7 Fakta Kaburnya Macan Tutul Lembang Park & Zoo: Diduga Stres, Viral hingga Diburu Anjing Pelacak!

Riki Chandra Suara.Com
Kamis, 28 Agustus 2025 | 19:33 WIB
7 Fakta Kaburnya Macan Tutul Lembang Park & Zoo: Diduga Stres, Viral hingga Diburu Anjing Pelacak!
Ilustrasi macan tutul (Shutterstock).

Suara.com - Kabar macan tutul Lembang Park & Zoo yang kabur dari kandang membuat geger warga Bandung Barat, Kamis (28/8/2025). Informasi itu pun viral di media sosial.

Polisi langsung menurunkan unit anjing pelacak atau K9 untuk menelusuri keberadaan satwa liar tersebut.

“Intinya kami kirimkan tim datang ke lokasi, kami mengirimkan K9 ke lokasi di Cisarua untuk mengetahui kebenarannya. Lokasinya masih di wilayah Cisarua dan sekitarnya,” ujar Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adi Putra.

Polisi melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Pasalnya, di sekitar Lembang Park & Zoo terdapat permukiman warga yang cukup padat sehingga menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

Berikut fakta-fakta viral Macan Tutul Lembang Park & Zoo Kabur.

1. Satwa Titipan BBKSDA

Humas Lembang Park & Zoo, Miftah Setiawan, membenarkan kaburnya seekor macan tutul yang merupakan titipan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat.

“Yang lepas itu merupakan titipan dari Balai BKSDA, seekor macan tutul berusia sekitar tiga tahun. Hewan ini hasil rescue dari Kuningan,” ujarnya.

2. Baru Tiba Dua Hari

Macan tutul itu dibawa ke Lembang Park & Zoo pada Selasa (26/8/2025) malam untuk menjalani karantina dan observasi. Namun, di hari ketiga masa karantina, satwa tersebut justru kabur setelah menjebol kandang.

3. Kabur pada Pagi Hari

Menurut Miftah, satwa kabur sekitar pukul 05.30 WIB. “Sebelumnya pada pukul 04.30 WIB satwa tersebut masih berada di dalam kandang,” katanya.

4. Diduga Stres Lingkungan Baru

Macan tutul itu diduga stres akibat adaptasi lingkungan yang baru. “Macan tutul itu diduga stres karena adaptasi di lingkungan baru, sehingga menjebol bagian atas kandang karantina,” kata Miftah.

5. Rencana Dilepasliarkan ke Gunung Ciremai

Hewan tersebut seharusnya menjalani observasi terakhir sebelum dilepasliarkan kembali ke kawasan Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan. Proses pelepasliaran dilakukan setelah penilaian kesehatan dan lingkungan selesai.

6. Pemilihan Lokasi Observasi di Lembang

Kepala BBKSDA Jabar, Agus Arianto, menjelaskan Lembang Park & Zoo dipilih karena fasilitas karantina dan tenaga medisnya memadai. “Awalnya mau dititip di Lembaga Konservasi Cikembulan, Garut. Namun karena fasilitas kesehatan hewan di sana belum lengkap, maka diputuskan dibawa ke Lembang,” jelas Agus.

7. Polisi Intensifkan Penyisiran

Untuk memastikan keamanan warga, polisi mengerahkan tim K9 dan melakukan penyisiran di wilayah Cisarua dan sekitarnya. Pihak kepolisian meminta masyarakat tetap waspada namun tidak panik.

Kasus kaburnya macan tutul Lembang Park & Zoo ini menjadi perhatian publik, mengingat kawasan sekitar lokasi banyak dihuni warga. Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih dilakukan dan pihak BBKSDA serta pengelola kebun binatang berkoordinasi dengan kepolisian untuk menangkap satwa tersebut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?