"Kita punya sesuatu yang mereka nggak punya, tak lain tak bukan adalah otak. Mari gunakan sebaik-baiknya," tutup Irwandi, menekankan pentingnya berpikir kritis dan tidak mudah terprovokasi.
Pernyataan Ferry Irwandi ini tentu memunculkan banyak pertanyaan. Jika dugaannya benar, maka kerusuhan di Jakarta bukan sekadar luapan emosi massa, melainkan bagian dari intrik politik yang lebih besar.
Investigasi lebih lanjut dan keterbukaan informasi menjadi kunci untuk mengungkap kebenaran di balik setiap asap dan kobaran api yang membakar fasilitas publik.