Gibran Ulti Soal Gerbong Kereta Khusus Perokok, Netizen: Ini Baru Prioritas Rakyat

Eviera Paramita Sandi | Suara.com

Selasa, 26 Agustus 2025 | 14:45 WIB
Gibran Ulti Soal Gerbong Kereta Khusus Perokok, Netizen: Ini Baru Prioritas Rakyat
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat berada diKabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Rabu (20/8/2025). (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)
Kesimpulan
  • Gibran Respons Soal Gerbong Khusus Perokok
  • Tolak usulan anggota DPR 
  • Lebih prioritaskan untuk ibu hamil, menyusui dan difabel

Suara.com - Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka bak mengultimatum usulan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) soal adanya gerbong kereta khusus perokok.

Menurut Gibran, usulan mengenai adanya gerbong kereta khusus perokok ini tidak sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan Gibran yang menolak halus usulan tersebut rupanya justru mendapat dukungan dari masyarakat.

Video Gibran menolak usulan tersebut diposting ulang akun tiktok @duppochie dan mengundang beragam komentar dari netizen.

“ini baru prioritaskan rakyat yang nyata,” tulis akun @Bayuandreans.

“Di singapore kereta tak ada smoking area,” sahut @Kareem29.

“lebih penting buat ibu menyusui,lansia,ibu hamil pak,” ujar @Dewi Purwanti.

“POLA PIKIRnya DPR: BISNIS DAN KEUNTUNGAN WP : KENYAMANAN dan KESEJAHTERAAN MASYARAKAT ,” tulis @Sutan Harahap.

Sebelumnya, Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat, Nasim Khan mengusulkan kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk menyediakan Kembali gerbong khusus bagi perokok pada layanan kereta jarak jauh.

Menurut dia, keberadaan gerbong kereta khusus perokok tidak hanya memberikan kenyamanan melainkan juga berpotensi menambah pemasukan bagi KAI.

Nasim menyampaikan hal tersebut dalam rapat dengar pendapat dengan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (20/8/25).

“Ini ada masukan juga, gerbong yang selama ini ada, tapi setelah itu dihilangkan, sisakan satu gerbong untuk kafe, untuk ngopi. Paling tidak disitu untuk smoking area, pak,” tulis Nasim.

Menurut Nasim, perjalanan jarak jauh bisa memakan waktu hingga 8 jam. Hal ini menurutnya bisa membuat penumpang merasa bosan.

Tak hanya soal kereta, Nasim lebih meyakinkan lagi soal usulannya dengan menyebut bahwa transportasi bus juga sudah menyediakan smoking area saat perjalanan.

“Di Bus saja, 8 hingga 12 jam itu ada smoking area. Masak, kereta sepanjang itu, satu gerbong, Pak, saya yakin bisa itu, pak, ya,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ikut Diviralkan Melanie Subono, Cerita Pengemudi Ojol Jadi Korban Tembakan Gas Air Mata Aparat

Ikut Diviralkan Melanie Subono, Cerita Pengemudi Ojol Jadi Korban Tembakan Gas Air Mata Aparat

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 14:27 WIB

Alih-alih Bubarkan DPR, Pakar Minta Rakyat Usir Anggota Parlemen yang Tak Becus Bekerja!

Alih-alih Bubarkan DPR, Pakar Minta Rakyat Usir Anggota Parlemen yang Tak Becus Bekerja!

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 14:17 WIB

Rapat Kilat Saat Demo, Dave Laksono Kena Semprot: Didemo Bukan Dengerin Aspirasi, Tapi Pulang Cepat

Rapat Kilat Saat Demo, Dave Laksono Kena Semprot: Didemo Bukan Dengerin Aspirasi, Tapi Pulang Cepat

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 14:13 WIB

Terkini

Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!

Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!

News | Minggu, 12 April 2026 | 22:00 WIB

Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang

Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang

News | Minggu, 12 April 2026 | 21:00 WIB

Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz

Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:42 WIB

Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari

Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:32 WIB

Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan

Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:30 WIB

Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas

Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:27 WIB

Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!

Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:19 WIB

Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi

Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:00 WIB

Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!

Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!

News | Minggu, 12 April 2026 | 19:30 WIB

Tak Hanya Tiket Pesawat, AHY Klaim Pemerintah Jaga Tarif Angkutan Darat dan Laut dari Dampak Perang

Tak Hanya Tiket Pesawat, AHY Klaim Pemerintah Jaga Tarif Angkutan Darat dan Laut dari Dampak Perang

News | Minggu, 12 April 2026 | 18:34 WIB