanya ada 7 titik yang pendek-pendek, dan disitulah ada pembangunan. Kalau trotoarnya nggak digunakan, pasti trotoarnya juga udah nggak bisa digunakan karena udah dibangun," kata Pramono di Balai Kota, Senin (25/8/2025).

Temporer Hingga Proyek Selesai

Pramono menekankan bahwa penggunaan trotoar sebagai jalur kendaraan bersifat sementara dan akan berakhir pada November 2025, seiring dengan target penyelesaian proyek yang sedang berjalan.

“Karena trotoarnya dibangun di tujuh titik itulah yang kemudian saya mengizinkan untuk digunakan sebagai pengatur rekayasa lalu lintas. Sampai kapan? Sampai bulan November. Kenapa bulan November? Karena proyek ini akan selesai pada bulan November,” lanjutnya.

Ia secara pribadi menyatakan ketidaksetujuannya jika trotoar dialihfungsikan secara permanen untuk kendaraan.

Kebijakan ini murni merupakan rekayasa lalu lintas darurat untuk mengurangi kepadatan.

“Jadi ini bukan kemudian terus-menerus trotoarnya digunakan, enggak. Saya termasuk yang pasti nggak maulah trotoar digunakan untuk lalu lintas. Ini hanya temporari, mengurangi kemacetan sehingga dilakukan apa rekayasa,” ujarnya.

Selain rekayasa trotoar, Pemprov DKI juga sedang mengkaji solusi lain untuk mengatasi masalah lalu lintas di TB Simatupang.

Salah satu opsi yang sedang didalami oleh Dinas Perhubungan adalah penambahan akses pintu keluar tol.

Pramono Anung (Instagram)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Instagram)

“Dan memang kami sedang memikirkan apakah perlu ada buka lagi salah satu outlet untuk keluar dari jalan tol sehingga semuanya tidak yang seperti sekarang. Saya sudah menugaskan kepada Dinas Perhubungan untuk mendalami ini,” katanya.

Adapun untuk rencana infrastruktur jangka panjang seperti pembangunan flyover atau underpass, Pramono menyebut opsi tersebut membutuhkan waktu realisasi yang terlalu lama untuk menjawab kebutuhan mendesak saat ini.

Ia juga menyinggung adanya tawaran dari investor untuk pembangunan tol layang, namun hal tersebut masih memerlukan kajian yang komprehensif.

“Belum, ini kan terlalu lama. Padahal proyek ini kan sampai dengan bulan November. Jadi rencana jangka panjang maka ya pasti ada," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Hotel Jakarta Terancam Kolaps? Pemprov DKI Turun Tangan dengan Insentif Pajak

Industri Hotel Jakarta Terancam Kolaps? Pemprov DKI Turun Tangan dengan Insentif Pajak

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 09:09 WIB

Jakarta Membara! Pos Polisi Slipi Dibakar Massa, Gubernur Pramono Malah Santai: Aman-aman Saja

Jakarta Membara! Pos Polisi Slipi Dibakar Massa, Gubernur Pramono Malah Santai: Aman-aman Saja

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 07:31 WIB

Transjakarta Tambah 14 Armada dan Optimalkan 17 Rute di TB Simatupang untuk Urai Macet

Transjakarta Tambah 14 Armada dan Optimalkan 17 Rute di TB Simatupang untuk Urai Macet

News | Senin, 25 Agustus 2025 | 23:55 WIB

Terkini

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:50 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:46 WIB

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:46 WIB

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:38 WIB

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:33 WIB

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:26 WIB

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:32 WIB

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:33 WIB

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:13 WIB