Bank Indonesia Ungkap Biang Kerok Kenaikan Harga Beras di Daerah

Muhammad Yunus | Suara.com

Rabu, 27 Agustus 2025 | 13:23 WIB
Bank Indonesia Ungkap Biang Kerok Kenaikan Harga Beras di Daerah
Bank Indonesia mencatat harga beras di Sulawesi Selatan naik 10 persen mengakibatkan inflasi ikut naik [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]

Suara.com - Lonjakan harga beras menjadi pendorong utama inflasi di Sulawesi Selatan. Bank Indonesia mencatat kenaikan komoditas ini mencapai 10 persen pada Juli 2025.

Sejak pertengahan tahun ini, harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Makassar, Kabupaten Bone, hingga Sidrap melonjak hingga 10 persen.

Di kota Makassar misalnya. Harga beras premium naik hingga Rp18.000 per kilo, dari HET Rp14.000. Begitu pun dengan beras medium sekarang ini Rp14.500 dari HET Rp10.900.

Kenaikan itu kian terasa menekan masyarakat di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kenaikannya 10 persen. Ini karena pertanian kita drop di triwulan II," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, Selasa, 26 Agustus 2025.

Rizki menyebut kenaikan harga beras menjadi faktor utama pendorong inflasi. Selain itu ada daging ayam dan bawang merah.

Data BI menunjukkan, inflasi month to month (mtm) Sulsel naik dari 0,29 persen pada Juni menjadi 0,61 persen pada Juli.

Sementara itu, inflasi tahun kalender (year to date/ytd) sudah berada di atas target indikatif selama empat bulan terakhir.

"Inflasi di Sulsel secara yoy (year on year) masih oke, tapi secara month to month itu tidak. Maret, April, dan Juni juga masih merah. Year to date-nya pun juga masih merah," jelasnya.

Catatan BI Sulsel menunjukkan, seluruh kabupaten/kota dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) telah melewati target inflasi year to date.

Per Juli 2025, masih ada delapan kabupaten/kota di Sulsel yang masuk zona merah inflasi. Yaitu kota Parepare, Sidrap, Wajo, Makassar, Palopo, Luwu Timur, Bone, dan Bulukumba.

Kota Parepare tercatat dengan inflasi tertinggi secara tahun kalender, sedangkan Palopo menempati posisi tertinggi secara bulanan.

Untuk menahan laju inflasi, Rizki menekankan pentingnya intervensi cepat melalui operasi pasar.

Peran Bulog dianggap sangat strategis dengan menyalurkan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

"Perlu ada operasi pasar. Bulog juga harus segera menyalurkan SPHP yang sekarang ini masih under (di bawah target)," katanya.

Bank Indonesia mencatat harga beras di Sulawesi Selatan naik 10 persen mengakibatkan inflasi ikut naik [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Bank Indonesia mencatat harga beras di Sulawesi Selatan naik 10 persen mengakibatkan inflasi ikut naik [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]

Pertanian Drop, Ekonomi Melambat

Kenaikan harga beras tidak bisa dilepaskan dari kontraksi di sektor pertanian.

BI mencatat, pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan II 2025 hanya mencapai 4,94 persen, turun dari 5,78 persen di triwulan I. Angka ini menempatkan Sulsel di peringkat 22 secara nasional.

"Sulsel di bawah 5 persen itu gambar merah. Apa saja yang drop? terutama pertanian karena normalisasi panen di Maret-April, sehingga produksi terkontraksi," ungkap Rizki.

Sektor pertanian yang menjadi penopang utama ekonomi Sulsel melambat signifikan. Pada triwulan II 2025, kontribusinya hanya tumbuh 3,36 persen (yoy), jauh di bawah capaian triwulan I yang sempat mencapai 15,73 persen.

Produksi padi bahkan terkontraksi hingga 6,27 persen yoy akibat pergeseran musim panen.

Selain pertanian, sektor transportasi dan pergudangan (transgud) juga mengalami penurunan dari 5,09 persen di triwulan I menjadi 4,13 persen pada triwulan II.

Meski begitu, lapangan usaha perdagangan, industri pengolahan, konstruksi, dan pertambangan masih memberikan andil positif terhadap pertumbuhan ekonomi di periode yang sama.

Naikkan Harga

Seperti diketahui, pemerintah akhirnya menaikan harga eceran tertinggi (HET) beras jenis medium.

Harga saat ini Rp13.500 per kilogram (kg), dari sebelumnya Rp 12.500 per kg.

Hal ini sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 299 Tahun 2025 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras.

"Kami sampaikan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 299 Tahun 2025 tanggal 22 Agustus 2025 tentang Penetapan Harga Ecaran Tertinggi Beras (terlampir), untuk dapat dipergunakan sesuai keperluan dan/atau menjadi acuan dalam penjualan beras ke konsumen," bunyi surat Pemberitahuan Penyesuaian HET Beras yang dikutip, Selasa, 26 Agustus 2025.

Kenaikan harga beras jenis medium itu berlaku untuk semua provinsi, di mana berbeda-beda setiap daerahnya.

Adapun, kenaikan harga beras juga bervariasi mulai dari Rp 900 per kg hingga Rp 2.000 per kg.

Sementara, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa mengatakan kenaikan harga beras saat ini telah berlaku.

Alasannya agar penggilingan padi tetap bisa bernafas dan berjalan memproduksi beras. Sebab, kata I Gusti, harga gabah kering giling (GKP) mulai alami kenaikan.

"Jadi ini adalah jalan pendek, karena kalau tidak dilakukan penyesuaian, teman-teman penggilingan pasti nggak berani berproduksi, karena memang harganya terlalu tinggi GKP-nya kita. Nah dia akan sulit melakukan produksi menghasilkan beras dengan posisi Rp 12.500/kg (HET medium sebelumnya)," katanya.

Adapun berikut harga beras medium setelah alami kenaikan di seluruh provinsi:

1. Jawa, Lampung, Sumatera Selatan:
Beras Medium: Rp 13.500 per kg

2. Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung:
Beras Medium: 14.000 per kg

3. Bali dan Nusa Tenggara Barat:
Beras Medium: Rp 13.500 per kg

4. Nusa Tenggara Timur:
Beras Medium: Rp 14.000 per kg

5. Sulawesi:
Beras Medium: Rp 13.500 per kg

6. Kalimantan:
Beras Medium: Rp 14.000 per kg

7. Maluku:
Beras Medium: Rp 15.500 per kg

8. Papua:
Beras Medium: Rp 15.500 per kg

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tekankan Intervensi Stok Beras untuk Kendalikan Inflasi, Mendagri  Buka Gerakan Pangan Murah

Tekankan Intervensi Stok Beras untuk Kendalikan Inflasi, Mendagri Buka Gerakan Pangan Murah

News | Rabu, 27 Agustus 2025 | 09:27 WIB

Harga Beras Mahal Justru Tak Buat Petani Sejahtera

Harga Beras Mahal Justru Tak Buat Petani Sejahtera

Bisnis | Rabu, 27 Agustus 2025 | 08:45 WIB

Biang Kerok Harga Beras Mahal, Bukan Hanya Petani yang Untung

Biang Kerok Harga Beras Mahal, Bukan Hanya Petani yang Untung

Bisnis | Selasa, 26 Agustus 2025 | 19:12 WIB

Terkini

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:06 WIB

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:04 WIB

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 19:13 WIB

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:56 WIB

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:49 WIB

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:41 WIB

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:19 WIB

Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya

Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:07 WIB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:30 WIB

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:10 WIB